SIERA III 2026 Resmi Digelar, PERTASINDO Dorong Penguatan Ketahanan Kesehatan Indonesia
- Istimewa
Ia menambahkan bahwa kebijakan kesehatan perlu mempertimbangkan ketersediaan pilihan alternatif yang dapat membantu masyarakat menerapkan kebiasaan yang lebih baik. Survei tersebut juga menunjukkan bahwa 82% masyarakat Indonesia meyakini alternatif yang lebih baik dapat mendukung peralihan menuju gaya hidup yang lebih sehat.
Pilihan yang dimaksud antara lain produk rendah atau tanpa gula, beras multigrain, serta produk tembakau alternatif bagi perokok dewasa yang memilih untuk tetap mengonsumsi nikotin. Pendekatan tersebut ditujukan untuk mengurangi risiko kesehatan dan memberikan dampak positif bagi individu maupun masyarakat secara luas.
“Ketahanan kesehatan bukan hanya tentang kemampuan menghadapi penyakit dan krisis, tetapi juga tentang kemampuan menjaga masyarakat tetap sehat dalam jangka panjang. Karena itu, kita perlu menggeser fokus menuju upaya pencegahan yang menawarkan tujuan yang realistis, dapat dicapai, dan didukung oleh bukti ilmiah,” pungkasnya.
Dari sisi pertahanan, Direktur Kesehatan Direktorat Jenderal Kekuatan Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia Marsekal Pertama TNI dr. Mukti Arja Berlian menekankan pentingnya kesiapan dan peningkatan kapasitas kesehatan untuk menghadapi tantangan yang semakin beragam.
Ia menjelaskan bahwa pengalaman menghadapi pandemi menjadi pembelajaran bagi Indonesia untuk terus memperkuat pengetahuan, kemampuan, dan kesiapan institusi dalam mengantisipasi berbagai ancaman kesehatan.
“Ketahanan kesehatan dan kesehatan pertahanan memiliki karakteristik yang berbeda sehingga kita perlu memahami keduanya secara tepat. Tantangan kesehatan yang terus berkembang harus dihadapi dengan kesiapan dan penguatan kapasitas nasional. Kita tidak bisa hanya diam, tetapi harus terus belajar dan mengembangkan kemampuan untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut,” kata Mukti.
Sejalan dengan pandangan tersebut, Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama, Kelembagaan, Inovasi, dan Teknologi Universitas Pertahanan Republik Indonesia Laksda TNI Dr. Buddy Susetyo turut menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi unsur penting dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional.
“Ketahanan kesehatan merupakan fondasi utama kedaulatan bangsa. Tanpa ketahanan kesehatan yang tangguh, tidak mungkin tercipta stabilitas di tengah berbagai tantangan global saat ini. Ketahanan kesehatan kini merupakan isu strategis bagi pertahanan dan ketahanan nasional,” ucapnya.
Load more