Cegah Residivis Terorisme, Akademisi UI Dorong Reintegrasi Ekonomi Eks-Napiter Berbasis Kewirausahaan
- ANTARA
tvOnenews.com – Upaya pembinaan mantan narapidana terorisme (eks-napiter) dinilai memerlukan terobosan baru yang tidak hanya berfokus pada pendekatan ideologis selama masa penahanan.
Tanpa program reintegrasi ekonomi yang berkelanjutan pascabebas, eks-napiter rentan menghadapi kendala finansial yang dapat memicu risiko kembali terjerumus ke dalam jaringan radikalisme.
Isu strategis ini mengemuka dalam student conference yang diselenggarakan oleh Program Studi Kriminologi Universitas Indonesia (UI) secara daring, mengangkat tema "Reintegrasi Ekonomi Berbasis Aftercare dalam Mengatasi Labor Mismatch dan Stigma Kerja pada Eks-Napiter".
Dalam forum diskusi tersebut, akademisi UI Tegar Bimantoro menegaskan bahwa tantangan utama reintegrasi eks-napiter berakar pada pemenuhan kebutuhan dasar dan kemandirian ekonomi secara bermartabat.
"Pemulihan hak-hak setelah mereka bebas menjadi bagian penting agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan bermasyarakat tanpa bergantung pada jaringan ekstremisme," ujar Tegar.
- Istimewa
Hubungkan Pembinaan dengan Realitas Pasar Kerja
Tegar memaparkan bahwa stabilitas ekonomi merupakan fondasi utama yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan kemasyarakatan, mulai dari sosial, hukum, agama, hingga budaya.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa program pemulihan yang berjalan saat ini masih mengalami kendala labor mismatch atau belum sepenuhnya terhubung dengan kebutuhan serta dinamika pasar kerja nasional.
Oleh karena itu, penyusunan struktur ekonomi berkelanjutan melalui wadah kewirausahaan serta pelatihan keterampilan yang adaptif menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.
Solusi Konkret Kolaborasi BNPT dan Densus 88
Guna mengatasi persoalan stigma kerja dan keterbatasan akses lapangan usaha, Tegar mendorong pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) serta Densus 88 Antiteror Polri untuk merumuskan formulasi aftercare yang lebih solutif.
Sinergi pembinaan berkelanjutan ini diharapkan mampu mencetak eks-napiter yang mandiri secara finansial, produktif, dan diterima penuh oleh masyarakat luas demi menjaga kondusivitas serta stabilitas keamanan nasional.
Load more