Kematian Bobotoh di Bogor Jadi Sorotan, Persib Bandung Desak Kasus Diusut hingga Tuntas
- tvOnenews.com - Dwi R Belva
Kota Bandung, tvOnenews.com - Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat meminta aparat penegak hukum mengusut secara menyeluruh kasus meninggalnya Arief Rahman Kusuma, Bobotoh asal Ciapus, Kabupaten Bogor.
Persib Bandung berharap proses hukum berjalan profesional dan transparan agar kebenaran di balik peristiwa tersebut dapat terungkap.
"Persib menghormati proses penyelidikan yang berjalan dan berharap penegakan hukum dapat memberikan kejelasan serta keadilan bagi keluarga almarhum," tulis manajemen Persib Bandung dalam pernyataan resminya di Bandung, Senin (26/10/2026).
Selain meminta pengusutan tuntas, manajemen Persib menyampaikan rasa duka mendalam kepada keluarga Arief dan seluruh keluarga besar klub.
Sebagai wujud kepedulian, perwakilan PT Persib Bandung Bermartabat telah mengunjungi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung.
Klub juga menyatakan kesediaannya memberikan pendampingan kepada keluarga almarhum sesuai kebutuhan dan kapasitasnya. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu keluarga menghadapi proses hukum yang masih berlangsung.
Manajemen menegaskan bahwa Bobotoh merupakan bagian penting dari keluarga besar Persib. Oleh karena itu, para pendukung diminta menjaga ketenangan, mempererat solidaritas, serta menyerahkan penanganan perkara kepada pihak berwenang.
Persib turut mengingatkan agar insiden ini tidak memicu aksi balasan yang berisiko menimbulkan korban berikutnya. Klub berharap semua pihak dapat menahan diri dan mengedepankan sikap saling menghormati.
"Sepak bola seharusnya menjadi ruang yang mempersatukan masyarakat dengan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, rasa hormat, dan persaudaraan," jelas manajemen Persib.
Persib berharap aparat segera mengungkap fakta secara utuh dan menindak pihak yang terbukti bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Detik-detik Pembacokan Bobotoh di Bogor
- Instagram/tapakbogor
Arief ditemukan meninggal dunia di Jalan Raya Jakarta–Bogor KM 50, Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, pada Minggu (25/10) malam.
Peristiwa yang menewaskan Bobotoh berusia 15 tahun tersebut terjadi setelah pertandingan Garudayaksa FC melawan Persib Bandung di Stadion Pakansari, Bogor pada Minggu, 25 Oktober 2026.
Kasi Humas Polres Bogor Ipda Sigit Wahyudi menjelaskan, peristiwa pembacokan bermula saat korbban sedang dalam perjalanan pulang bersama rekannya.
Sigit menambahkan, saat itu korban telah mendukung Persib Bandung dalam pertandingan melawan Garudayaksa FC.
Berdasarkan dari hasil penyelidikan, korban bersama rekannya sedang melintas menggunakan sepeda motor di sekitar lokasi kejadian. Di waktu yang bersamaan, tersangka berinisial MR juga berada di lokasi, sambil membawa senjata tajam (sajam).
Tak lama, tersangka diduga membacok korban menggunakan celurit. Aksi tersebut langsung mengenai bagian punggung korban.
Setelah kejadian, tersangka membuang sajam yang dipakai dalam aksi pembacokan tersebut ke selokan. Korban kemudian terjatuh dan diitemukan tergeletak di tengah jalan oleh rekannya.
Polisi langsung melakukan penyelidikan. Sigit mengatkan bahwa, pihaknya telah mengumpulkan keterangan sejumlah saksi hingga barang bukti dalam rangkaian peristiwa itu.
"Alhamdulillah, berkat kerja keras petugas, informasi dari masyarakat, serta didukung dengan bukti-bukti lainnya, dalam waktu kurang dari 1x24 jam sejak kejadian, tersangka berhasil diamankan," ungkap Sigit.
Lanjut Sigit, tersangka MIR yang merupakan orang dewasa langsung dibawa ke Polres Bogor. Polisi melalui penyidik Satreskrim PPA dan PPO terus melakukan pemeriksaan.
Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 80 ayat (3) Undang-Undang Perlindungan Anak dan/atau Pasal 307 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
"Kami menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi perhatian serius, terlebih karena melibatkan anak di bawah umur dan mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang," ujar Sigit.
(hap)
Load more