Tutup Menu
LIVESTREAM
Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim
Sulawesi Lainnya
Artikel
Kabid Humas Polda Banten, AKBP Shinto Silitonga
Sumber :
  • Antara

Oknum Polisi Penganiaya Mahasiswa Ditahan dan Dikenakan Pasal Berlapis

Jumat, 15 Oktober 2021 - 21:23 WIB

Tangerang, Banten - Bidang Propam (Bidpropam) Polda Banten memberikan sanksi tegas terhadap oknum polisi berinisial Brigadir NP yang telah menganiaya mahasiswa pengunjuk rasa di Tangerang, dengan pasal berlapis dan penahanan.

Kabid Humas Polda Banten, AKBP Shinto Silitonga melalui keterangan tertulisnya yang diterima di Tangerang, Jumat mengatakan bahwa pemberian sanksi dan penahanan tersebut merupakan buntut dari tindakan refresif yang dilakukan olehnya pada pengamanan aksi pengunjuk rasa di Tangerang pada Rabu (13/10) lalu.

"Saat ini oknum Brigadir NP dilakukan penahanan di Bidpropam Polda Banten," katanya.

Ia menyebutkan, hasil dari pemeriksaan terhadap NP oleh Bidpropam Polda Banten menjerat dengan pasal berlapis sesuai dengan aturan internal kepolisian, sehingga sanksi tersebut menjadi lebih berat.

"Sejak hari ini, status NP yaitu terduga pelanggar," ujarnya.

Sementara itu, Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro memberikan sikap setelah puluhan massa mahasiswa Tangerang melakukan aksi unjuk rasa di Mapolresta setempat.

Ia mengatakan, dirinya siap di copot dari jabatannya apabila tindak kekerasan yang serupa terjadi lagi, tepatnya saat pengamanan aksi unjuk rasa.

"Kami telah membuat pernyataan bahwa anggota kami menjadi tanggung jawab apabila mengulangi perbuatannya lagi. Jadi saya siap mengundurkan diri," katanya.

Ia juga meyakinkan, kepada puluhan mahasiswa tersebut bahwa tindakan kekerasan atau refresif tidak akan terjadi lagi di wilayah hukumnya.

Kemudian, Kapolres juga mengungkapkan, bahwa untuk kondisi korban MFA saat ini sudah membaik dan sudah beraktivitas seperti biasa.

Sehingga, pada hari esok korban MFA dapat segera pulang ke rumahnya.

"Allhamdulilah kondisinya sudah membaik, dan besok juga sudah bisa pulang karena MFA mau ikut ujian di kampusnya," kata dia.(ant/put)

Berita Terkait :
Topik Terkait
Saksikan Juga
Jangan Lewatkan
WFH, Waspada Sakit Tulang Belakang

WFH, Waspada Sakit Tulang Belakang

Tren bekerja dari rumah atau work from home (WFH) selama pandemi telah meningkatkan kasus masalah tulang leher, kata spesialis bedah ortopedi dan konsultan tulang belakang.
27 Ribu Dosis Vaksin Astrazeneca di Sulawesi Tengah Terancam Kedaluwarsa

27 Ribu Dosis Vaksin Astrazeneca di Sulawesi Tengah Terancam Kedaluwarsa

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah memperkirakan puluhan ribu lebih dosis vaksin AstraZeneca akan kedaluwarsa, sehingga tidak akan digunakan.
Hibur Anak saat Divaksin Kejati Babel Datangkan Pahlawan Super 

Hibur Anak saat Divaksin Kejati Babel Datangkan Pahlawan Super 

Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung bersama Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang mendatangkan pahlawan super karakter Superman dan Ksatria Baja Hitam
Imigrasi Bandara Internasional Soekarno Hatta Gagalkan Keberangkatan 170 Calon Pekerja Migran Indonesia

Imigrasi Bandara Internasional Soekarno Hatta Gagalkan Keberangkatan 170 Calon Pekerja Migran Indonesia

Pihak Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta berhasil menggagalkan keberangkatan 170 orang calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri.
Pengadilan Negeri Surabaya Tidak Beri Bantuan Hukum untuk Oknum Hakim dan Panitera yang Tertangkap OTT KPK

Pengadilan Negeri Surabaya Tidak Beri Bantuan Hukum untuk Oknum Hakim dan Panitera yang Tertangkap OTT KPK

Operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh KPK terhadap oknum hakim Pengadilan Negeri Surabaya, telah mencoreng lembaga tempat dimana setiap orang mencari keadilan atas perkara yang dihadapi. Atas peristiwa tersebut, Pengadilan Negeri Surabaya, tak akan memberikan bantuan hukum terhadap oknum hakim IIH dan Panitera MH, yang saat ini sudah diamankan oleh KPK.
1.378 Personel TNI-Polri Diterjunkan untuk Kejar Tiga DPO Teroris Poso

1.378 Personel TNI-Polri Diterjunkan untuk Kejar Tiga DPO Teroris Poso

Sebanyak 1.378 personel TNI-Polri diterjunkan dalam operasi Madago Raya tahap I 2022 untuk mengejar tiga daftar pencarian orang (DPO) terduga teroris Poso.
Trending
Akibat Kencing Tikus, Dua Warga Gunungkidul Terinfeksi, Satu Meninggal

Akibat Kencing Tikus, Dua Warga Gunungkidul Terinfeksi, Satu Meninggal

Leptospirosis karena infeksi kencing tikus terjadi di Gunungkidul. Dinas Kesehatan merilis, ada dua orang terkena Leptospirosis, satu di antaranya meninggal.
Dekat Jalur Kereta Api, Puluhan Bangunan Liar di Depan Roxy Mall Jember Dibongkar PT KAI 

Dekat Jalur Kereta Api, Puluhan Bangunan Liar di Depan Roxy Mall Jember Dibongkar PT KAI 

PT KAI Daop 9 Jember melakukan pembongkaran bangunan liar yang berada di Ruang Pengawasan Jalur Kereta Api (Ruwasja)
Edarkan Sabu, Ibu Rumah Tangga di Jeneponto Dibekuk Polisi

Edarkan Sabu, Ibu Rumah Tangga di Jeneponto Dibekuk Polisi

Seorang ibu rumah tangga (IRT) warga Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan ditangkap oleh Tim Opsnal Satuan Narkoba Polres Jeneponto.
Ormas Pemuda Sesalkan Pemberian Nama Ibu Kota Tidak Libatkan Tokoh Dayak

Ormas Pemuda Sesalkan Pemberian Nama Ibu Kota Tidak Libatkan Tokoh Dayak

Ketua Bidang Kaderisasi PDKB Srilinus lino mengatakan, pemberian nama ibu kota Nusantara terkesan Jawa sentris dan pemakaian nama ibu kota baru hanya mewakili dominasi pikiran elit. 
12 Warga Dituduh Mencuri Buah Sawit, Gedung DPRD Kotim Digeruduk Massa

12 Warga Dituduh Mencuri Buah Sawit, Gedung DPRD Kotim Digeruduk Massa

Ratusan warga Desa Ramban, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kotawaringin Timur, menggeruduk gedung DPRD Kotim menuntut pembebasan 12 warga yang ditangkap polisi
Polisi Ungkap Motif Perampokan dan Pembunuhan Siang Bolong Bermodus Servis Televisi di Jember

Polisi Ungkap Motif Perampokan dan Pembunuhan Siang Bolong Bermodus Servis Televisi di Jember

Motif perampokan dan pembunuhan di Jember, Jawa Timur, yang dilakukan pelaku adalah karena Ita tidak memberi uang pinjaman dan ingin menguasai harta korban
Suami Bunuh Istri di Duren Sawit, Pelaku Bekap Korban Sampai Mati Lemas Usai Berhubungan Badan karena Minta Cerai

Suami Bunuh Istri di Duren Sawit, Pelaku Bekap Korban Sampai Mati Lemas Usai Berhubungan Badan karena Minta Cerai

Warsoni warga Duren Sawit, Jakarta Timur, tega membunuh istrinya, Senti, usai berhubungan badan. Pelaku membekap hidung dan mulut korban hingga mati lemas.
Selengkapnya
Viral
Jadwal Hari Ini
Jam
Jadwal Acara
Dua Sisi
21:00 - 22:00
Kabar Utama
22:00 - 22:30
Cover Story One
22:30 - 23:30
Kabar Hari Ini
23:30 - 00:00
Kabar Arena
00:00 - 01:00
Kabar Dunia
Selengkapnya