KSPSI Imbau Aksi Demonstrasi Mahasiswa Besok di Bundaran HI Berlangsung Damai, Bebas Anarkis
- tim tvOne - Julio
tvOnenews.com, Jakarta – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) mengimbau seluruh elemen elemen mahasiswa yang akan menggelar aksi unjuk rasa agar menyampaikan aspirasi secara tertib, aman, serta damai sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Pernyataan tegas ini disampaikan KSPSI merespons agenda aksi penyampaian pendapat oleh aliansi berbagai organisasi mahasiswa yang dijadwalkan berlangsung di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Ketua Umum KSPSI Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa pihaknya sangat menghormati hak konstitusional setiap warga negara dalam menyuarakan pendapat di muka umum. Namun, ia mengingatkan agar momentum tersebut tidak disusupi provokasi.
"KSPSI menghormati hak setiap warga negara, termasuk mahasiswa, untuk menyampaikan pendapat di muka umum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," kata Jumhur Hidayat dalam keterangan resminya, Selasa (27/10/2026).
- Antara
Minta Peserta Aksi Hindari Tindakan Anarkis
Jumhur mewanti-wanti para peserta aksi agar tetap mengontrol emosi, tidak mudah terprovokasi, serta menghindari tindakan anarkis yang merusak fasilitas umum maupun mengganggu arus lalu lintas dan kenyamanan publik.
Menurutnya, efektivitas penyerapan pesan aspirasi jauh lebih maksimal jika disampaikan melalui jalur dialog yang konstruktif ketimbang memicu gesekan emosional di jalanan.
"Penyampaian aspirasi sebaiknya tetap mengedepankan cara-cara damai, musyawarah, dan dialog, bukan provokasi atau kekerasan," tegas Jumhur.
Dorong Pengamanan Humanis dan Cegah Hoaks
Di sisi lain, Ketua Umum KSPSI juga mengimbau aparat kepolisian dan tim pengamanan di lapangan agar selalu mengedepankan pendekatan yang humanis, persuasif, serta terukur selama mengawal jalannya demonstrasi.
Jumhur turut mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak ikut-ikutan menyebarkan berita bohong atau narasi tidak terverifikasi yang berpotensi memperkeruh suasana stabilitas keamanan di Ibu Kota.
Load more