5 Fakta Viralnya Mobil Listrik Tabrak Ojol di Blok M, Lengkap dengan Penjelasan Polisi
- Threads/cinnamorolls.8
Jakarta, tvonenews.com- Baru-baru ini viral satu video yang menayangkan mobil listrik menabrak ojek online (Ojol) di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.
Pengemudi ojol yang ditabrak, terjatuh dan dilindas oleh mobil listrik tersebut. Kepolisian pun mendalami kecelakaan ini.
- Tangkapan layar
Berikut lima fakta viralnya mobil listrik tabrak ojol di Blok M, dirangkum tvonenews.com, antara lain:
Pertama, pengemudi mobil listrik negatif narkoba
Dalam keterangannya, Polisi menyebut pengemudi mobil listrik BYD berinisial S (46) yang menabrak dan melindas pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Blok M Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, negatif narkoba dan alkohol.
"itu (pengemudi) udah diperiksa (tes urine), negatif. Sama alkohol udah juga, negatif semua," jelas Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Mujiyanto saat dikonfirmasi di Jakarta.
Kedua, pengemudi mobil listrik dikatakan Polisi tidak melarikan diri. Supir diketahui mengalami hilang kendali saat menyetir mobil.
Mujiyanto menyebutkan S diduga kaget setelah menyenggol mobil di sampingnya sehingga membanting setir ke kiri.
Lalu tidak diduga menyeruduk kendaraan roda dua atau ojol di depannya.
"mungkin kaget, terus oleng, mau jalan lagi, tapi berhenti di depan itu, Hotel Amaris," jelasnya.
Ketiga, polisi mengatakan pengemudi sempat diamankan setelah terjadi kecelakaan. Diketahui menabrak Ojol di depannya hingga korban terjatuh hingga terlindas mobil tersebut.
Korban diketahui mengalami patah tulang kaki kiri dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Fatmawati.
Keempat, pihak aplikator, Grab menyampaikan keprihatinan atas kejadian dan siap memberikan pendampingan terhadap korban.
"Kami turut prihatin atas kejadian yang dialami oleh mitra pengemudi terkait. Terima kasih banyak atas perhatian dan kepedulian teman-teman terhadap insdein ini," bunyi keterangan pihak Grab dalam kolom komentar di akun Instagram dashcam_owners_indonesia, dikutip Sabtu (24/10/2026).
"Sebagai informasi laporan tersebut telah kami terima dan tim kami telah bertemu langsung dengan mitra pengemudi serta memberikan pendampingan di rumah sakit," lanjut ketenangan pihak Grab.
Sehuhungan dengan kasus ini, Grab juga menegaskan kalau fokusnya untuk berkoordinasi dengan korban. Memantau perkembangan dan proses pemulihan mitra pengemudinya.
Load more