Viral Isu Prajurit Kopassus Ditembak Teman Sendiri, Kepala Penerangan Ungkap Fakta Sebenarnya
- Instagram @srikandi_indonesiaid
tvOnenews.com -Â Kabar duka yang mendalam kembali menyelimuti jajaran satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat menyusul insiden tragis yang merenggut nyawa seorang perwira pertama, Letnan Dua Infanteri (Letda Inf) Jihad Ahmad Al Rasyid.
Kepergian perwira muda yang bertugas di Yon 26 Grup Kopassus ini seketika menjadi sorotan setelah narasi yang tersebar di media sosial mengenai penyebab kematiannya.
- Instagram @srikandi_indonesiaid
Akun Instagram @srikandi_indonesia sempat mengunggah foto dan narasi perihal kematian Jihad Ahmad Al Rasyid. Dalam postingan yang diunggah pada 26 Oktober 2026, disebutkan bahwa anggota Kopassus tersebut meninggal dunia akibat diduga ditembak oleh rekan sejawatnya sendiri saat sedang menjalankan tugas di wilayah Solo, Jawa Tengah.
Â
"Letda Inf Jihad Ahmad Al-Rasyid, S.Tr. (Han), meninggal dunia akibat insiden dugaan penembakan oleh rekan sejawatnya saat bertugas di Solo, Jawa Tengah," tulis akun tersebut.
Â
Menanggapi berbagai spekulasi yang berkembang liar dan berpotensi menyesatkan ruang publik, satuan Kopassus TNI AD dengan sigap bergerak cepat untuk memberikan klarifikasi resmi.
Kepala Penerangan Kopassus, Kolonel Inf Indra Mardianto, dengan tegas membantah dan meluruskan narasi yang beredar di media sosial, bahwa korban tewas akibat tindakan penembakan yang disengaja oleh sesama prajurit atau rekan sejawatnya.
"Itu kejadiannya di gudang senjata karena pistol meledak. Murni unsur kelalaian dan ketidaksengajaan," kata Indra, dikutip Antara.
- Instagram @srikandi_indonesiaid
Lebih lanjut, insiden tragis yang merenggut nyawa Jihad Ahmad Al Rasyid tersebut dilaporkan terjadi di Surakarta, Jawa Tengah, pada hari Sabtu (24/10/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Pihak pimpinan Kopassus memastikan bahwa seluruh rangkaian kejadian di lokasi peristiwa terekam secara utuh melalui kamera pengawas atau CCTV.
Â
"Kami serahkan rekaman sehingga nanti akan di perjelas oleh penyidik Pom kelanjutan kasusnya. Rencana akan diserahkan besok," kata Indra. (ism)
Load more