Kronologi Bobotoh 16 Tahun Tewas Seusai Nonton Persib vs Garudayaksa FC, Ditemukan di Kawasan Jalan Raya Jakarta-Bogor
- Instagram/tapakbogor - X/RizkiRmdn33
tvOnenews.com - Seorang remaja berinisial ARK (16), suporter Persib Bandung atau Bobotoh, meninggal dunia setelah menonton pertandingan Persib Bandung melawan Garudayaksa FC di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (25/10/2026).
ARK diketahui merupakan warga Bogor yang masih duduk di bangku kelas 1 SMA.
Remaja berusia 16 tahun tersebut ditemukan tergeletak di pinggir Jalan Raya Jakarta–Bogor dalam kondisi bersimbah darah.
Peristiwa ini menyisakan duka bagi keluarga dan sesama suporter Persib Bandung.
Kabar meninggalnya ARK juga menjadi perhatian publik setelah informasi mengenai kejadian tersebut beredar luas di media sosial.
Hingga kini, penyebab pasti kematian ARK masih dalam pemeriksaan kepolisian.
Kronologi Bobotoh ARK Ditemukan di Kawasan Jalan Raya Jakarta–Bogor
ARK sebelumnya menonton pertandingan Persib Bandung melawan Garudayaksa FC yang berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Minggu (25/10/2026).
Setelah pertandingan, remaja berusia 16 tahun tersebut ditemukan tergeletak di pinggir Jalan Raya Jakarta–Bogor.
Kondisinya yang bersimbah darah membuat korban segera mendapatkan penanganan medis dengan dibawa ke rumah sakit.
Namun, ARK akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Sampai saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti kematian korban maupun kronologi lengkap kejadian yang menimpanya.
Informasi mengenai peristiwa tersebut turut menjadi perhatian publik setelah beredar di media sosial.
Kapolres Bogor Sambangi Keluarga Korban
Duka atas meninggalnya ARK juga mendapat perhatian dari jajaran kepolisian.
Dilansir dari akun Instagram @tapakbogor, Kapolres Bogor AKBP Arfan Zulkan Sipayung bergerak cepat dengan mendatangi keluarga korban untuk menyampaikan belasungkawa.
Sementara itu, berdasarkan pantauan tim Tapak Bogor di lokasi, sekitar pukul 02.30 WIB, keluarga dan kerabat korban mulai berdatangan ke ruang jenazah RSUD Cibinong.
Kehadiran keluarga di rumah sakit menambah suasana duka setelah remaja yang masih berusia 16 tahun tersebut meninggal dunia seusai menonton pertandingan sepak bola.
Pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.
Dugaan mengenai adanya tindak kekerasan belum dapat dipastikan sebelum ada keterangan resmi dari pihak berwenang.
Bupati Bogor Sampaikan Belasungkawa
Bupati Bogor Rudy Susmanto turut menyambangi keluarga ARK di rumah sakit untuk menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya remaja tersebut.
Dalam pernyataan yang dibagikan di Instagram pribadinya, Rudy menyebut kunjungan itu dilakukan setelah dirinya melaksanakan shalat Subuh berjamaah.
Ia kemudian melanjutkan kegiatan ke RSUD Bhakti Padjajaran untuk menyampaikan dukacita kepada keluarga warga yang meninggal dunia setelah peristiwa pascapertandingan Persib Bandung melawan Garudayaksa FC.
"Usai shalat Subuh berjamaah, melanjutkan ke RSUD Bhakti Padjajaran untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga salah satu warga yang berpulang setelah peristiwa pascapertandingan Persib Bandung vs Garudayaksa FC.
Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan. Mari jadikan ini pengingat untuk terus menjaga persaudaraan, persatuan, dan perdamaian demi keselamatan bersama... SALAM BOGOR ISTIMEWA ?? KUTA UDAYA WANGSA" tulis Rudy.
Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Bupati Rudy Susmanto juga memastikan akan menanggung seluruh biaya rumah sakit dan pemulangan jenazah ARK.
Selain itu, Pemkab Bogor juga akan memberikan santunan kepada keluarga korban sebagai bentuk kepedulian atas musibah yang menimpa remaja tersebut.
Meninggalnya ARK menjadi perhatian setelah peristiwa tersebut terjadi seusai pertandingan Persib Bandung melawan Garudayaksa FC di Stadion Pakansari.
Sementara itu, penyebab pasti kematian remaja tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan kepolisian.
Masyarakat diharapkan tidak berspekulasi mengenai penyebab kejadian maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap secara jelas peristiwa yang merenggut nyawa Bobotoh berusia 16 tahun tersebut. (gwn)
Load more