Perselisihan Warga Semarang dan Penjual Bakso Soal Limbah yang Dibuang di Got Berakhir Damai
- Instagram @beritasemaranghariini/@dinasruwet_kotasemarang
Semarang, tvOnenews.com — Perselisihan antara warga dan penjual bakso di kawasan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, terkait dugaan pembuangan limbah ke saluran got berakhir damai.
Kedua belah pihak akhirnya sepakat menyelesaikan persoalan tersebut melalui mediasi yang difasilitasi pihak kepolisian dan pemerintah setempat.
Sebelumnya, video adu argumen antara warga dan pihak warung bakso viral di media sosial. Perselisihan itu dipicu oleh aktivitas pembuangan limbah sisa kuah dan cucian peralatan makan ke saluran got yang berada di depan rumah warga.
Peristiwa tersebut terjadi di Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Warung bakso yang menjadi sorotan diketahui bernama Bakso Bintang 2.
Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria mengenakan kaus hitam terlibat adu mulut dengan warga yang mempersoalkan aktivitas pembuangan limbah tersebut.
- Instagram @polsekbanyumanik
Pria itu sempat menyebut bahwa air yang dibuang merupakan bekas cucian mangkuk bakso. Ia juga meminta warga melaporkan persoalan tersebut kepada ketua RT setempat.
Sementara itu, warga yang merekam kejadian tersebut menjelaskan bahwa air cucian itu mengandung lemak sapi, sambal, hingga kaldu yang menimbulkan bau tidak sedap.
Berakhir Damai, Pemilik Warung Sepakat Perbaiki Pengelolaan Limbah
Setelah melalui proses mediasi yang difasilitasi Polsek Banyumanik, perselisihan antara kedua belah pihak akhirnya menemui titik terang.
Melansir dari Instagram @polsekbanyumanik, mediasi yang melibatkan Camat Banyumanik, DLH Kota Semarang, dan Lurah Srondol Wetan tersebut menghasilkan kesepakatan.
Pihak warung bakso pada akhirnya menyampaikan permohonan maaf serta bersedia membuat sumur resapan khusus limbah dan tidak lagi membuangnya ke saluran warga.
Adapun solusi yang dibahas dalam mediasi meliputi penyempurnaan bak penampungan limbah di lahan pribadi, perbaikan saluran air yang mengalami penyumbatan, serta penataan area parkir kendaraan.
Dengan adanya kesepakatan tersebut, diharapkan aktivitas usaha tetap berjalan tanpa mengganggu kenyamanan masyarakat di lingkungan sekitar.
Load more