GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Menkes Klaim Kasus Kematian Gagal Ginjal Akut pada Anak Alami Penurunan

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin klaim kasus gagal ginjal akut menurun pasca kebijakan penarikan sejumlah obat sirup yang mengandung bahan pelarut
Sabtu, 29 Oktober 2022 - 20:00 WIB
Menteri Kesehatan (menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin
Sumber :
  • (Tvonenews.com/Rizki Amana)

Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin klaim kasus gagal ginjal akut menurun pasca kebijakan penarikan sejumlah obat sirop yang mengandung bahan pelarut yang dikaitkan dengan pemicu gagal ginjal akut pada anak seperti dietilen glikol (DG) dan etilen glikol (EG). 

Budi mengatakan pihaknya mendapatkan data tersebut usai memverifikasi sejumlah rumah sakit terkait pasien gagal ginjal akut yang menjalani perawatan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan, Budi Gunadi menyebut penambahan kasus pasien gagal ginjal akut terus mengalami penurunan belakangan waktu ini.

"Sejak kita berhentikan sirup-sirup tadi itu penamabahannya jadi sedikit sekali yang tadi sehari itu hanya bisa 10 sampai 15 belas. Sekarang penambahannya 1 atau 0, jadi sudah sangat turun," ungkap Budi Gunadi saat ditemui dibilangin Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (29/10/2022).

Selain mengklaim penurunan pasien gagal ginjal akut, Budi Gunadi turut serta menyampaikan tren penurunan kasus kematian akibat penyakit tersebut. 

Menurutnya saat kebijakan belum diberlakukan, tercatat kematian akibat gagal ginjal akut bisa mencapai 60 persen dari 5 pasien yang dirawat di rumah sakit. 

"Dan masuk rumah sakit yang dulu 5 hari meninggalnya bisa 60 persen," ungkapnya. 

Ia pun mengaku belakangan waktu tak tercatat pasien gagal ginjal akut meninggal dunia saat menjalani perawatan. 

"Di RSCM 100 persen (dirawat-red) enggak ada yang meninggal," pungkasnya.

Dinkes DKI Jakarta Umumkan Kenaikan Angka Kasus Gagal Ginjal Akut Misterius

Terjadi peningkatan jumlah anak-anak yang mengidap gagal ginjal akut karena dugaan obat sirop dengan kandungan Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG). 

Per hari ini, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan terjadi peningkatan sebanyak 24 angka anak yang mengidap gagal ginjal akut sejak kemarin, Rabu (26/10/2022).

"Kasus kita per tanggal 27 Oktober total 135 tapi ini total dari Januari ya, karena kami aktif tadi ya Januari sampe dengan tanggal 27 kemaren," ujarnya di Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas), Jumat (28/10/2022).

Widyastuti mengaku akan lakukan update kembali pada sore hari ini sesuai dengan hasil hospitality record review.

Dia pun menuturkan, dari 135 yang mengidap gagal ginjal, 63 diantaranya meninggal, 46 anak sembuh, dan 26 dalam perawatan.

"Dari 135 tadi yang meninggal sebanyak 63, sembuh 46, dan perawatan 26. Nah data DKI tadi tidak semuanya berdomisili di DKI Jakarta, tetapi adalah semua bayi, balita, yang kebetulan memang dirawat di rumah sakit di Jakarta," pungkasnya.

Lebih lanjut, Widyastuti menegaskan bahwa angka 135 tersebut adalah kumulatif sejak Januari 2022 hingga Oktober 2022.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengumumkan angka kasus Acute Kidney Injury Unknown Origin (AKIUO) atau gagal ginjal akut misterius meningkat signifikan.

Per hari ini angka penyakit gagal ginjal akut yang menyerah anak-anak hingga remaja berada di angka 111 kasus. 

Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta Ngabila Salama.

“Pagi ini jam 10.00 WIB, kasus ditemukan di fasilitas kesehatan Jakarta terdapat 111 anak. Dari jumlah ini, hanya 72 pasien atau 65 persen yang tinggal di Jakarta,” kata Ngabila saat dihubungi media, Rabu (26/10/2022).

Sementara 39 pasien atau 35 persen lainnya bukan warga Jakarta, melainkan hanya menjalani pengobatan di Ibu Kota. Diketahui mereka berasal dari Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Riau.

“Dari Banten ada 15 pasien atau 13 persen, dari Jawa Barat ada 22 pasien atau 20 persen, kemudian Jawa Timur dan Riau masing-masing 1 pasien atau 1 persen,” tuturnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan temuan dari 111 pasien gagal ginjal akut tersebut, 56 pasien atau 50 persen diantaranya meninggal dunia. 

23 pasien atau 21 persen sedang dalam perawatan, dan 32 pasien atau 29 persen masih hidup.

“Rentang usia pasien gagal ginjal akut misterius yang ditemukan di DKI Jakarta beragram. Mulai dari 0 hingga 18 tahun,” tutupnya.

Sebagai informasi, berikut sebaran usia pasien yang terjangkit gagal ginjal.

Usia 0: 23 pasien atau 21 persen;

Usia 1: 26 pasien atau 23 persen;

Usia 2: 12 pasien atau 11 persen;

Usia 3: 9 pasien atau 8 persen;

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Usia 4: 8 pasien atau 7 persen;

Dan usia 5 sampai 18: 33 pasien atau 30 persen. (agr/put/raa/muu) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mojtaba Khamenei Bertemu Komandan Militer Umumkan Strategi Baru Lawan AS dan Israel

Mojtaba Khamenei Bertemu Komandan Militer Umumkan Strategi Baru Lawan AS dan Israel

Dalam pertemuannya dengan komandan Markas Besar Angkatan Bersenjata Iran, Ali Abdollahi, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mengumumkan langkah-langkah baru untuk melawan Amerika Serikat dan Israel
Kisah Maung Garuda Diboyong ke Lokasi KTT ASEAN di Cebu

Kisah Maung Garuda Diboyong ke Lokasi KTT ASEAN di Cebu

Mobil kepresidenan Maung Garuda yang merupakan desain dan rakitan PT Pindad "diboyong" hingga sampai di Cebu, Filipina, dan menjadi ajang unjuk diri industri pertahanan Indonesia selama KTT Ke-48 ASEAN, sekretariat Presiden mengungkap cerita di belakang kisah tersebut. 
Ayah Santriwati Beberkan Kejanggalan di Ponpes Pati, Sebut Anaknya Dikeluarkan usai Tolak Temani Pelaku Tidur

Ayah Santriwati Beberkan Kejanggalan di Ponpes Pati, Sebut Anaknya Dikeluarkan usai Tolak Temani Pelaku Tidur

Ayah santriwati bongkar kejanggalan di Ponpes Pati. Anaknya disebut dikeluarkan usai menolak temani tidur pelaku di pesantren. Simak cerita selengkapnya!
Gubernur Sherly Tjoanda Ajak Seluruh Warga Maluku Utara Langitkan Doa untuk Siti Totou Umar yang Wafat di Tanah Suci

Gubernur Sherly Tjoanda Ajak Seluruh Warga Maluku Utara Langitkan Doa untuk Siti Totou Umar yang Wafat di Tanah Suci

Suasana duka menyelimuti rombongan jamaah haji asal Maluku Utara. Salah satu jamaah, Ibu Siti Totou Umar, dikabarkan wafat di tanah suci Medinah pada Jumat (8/5) siang Waktu Arab Saudi (WAS). 
Terungkap Isi Chat Kiai Ashari Minta Temani Tidur dan Ancam Santriwati, Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban

Terungkap Isi Chat Kiai Ashari Minta Temani Tidur dan Ancam Santriwati, Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban

Bukti WhatsApp dibongkar kuasa hukum korban, terungkap begini isi chat Kiai Ashari modus minta temani tidur hingga ancam santriwati agar menuruti perkataannya.
Terpopuler Trend: Sherly Tjoanda Kesal Pada Kepala Sekolah ‘Asbun’, hingga Dedi Mulyadi Borong Kue Harga Fantastis

Terpopuler Trend: Sherly Tjoanda Kesal Pada Kepala Sekolah ‘Asbun’, hingga Dedi Mulyadi Borong Kue Harga Fantastis

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda kesal hingga memberi teguran kepada kepala sekolah. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memborong kue dengan harga fantastis

Trending

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Kesaksian Korban Terkait Modus Sehari-hari Kiai Ashari terhadap Santriwati: Biasanya Selesai Pijit Dicium Pipi

Kesaksian Korban Terkait Modus Sehari-hari Kiai Ashari terhadap Santriwati: Biasanya Selesai Pijit Dicium Pipi

Seorang santriwati Ponpes Ndholo Kusumo Pati akhirnya bicara kepada publik terkait modus Kiai Ashari sebelum melancarkan aksinya dengan mencabuli para korban.
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

LPSK mengambil langkah proaktif untuk melindungi puluhan santriwati yang menjadi korban dugaan pencabulan di Pesantren Tahfidzul Qur’an Ndholo Kusumo, Pati. 
Seorang Santriwati Bongkar Alasan Para Korban Turuti Ajakan Tidur Kiai Ashari: Dibilang Obat Penyakit Hati

Seorang Santriwati Bongkar Alasan Para Korban Turuti Ajakan Tidur Kiai Ashari: Dibilang Obat Penyakit Hati

Seorang santriwati dari Ponpes Ndholo Kusumo Pati mewakili 50 korban membeberkan alasan kenapa para korban mau menuruti permintaan temani tidur Kiai Ashari.
Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo yang diduga mencabuli 50 santriwati sejak 2008 sempat tak akui identitasnya sebagai seorang kiai ketika diringkus polisi.
Selengkapnya

Viral