Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional Keluarkan Fatwa: Membiarkan Gaza dan Palestina Dihancurkan adalah Pengkhianatan terhadap Alloh dan Rasulnya
- media sosial X/Quds News Network
Jakarta, tvonenews.com - Informasi terbaru mengenai perkembangan perang Israel-Palestina, Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional mendeklarasikan fatwa mengenai Palestina.
Sebagaimana dikutip dari siaran Quds News Network yang dibagikan di linimasa X (twitter), Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional membacakan pernyataan pers yang berisi fatwa mengenai Palestina.
Berikut kutipan lengkap fatwa yang dibacakan Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional, sebagaimana dikutip Kamis (2/11/2023) berikut ini:
Rezim yang berkuasa dan tentara resmi diwajibkan oleh Syariah Islam untuk segera melakukan intervensi guna menyelamatkan Gaza dari genosida dan pemusnahan massal.
Membiarkan Gaza dan Palestina dimusnahkan dan dihancurkan adalah pengkhianatan terhadap Allah dan Rasul-Nya dan merupakan salah satu dosa terbesar di hadapan Allah SWT.
Intervensi militer merupakan kewajiban syariah khususnya dari empat negara yang berbatasan dengan Palestina: Mesir, Yordania, Suriah, dan Lebanon.
Diketahui, perkembangan terkini tentara Israel memperluas serangan udara dan darat di Jalur Gaza, yang telah didera serangan udara tanpa henti sejak kelompok Hamas Palestina meluncurkan serangan mengejutkan terhadap Israel pada 7 Oktober.
Jumlah korban tewas akibat serangan Israel yang masih berlangsung di Jalur Gaza melonjak menjadi 8.525, kata Kementerian Kesehatan setempat.
"Korban meliputi 3.542 anak-anak dan 2.187 perempuan, sementara 21.542 orang lainnya luka-luka," kata juru bicara kementerian Ashraf al-Qudra dalam konferensi pers di Kota Gaza. Sementara itu, lebih dari 1.538 warga Israel juga tewas dalam konflik tersebut.
Serangan ke Kamp Pengungsi Jabalia
Dunia Arab serempak mengutuk Israel karena menyerang kamp pengungsi Jabalia di Gaza utara sehingga menewaskan dan melukai ratusan orang.
(tangkapan layar - kamp pengungsi Jabalia hancur. Sumber: Aljazeera)
Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Mesir, Yordania, Yaman dan Liga Arab menjadi di antara pihak Arab pertama yang bereaksi keras atas serangan Israel di kamp pengungsi Palestina tersebut.
"Arab Saudi mengutuk keras aksi tidak manusiawi pasukan pendudukan Israel yang menyasar kamp Jabalia," kata Kementerian Luar Negeri Arab Saudi seperti dilaporkan laman kantor berita Anadolu.
Saudi mendesak operasi militer Israel di Jalur Gaza dihentikan karena jika tidak bisa menciptakan bencana kemanusiaan yang menurut Saudi mesti dipertanggungjawabkan oleh Israel dan komunitas internasional.
Load more