TNI AD Berduka atas Kecelakaan Helikopter Mi-17 di Kalimantan, Tiga Personel Gugur
- Instagram/lanumad_ahmad_yani
Jakarta, tvOnenews.com - Kabar duka menyelimuti Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) menyusul kecelakaan helikopter Mi-17 yang tengah menjalankan tugas dalam Satuan Tugas Udara (Satgasud) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan.
Ungkapan belasungkawa disampaikan oleh keluarga besar Lanumad Ahmad Yani Puspenerbad melalui akun Instagram resminya.
Dalam pernyataan tersebut, pihak Lanumad turut menyampaikan duka cita atas musibah yang menimpa personel TNI AD sekaligus mengumumkan identitas tiga korban yang meninggal dunia.
Ketiga personel tersebut adalah LETKOL CNP (ANM.) Dudi Firmansyah, KAPTEN CPN (ANM.) Nurhafiz Akbar R H, dan SERTU (ANM.) Heri Prasetyo.
- Instagram/lanumad_ahmad_yani
Melalui unggahan tersebut, keluarga besar Lanumad Ahmad Yani berharap agar para personel yang gugur mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Mereka juga menyampaikan doa bagi keluarga yang ditinggalkan serta korban yang berhasil selamat.
"Bagi korban meninggal dunia, semoga Tuhan YME mengampuni segala kekhilafannya, menerima seluruh amal baiknya, menempatkan di sisi-Nya serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," tulis keterangan akun Instagram Lanumad Ahmad Yani.
"Bagi korban selamat, semoga kondisinya lekas pulih kembali seperti sediakala."
Adapun insiden tersebut terjadi di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan. Berdasarkan laporan awal, helikopter dengan nomor registrasi HA-5235 itu mengalami kecelakaan atau crash di kawasan perairan Pematang Limau.
Lokasi jatuhnya helikopter diperkirakan berada sekitar satu kilometer dari garis pantai. Pesawat tersebut diketahui bermarkas di Bandara Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan. Saat kecelakaan berlangsung, terdapat delapan personel yang berada di dalam helikopter.
Sebelum insiden terjadi, helikopter Mi-17V5 tersebut memulai penerbangan dari Kuala Pembuang pada pukul 09.55 WIB dengan tujuan Telaga Pulang. Penerbangan itu merupakan bagian dari penugasan pemadaman karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.
Dalam menjalankan misi tersebut, helikopter dikerahkan untuk melakukan pemadaman melalui metode water bombing, yakni menjatuhkan air dari udara ke area yang terdampak kebakaran.
Namun, kecelakaan terjadi ketika helikopter sedang melakukan manuver pengambilan air laut di perairan setempat untuk mendukung proses pemadaman dari udara.
Peristiwa tersebut kemudian menyebabkan helikopter jatuh ke perairan Pematang Limau, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.
Karhutla Melanda Sejumlah Wilayah di Indonesia
Di tengah kabar duka kecelakaan helikopter tersebut, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi persoalan serius di sejumlah wilayah Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebagaimana dilansir Antara pada Rabu (4/11), mencatat luas lahan yang masih dalam penanganan akibat karhutla mencapai 1.615 hektare.
Kebakaran tersebut tersebar di sejumlah provinsi dengan total 864 titik api. Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan menjadi dua wilayah yang mendapat perhatian khusus pemerintah karena mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah titik panas maupun luas lahan yang terbakar.
Kondisi tersebut menunjukkan besarnya tantangan dalam upaya penanggulangan karhutla, termasuk melalui pengerahan personel dan sarana udara untuk mendukung pemadaman di wilayah terdampak.
Load more