News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dua Dekade Erdogan Memimpin Turki, Berpotensi Perkuat "Status Quo" Perang di Ukraina

Tidak banyak politikus di dunia yang dapat memimpin negerinya hingga mencapai jangka waktu sekitar dua dekade, Recep Tayyip Erdogan salah satunya
Selasa, 30 Mei 2023 - 14:10 WIB
Presiden Turki Tayyip Erdogan bersiap untuk memberikan suaranya, di luar tempat pemungutan suara saat putaran kedua pemilihan presiden di Istanbul, Turki, Sabtu (28/5/2023).
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Reuters-Hannah McKa/hp.​​​​​​​

Jakarta, tvOnews.com - Kemenangan Recep Tayyip Erdogan pada putaran kedua pada Pemilu Turki, dengan perolehan suara sebanyak 52,14 persen, menjadikan Erdogan Politikus di dunia yang memimpin negerinya dalam waktu sekitar dua dekade. 

Kemenangan mutlak yang diraih Erdogan juga telah dibuka dan dihitungnya kotak suara yang mencapai 99,43 persen. Sementara, Kemal Kilicdaroglu hanya menerima 47,86 persen.

Kepala Dewan Pemilu Turki, Ahmet Yener menyatakan bahwa dengan ada perbedaan lebih dari 2 juta suara di antara kandidat, maka sisa kotak suara yang belum dihitung dinilai tidak akan bisa mengubah hasil yang ada.

Kilicdaroglu, yang menantang Erdogan dalam Pilpres Turki tahun ini, menyatakan bahwa pemilihan kali ini adalah "pemilihan yang paling tidak adil selama bertahun-tahun". Namun demikian, Kilicdaroglu menyatakan bahwa dirinya tidak akan mempersengketakan hasil pemilu presiden tersebut.


                      Presiden Jokowi Bersalaman dengan Recep Tayyip Erdogan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ucapan selamat dari berbagai kepala negara berdatangan dari seluruh penjuru dunia, salah satunya dari Presiden Rusia Vladimir Putin.

Putin, dalam pesan kepada Erdogan seperti dikutip Reuters, menyatakan memberikan selamat kepada "teman baik" Erdogan atas kemenangannya dalam pilpres.

Selain itu, Putin menyatakan bahwa kemenangan dalam pemilu tersebut merupakan hasil alamiah dari kerja tanpa pamrih yang dilakukan Erdogan sebagai kepala negara Republik Turki.


Kebijakan independen

Putin juga memuji Erdogan yang dinilai telah melaksanakan kebijakan luar negeri yang independen. Kebijakan Erdogan yang dinilai tidak selalu patuh kepada kepentingan sejumlah negara Barat, terutama dari Amerika Serikat dan Uni Eropa, yang sangat menentang invasi Rusia ke Ukraina.

Tidak hanya Putin, rivalnya Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, melalui cuitan Twitter, menyatakan pihaknya "mengandalkan penguatan kemitraan strategis untuk manfaat negara mereka, sebagaimana memperkuat kerja sama untuk keamanan dan stabilitas di Eropa".

Dengan menekankan kepada "kerja sama untuk keamanan dan stabilitas di Eropa", tidak sukar untuk dibaca bahwa Zelenskyy juga menginginkan Erdogan agar dapat memperkuat posisinya untuk menentang invasi Rusia yang telah berjalan lebih dari setahun.



Tidak lupa berbagai pihak pendukung Ukraina juga mengucapkan selamat atas kemenangan Erdogan, misalnya, Presiden Dewan Uni Eropa Charles Michel melalui Twitter menyatakan bahwa pihaknya ingin memperdalam hubungan Uni Eropa-Turki. Pesan serupa juga ditulis oleh kepala Komisi Eropa Ursula von der Leyen dalam Twitternya terkait dengan kemenangan Erdogan.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Joe Biden juga menyampaikan selamat serta berharap agar kerja sama kedua negara seperti dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dapat diperkuat.

Selama ini pemberian status keanggotaan NATO bagi Swedia masih terhambat oleh persetujuan pemerintahan Turki di bawah arahan Presiden Erdogan.

Bukan rahasia umum pula bahwa terhambatnya perluasan NATO selama ini, menurut kantor berita Reuters, menjadi duri dalam hubungan bilateral antara Washington dan Ankara. (ant/mii)

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Berbagai pihak turut ikut berperan dalam menopang mobilitas fasilitas kesehatan diberbagai daerah Indonesia.
OTW Timnas Calling! Putra Legenda Inggris yang Pernah Bela Persib Dikabarkan Jadi Calon Naturalisasi Baru Malaysia

OTW Timnas Calling! Putra Legenda Inggris yang Pernah Bela Persib Dikabarkan Jadi Calon Naturalisasi Baru Malaysia

Cayden Cole, putra mantan penyerang Timnas Inggris Carlton Cole, dikabarkan tertarik membela Timnas Malaysia pada masa mendatang.
Masuk Grup Neraka di Piala Asia 2027, John Herdman Bilang Timnas Indonesia Siap Beri Kejutan

Masuk Grup Neraka di Piala Asia 2027, John Herdman Bilang Timnas Indonesia Siap Beri Kejutan

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memancarkan optimisme tinggi usai Skuad Garuda dipastikan tergabung di Grup F Piala Asia 2027 bersama dua raksasa Asia ...
Bukan Cuma Panel Surya, Ini 5 Tantangan Besar Transisi Energi di Asia Tenggara

Bukan Cuma Panel Surya, Ini 5 Tantangan Besar Transisi Energi di Asia Tenggara

Transisi energi Asia Tenggara menghadapi tantangan jaringan listrik, baterai, pendanaan, dan regulasi. Kombinasi ini dapat dikembangkan secara modular dan
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Mobil Bergaya RWB Ingin Tampil Beda Tanpa Cat Ulang? Ini Teknologi Wrapping Gentian Blue yang Wajib Disimak

Mobil Bergaya RWB Ingin Tampil Beda Tanpa Cat Ulang? Ini Teknologi Wrapping Gentian Blue yang Wajib Disimak

Tampilan mobil bergaya RWB bisa diperbarui lewat wrapping Gentian Blue bertekstur liquid metal. Gaya modifikasi mobil ala Rauh-Welt Begriff (RWB)

Trending

Akses Kerja Masih Tertutup, Ratusan Karyawan Minta Gubernur Jakarta Turun Tangan

Akses Kerja Masih Tertutup, Ratusan Karyawan Minta Gubernur Jakarta Turun Tangan

Ratusan karyawan Club de Arjuna mendesak Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung turun tangan membuka akses menuju tempat usaha mereka yang masih tertutup tembok.
Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Berbagai pihak turut ikut berperan dalam menopang mobilitas fasilitas kesehatan diberbagai daerah Indonesia.
Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral kabar tsunami 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dipastikan hoaks oleh Badan Geologi. Simak fakta erupsi, status Waspada, dan radius aman
Hasil Kualifikasi Sprint Race F1 GP Singapura 2026: Max Verstappen Sukses Amankan Pole Position Asapi George Russell

Hasil Kualifikasi Sprint Race F1 GP Singapura 2026: Max Verstappen Sukses Amankan Pole Position Asapi George Russell

Hasil Kualifikasi Sprint Race F1 GP Singapura 2026 yang berlangsung di Sirkuit Marina Bay, Jumat 9 Oktober dengan sukses Max Verstappen amankan pole position.
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Selengkapnya

Viral