News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ngeri! Rekonstruksi Ungkap Balita 20 Bulan Diduga Ditenggelamkan Berulang Kali ke Ember hingga Muntah

Rekonstruksi kasus kematian bayi 20 bulan di Kebayoran Lama mengungkap dugaan aksi ayah tiri mencelupkan korban berulang kali ke ember hingga muntah.
Selasa, 3 November 2026 - 15:29 WIB
Ngeri! Rekonstruksi Ungkap Balita 20 Bulan Diduga Ditenggelamkan Berulang Kali ke Ember hingga Muntah
Sumber :
  • ist

tvOnenews.com - Rekonstruksi kasus kematian balita berusia 20 bulan di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mengungkap rangkaian dugaan kekerasan yang dilakukan ayah tiri korban. Dalam salah satu adegan, tersangka berinisial AR memperagakan tindakan mencelupkan tubuh korban berulang kali ke dalam ember berisi air di toilet umum.

Berdasarkan adegan rekonstruksi, tindakan tersebut diduga membuat korban muntah-muntah. Peristiwa ini menjadi bagian dari penyidikan kasus kematian anak yang melibatkan ayah tiri dan ibu kandungnya sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah korban meninggal dunia, kedua tersangka diduga membawa jasadnya berjalan kaki menuju kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, sebelum menguburkannya di lahan kosong. Polisi menduga ketidakmampuan ekonomi menjadi salah satu pemicu peristiwa tersebut.

Ayah tiri memperagakan adegan mencelupkan korban ke ember

Rekonstruksi kasus kematian balita tersebut memperlihatkan sejumlah adegan yang dilakukan tersangka AR di toilet umum Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Dalam salah satu adegan, AR memperagakan bagaimana dirinya mencelupkan korban ke dalam ember berisi air secara berulang kali.

Bahkan, dalam video rekonstruksi yang beredar, AR menjelaskan bahwa korban sempat mengalami muntah setelah tindakan tersebut dilakukan.

"Satu, dua, tiga (ditenggelamkan), sudah gini saya sedot lagi. Di sini belum muntah-muntah, di sana baru muntah-muntah," kata AR dalam video rekonstruksi, Senin (2/11/2026).

Adegan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam penyidikan untuk menggambarkan tindakan yang diduga menyebabkan kematian korban.

Meski demikian, penyebab medis kematian balita tersebut tetap harus dipastikan melalui pemeriksaan forensik.

Peristiwa terjadi di toilet umum Pasar Kebayoran Lama

Kasus ini bermula pada Sabtu (31/10/2026) malam di sebuah fasilitas toilet umum di kawasan Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Korban merupakan anak perempuan berusia 20 bulan. Polisi menetapkan ayah tiri berinisial AR (22) dan ibu kandung berinisial JM (19) sebagai tersangka.
 

6 Fakta Mengerikan Kasus Balita 20 Bulan Tewas di Jaksel, Ditemukan Tanda Kekerasan Lama dan Kekurangan Gizi
6 Fakta Mengerikan Kasus Balita 20 Bulan Tewas di Jaksel, Ditemukan Tanda Kekerasan Lama dan Kekurangan Gizi
Sumber :
  • ist

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keduanya diketahui memiliki dua anak dan korban merupakan anak paling kecil.

Dalam penyidikan, AR diduga menjadi pelaku utama kekerasan terhadap balita tersebut. Sementara JM diduga turut terlibat dalam rangkaian peristiwa setelah kematian korban, termasuk menyembunyikan jasadnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Viral Penumpang MRT Jakarta Ditegur karena Minum, Ternyata Ini Aturan yang Wajib Dipatuhi!

Viral Penumpang MRT Jakarta Ditegur karena Minum, Ternyata Ini Aturan yang Wajib Dipatuhi!

Video penumpang MRT Jakarta ditegur petugas karena minum viral di media sosial. Simak aturan makan dan minum yang berlaku di stasiun maupun dalam kereta.
Detik-Detik Penangkapan Pengedar Ganja 44,1 Kg di Tol Jagorawi: Sempat Lolos Dua Kali, Akhirnya Ditangkap Juga

Detik-Detik Penangkapan Pengedar Ganja 44,1 Kg di Tol Jagorawi: Sempat Lolos Dua Kali, Akhirnya Ditangkap Juga

Tim Ditresnarkoba Polda Metro Jaya membongkar kasus peredaran narkotika jenis ganja seberat 44,1 kilogram jaringan antarprovinsi. 
Hasil Liga Voli Korea: Megawati Hangestri Cs Tumbang, Hyundai Hillstate Kalah Telak dari IBK Altos

Hasil Liga Voli Korea: Megawati Hangestri Cs Tumbang, Hyundai Hillstate Kalah Telak dari IBK Altos

Hasil Liga Voli Korea 2026-2027, di mana Hyundai Hillstate menelan kekalahan perdana usai Megawati Hangestri dan kawan-kawan tumbang dihajar tuan rumah IBK Altos.
Kapolri Ganti Enam Wakapolda, Berikut Daftarnya

Kapolri Ganti Enam Wakapolda, Berikut Daftarnya

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Suyudi Ario Seto melakukan mutasi dan rotasi terhadap Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen)
Viral Komplain Makanan Basi dan Tak Higienis via Online Food, Pembeli Malah Disindir Admin Toko: Semoga Anda Dapat Hidayah

Viral Komplain Makanan Basi dan Tak Higienis via Online Food, Pembeli Malah Disindir Admin Toko: Semoga Anda Dapat Hidayah

Peristiwa tidak menyenangkan dialami @saliviaaaa_ di Threads. Ia mengunggah pengalaman saat mendapat makanan basi dari toko Laok Paok Catering Harian, Sidoarjo.
IOAC 2026 Langsungkan Pertandingan Polo Air dengan Format Baru, Ketua Komtek Polo Air: Jadi Lebih Cepat dan Banyak Gol

IOAC 2026 Langsungkan Pertandingan Polo Air dengan Format Baru, Ketua Komtek Polo Air: Jadi Lebih Cepat dan Banyak Gol

Polo Air menjadi salah satu cabor yang mewarnai gelaran Indonesia Open Aquatic Championships 2026 (IOAC) yang diselenggarakan oleh PB Akuatik Indonesia (PB AI).

Trending

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) mengaku kembali melayangkan surat pemanggilan terhadap Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.
4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

Jadwal Piala Asia 2027 bergeser ke Desember, memberi John Herdman dan PSSI waktu tambahan untuk mematangkan skuad Timnas Indonesia dan memantau diaspora
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
Selengkapnya

Viral