News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kematian Bobotoh di Bogor Jadi Sorotan, Persib Bandung Desak Kasus Diusut hingga Tuntas

Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat meminta aparat mengusut secara menyeluruh kasus meninggalnya Arief Rahman Kusuma, Bobotohh asal Ciapus, Kabupaten Bogor.
Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:05 WIB
Suporter Persib Bandung, Bobotoh.
Sumber :
  • tvOnenews.com - Dwi R Belva

Kota Bandung, tvOnenews.com - Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat meminta aparat penegak hukum mengusut secara menyeluruh kasus meninggalnya Arief Rahman Kusuma, Bobotoh asal Ciapus, Kabupaten Bogor.

Persib Bandung berharap proses hukum berjalan profesional dan transparan agar kebenaran di balik peristiwa tersebut dapat terungkap.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Persib menghormati proses penyelidikan yang berjalan dan berharap penegakan hukum dapat memberikan kejelasan serta keadilan bagi keluarga almarhum," tulis manajemen Persib Bandung dalam pernyataan resminya di Bandung, Senin (26/10/2026).

Selain meminta pengusutan tuntas, manajemen Persib menyampaikan rasa duka mendalam kepada keluarga Arief dan seluruh keluarga besar klub.

Sebagai wujud kepedulian, perwakilan PT Persib Bandung Bermartabat telah mengunjungi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung.

Klub juga menyatakan kesediaannya memberikan pendampingan kepada keluarga almarhum sesuai kebutuhan dan kapasitasnya. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu keluarga menghadapi proses hukum yang masih berlangsung.

Manajemen menegaskan bahwa Bobotoh merupakan bagian penting dari keluarga besar Persib. Oleh karena itu, para pendukung diminta menjaga ketenangan, mempererat solidaritas, serta menyerahkan penanganan perkara kepada pihak berwenang.

Persib turut mengingatkan agar insiden ini tidak memicu aksi balasan yang berisiko menimbulkan korban berikutnya. Klub berharap semua pihak dapat menahan diri dan mengedepankan sikap saling menghormati.

"Sepak bola seharusnya menjadi ruang yang mempersatukan masyarakat dengan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, rasa hormat, dan persaudaraan," jelas manajemen Persib.

Persib berharap aparat segera mengungkap fakta secara utuh dan menindak pihak yang terbukti bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Detik-detik Pembacokan Bobotoh di Bogor

Duka mendalam menyelimuti keluarga Bobotoh remaja yang meninggal dunia
Duka mendalam menyelimuti keluarga Bobotoh remaja yang meninggal dunia
Sumber :
  • Instagram/tapakbogor

Arief ditemukan meninggal dunia di Jalan Raya Jakarta–Bogor KM 50, Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, pada Minggu (25/10) malam.

Peristiwa yang menewaskan Bobotoh berusia 15 tahun tersebut terjadi setelah pertandingan Garudayaksa FC melawan Persib Bandung di Stadion Pakansari, Bogor pada Minggu, 25 Oktober 2026.

Kasi Humas Polres Bogor Ipda Sigit Wahyudi menjelaskan, peristiwa pembacokan bermula saat korbban sedang dalam perjalanan pulang bersama rekannya.

Sigit menambahkan, saat itu korban telah mendukung Persib Bandung dalam pertandingan melawan Garudayaksa FC.

Berdasarkan dari hasil penyelidikan, korban bersama rekannya sedang melintas menggunakan sepeda motor di sekitar lokasi kejadian. Di waktu yang bersamaan, tersangka berinisial MR juga berada di lokasi, sambil membawa senjata tajam (sajam).

Tak lama, tersangka diduga membacok korban menggunakan celurit. Aksi tersebut langsung mengenai bagian punggung korban.

Setelah kejadian, tersangka membuang sajam yang dipakai dalam aksi pembacokan tersebut ke selokan. Korban kemudian terjatuh dan diitemukan tergeletak di tengah jalan oleh rekannya.

Polisi langsung melakukan penyelidikan. Sigit mengatkan bahwa, pihaknya telah mengumpulkan keterangan sejumlah saksi hingga barang bukti dalam rangkaian peristiwa itu.

"Alhamdulillah, berkat kerja keras petugas, informasi dari masyarakat, serta didukung dengan bukti-bukti lainnya, dalam waktu kurang dari 1x24 jam sejak kejadian, tersangka berhasil diamankan," ungkap Sigit.

Lanjut Sigit, tersangka MIR yang merupakan orang dewasa langsung dibawa ke Polres Bogor. Polisi melalui penyidik Satreskrim PPA dan PPO terus melakukan pemeriksaan.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 80 ayat (3) Undang-Undang Perlindungan Anak dan/atau Pasal 307 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

"Kami menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi perhatian serius, terlebih karena melibatkan anak di bawah umur dan mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang," ujar Sigit.

(hap)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Usai Bunuh Istri Siri dan Anak di Madiun, Pelaku Beli Mesin Giling Daging dan Tas Kresek Hitam

Usai Bunuh Istri Siri dan Anak di Madiun, Pelaku Beli Mesin Giling Daging dan Tas Kresek Hitam

Setelah menghabisi nyawa dari istri siri dan anak kandungnya, pelaku pembunuhan di Madiun yakni DBS sempat membeli mesin giling serta tas kresek sampah hitam.
Terduga Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun Sementara Satu Orang, Polisi Tak Tutup Kemungkinan Pihak Lain Terlibat

Terduga Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun Sementara Satu Orang, Polisi Tak Tutup Kemungkinan Pihak Lain Terlibat

Terduga pelaku pembunuhan ibu dan anak di Madiun, Jawa Timur, sementara berjumlah satu orang. Namun, tidak menutup kemungkinan apabila ada pihak-pihak lainnya yang terlibat. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami keterangan terduga pelaku.
Persija Jakarta Menang Comeback atas Persik Kediri, Kata-Kata Shin Tae-yong di Ruang Ganti Dibongkar Rizky Ridho

Persija Jakarta Menang Comeback atas Persik Kediri, Kata-Kata Shin Tae-yong di Ruang Ganti Dibongkar Rizky Ridho

Kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho, mengungkap instruksi khusus Shin Tae-yong yang menjadi salah satu kunci keberhasilan Macan Kemayoran melakukan comeback atas Persik Kediri.
Empat Atlet Para Balap Sepeda Indonesia Terbang ke Belanda, Bidik Poin Paralimpiade 2028

Empat Atlet Para Balap Sepeda Indonesia Terbang ke Belanda, Bidik Poin Paralimpiade 2028

Sebanyak empat atlet para balap sepeda Indonesia langsung bertolak ke Belanda setelah menyelesaikan perjuangan di Asian Para Games 2026 di Jepang. Keempat atlet tersebut akan unjuk gigi di UCI Para-cycling Track World Championships 2026.
Niat Menghilangkan Jejak, Polisi Ungkap Tersangka Pembunuhan di Madiun Berencana Buang Jasad Istri Siri ke Laut

Niat Menghilangkan Jejak, Polisi Ungkap Tersangka Pembunuhan di Madiun Berencana Buang Jasad Istri Siri ke Laut

Kasus pembunuhan istri siri di madiun menuai perhatian publik. Sejauh ini, kepolisian Jawa Timur masih mendalami motif tersangka yang kini telah diamankan.
tvOne Hadirkan Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026, Transformasi Menuju Indonesia Emas 2045

tvOne Hadirkan Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026, Transformasi Menuju Indonesia Emas 2045

tvOne menggelar Program Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026, dengan menghadirkan pemerintah daerah, BUMN/BUMD, sektor swasta, dan tokoh publik yang mendukung pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Trending

Bukan Cuma Tungku Api, Tas Ukuran Jumbo Usai Pertemuan Terakhir Tersangka dengan Korban Ibu-Anak di Madiun Jadi Petunjuk Penting

Bukan Cuma Tungku Api, Tas Ukuran Jumbo Usai Pertemuan Terakhir Tersangka dengan Korban Ibu-Anak di Madiun Jadi Petunjuk Penting

Bukan cuma tungku api, tas berukuran jumbo juga merupakan petunjuk penting dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun. Meski demikian, petugas di lapangan masih mendalami hal tersebut lebih lanjut.
Operasi Patuh Jaya 2026 Berlanjut: Polisi Bakal Datangi Rumah Pelanggar, Begini Cara Kerjanya

Operasi Patuh Jaya 2026 Berlanjut: Polisi Bakal Datangi Rumah Pelanggar, Begini Cara Kerjanya

Memasuki hari kedua, Selasa (27/10/2026), Operasi Patuh Jaya 2026 yang digelar Polda Metro Jaya kian intensif. 
Misteri Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun Mulai Terpecahkan, Diduga Berawal dari Komunikasi Istri Sah Tersangka dan Korban

Misteri Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun Mulai Terpecahkan, Diduga Berawal dari Komunikasi Istri Sah Tersangka dan Korban

Misteri kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun, Jawa Timur, mulai terpecahkan. Perselisihan berujung maut tersebut diduga bermula dari komunikasi antara istri sah tersangka dan korban DH.
Shin Tae-yong Wanti-wanti Lapangan JIS yang Tak Kunjung Membaik Bisa Cederai Pemain Persija Jakarta

Shin Tae-yong Wanti-wanti Lapangan JIS yang Tak Kunjung Membaik Bisa Cederai Pemain Persija Jakarta

Persija berhasil kembali meraih kemenangan atas Persik Kediri. Hasil akhir 2-1 mewarnai laga lanjutan pekan ketujuh Super League 2026-2027.
Jangan Asal Beli, Ini Dokumen Penting yang Harus Dicek Sebelum Membeli Apartemen

Jangan Asal Beli, Ini Dokumen Penting yang Harus Dicek Sebelum Membeli Apartemen

Sejumlah pembeli apartemen di Surabaya dan sekitarnya mengaku belum menerima Akta Jual Beli (AJB) dan Sertifikat Hak Milik Satuan Rumah Susun (SHMSRS), meski pembayaran unit telah lunas
Klasemen Akhir Grup G Piala Dunia U-15 2026: Timnas Indonesia U-15 Lanjut ke Mana?

Klasemen Akhir Grup G Piala Dunia U-15 2026: Timnas Indonesia U-15 Lanjut ke Mana?

Timnas Indonesia U-15 meraih hasil yang campur aduk pada Senin (26/10/2026) kemarin. Mereka mengalahkan Burundi namun takluk dari Portugal.
Sampai Geleng-geleng Kepala, Pelatih dan Pemain Persik Kompak Sebut Kekalahan dari Persija Akibat Buruknya Kondisi Lapangan

Sampai Geleng-geleng Kepala, Pelatih dan Pemain Persik Kompak Sebut Kekalahan dari Persija Akibat Buruknya Kondisi Lapangan

Pelatih Persik, Marcos Reina, menyebut bahwa penyebab kekalahan timnya karena buruknya lapangan. Bahkan, perwakilan pemain, Marcelo Djalo sampai geleng kepala.
Selengkapnya

Viral