Resensi Buku 'Media Sosial dan Terorisme': Ketika Teror Pindah ke Layar Ponsel dan Membentuk Ketakutan Massal
- Antara
tvOnenews.com, Jakarta – Perkembangan teknologi komunikasi digital telah mengubah lanskap ancaman global secara drastis. Terorisme kini tidak lagi sekadar dipahami lewat ledakan fisik, aksi kekerasan di lapangan, atau penangkapan jaringan tertutup di tempat kejadian perkara (TKP).
Hal tersebut dikupas tajam dalam buku terbaru karya Prof. Ilham Prisgunanto bertajuk Media Sosial dan Terorisme (Prisani Cendekia, 2026).
Dalam resensi esainya, Alif Komaldi menyoroti bagaimana buku ini berhasil membedah hubungan kompleks antara terorisme, media massa, media sosial, psikologi, hingga pembentukan persepsi publik.
Terorisme Bergeser ke Ruang Informasi dan Layar Ponsel
"Buku ini menggarisbawahi bahwa seusai sebuah aksi teror berlangsung, medan pertempuran baru langsung terbuka di ruang informasi digital," tulis Alif.
- Istimewa
"Masalah utamanya bukan lagi sekadar ketersediaan informasi, melainkan bagaimana narasi tersebut dikonstruksi, disebarkan, dan dimaknai oleh masyarakat di layar ponsel," tambahnya.
Melalui pendekatan empiris, buku ini diperkuat dengan data penelitian, tabel, grafik, serta variabel sosial ekonomi yang mengukur pengetahuan dan respons publik terhadap radikalisme.
Penulis menggunakan perspektif teori komunikasi seperti Social Information Processing (SIP) untuk menjelaskan bagaimana pesan, hoaks, dan umpan balik berinteraksi membentuk opini massa.
- tvOnenews - adinda
Relevansi Bagi Dunia Kepolisian dan Keamanan Masyarakat
"Bagi aparat penegak hukum dan mahasiswa, temuan ini memberikan sudut pandang krusial bahwa menjaga keamanan publik di era modern tidak cukup hanya dengan patroli fisik, penindakan, atau pengamanan TKP," jelas Alif.
Keamanan masyarakat kini memiliki dimensi informasi yang sangat kuat. Penyebaran hoaks atau narasi yang tidak terkendali dapat memicu kepanikan massal dan merusak tatanan sosial.
Oleh karena itu, literasi digital dan pemahaman terhadap psikologi komunikasi massa menjadi senjata penting bagi aparat dalam meredam ancaman teror di ruang digital.
Load more