Jelang Satu Abad Sumpah Pemuda, Konsolidasi Pemuda Jadi Kunci Hadapi Tantangan Bangsa
- ANTARA
Bintang menilai, semangat Sumpah Pemuda perlu terus disesuaikan dengan perkembangan zaman. Persatuan bukan berarti setiap organisasi harus memiliki pandangan dan cara kerja yang sama. Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi modal untuk memperkaya gagasan apabila diarahkan pada kepentingan bersama.
Setiap organisasi dan komunitas memiliki pengalaman, karakter, serta fokus gerakan yang berbeda. Keragaman tersebut dapat membuka kesempatan untuk saling melengkapi, memperluas perspektif, dan membangun kolaborasi yang sebelumnya sulit terwujud apabila masing-masing kelompok berjalan sendiri.
“Setiap organisasi dan komunitas memiliki latar belakang, pengalaman, dan gagasan yang berbeda. Perbedaan itu tidak seharusnya menjadi jarak. Justru dari keberagaman tersebut kita bisa membangun kolaborasi dan kontribusi yang lebih luas untuk Indonesia,” ujarnya.
Pandangan tersebut menjadi salah satu landasan konsolidasi yang didorong PEMIRA. Ruang bersama dibutuhkan agar perbedaan tidak menjadi penghalang bagi kerja kolektif, melainkan menjadi kekuatan untuk melahirkan gagasan yang lebih beragam dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Bintang juga menekankan pentingnya membangun ekosistem kepemudaan yang terbuka, kolaboratif, dan produktif menjelang satu abad Sumpah Pemuda. Karena itu, PEMIRA membuka kesempatan bagi organisasi, komunitas, serta kelompok pemuda untuk bergabung dalam agenda konsolidasi tersebut.
“Kami ingin membangun ruang bersama. Bukan untuk menyeragamkan organisasi atau gagasan, tetapi untuk mempertemukan energi pemuda dalam satu semangat kebangsaan,” katanya.
Melalui pendekatan tersebut, konsolidasi diharapkan mampu mempertemukan berbagai inisiatif kepemudaan tanpa menghilangkan identitas masing-masing organisasi.
Menuju 2028, Pemuda Didorong Berkontribusi Nyata bagi Bangsa
Momentum menuju satu abad Sumpah Pemuda pada 2028 diharapkan tidak hanya menjadi penanda perjalanan sejarah, tetapi juga kesempatan untuk mengevaluasi peran generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Bagi PEMIRA, penguatan jaringan antarpemuda merupakan langkah awal untuk mendorong lahirnya gagasan dan kerja bersama yang lebih konkret. Kolaborasi lintas organisasi diharapkan membuka jalan bagi inisiatif yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat partisipasi pemuda dalam pembangunan.
Tantangannya bukan hanya menghadirkan banyak kelompok dalam satu forum, melainkan memastikan komunikasi yang terbangun dapat berlanjut menjadi kegiatan yang produktif. Dengan demikian, konsolidasi tidak berhenti sebagai agenda pertemuan, tetapi berkembang menjadi ruang untuk bertukar pengetahuan, menyusun inisiatif, dan memperluas dampak gerakan kepemudaan.
Load more