News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Galaunya Negara Barat Bersikap Di Antara Perang Ukraina dan Perang Gaza

Dua peristiwa global penting saat ini telah menyingkapkan kegalauan Barat, baik Amerika Serikat maupun sekutu-sekutunya di Eropa. Dua kejadian itu adalah Perang Ukraina dan Perang Gaza.
Selasa, 5 Desember 2023 - 12:00 WIB
Barat di antara Perang Ukraina dan Perang Gaza
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com - Dua peristiwa global penting saat ini telah menyingkapkan kegalauan Barat, baik Amerika Serikat maupun sekutu-sekutunya di Eropa.

Dua kejadian itu adalah Perang Ukraina dan Perang Gaza.

Belum lama ini dalam wawancara dengan kantor berita Associated Press, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan kekhawatiran bahwa Perang Gaza akan membuat perhatian Barat ke Ukraina teralihkan.

Keadaan ini akan merugikan Ukraina, baik secara politik maupun militer, justru ketika perang Ukraina-Rusia memasuki tahap kritis yang disebut Zelenskyy dengan "fase baru".

Fase baru itu adalah musim dingin yang bisa memperumit medan perang, justru ketika kontra-ofensif Ukraina sepanjang musim panas gagal mencapai tujuan-tujuan besarnya.

Faktor terbesar untuk kegagalan itu adalah alat perang yang tidak dipenuhi sebesar dan secanggih seperti diminta Ukraina kepada Barat.

"Kami tak memperoleh semua senjata yang kami inginkan, saya tak bisa puas, namun juga tak mau terlalu banyak mengeluh," kata Zelenskyy.

Bukan hanya Zelenskyy yang mengkhawatirkan perhatian Barat teralihkan ke Timur Tengah.

Sejumlah pemimpin Eropa seperti Menteri Luar Negeri Lithuania Gabrielius Landsbergis juga menyebut konflik Gaza mengalihkan perhatian dunia dari konflik di Ukraina.

Landsbergis menilai Israel seketika menggeser Ukraina dari puncak prioritas Eropa setelah Rusia menginvasi Ukraina akhir Februari tahun lalu.

"Sudah jelas konflik di Timur Tengah membayangi apa yang terjadi di Ukraina," kata Perdana Menteri Belgia Alexander De Croo.

Kenyataannya, energi Amerika Serikat yang menjadi motor dukungan Barat untuk Ukraina, langsung dikerahkan ke Timur Tengah dan Israel.

Negara adidaya itu bahkan mengirimkan dua kapal induk ke dekat pantai Israel dan Gaza, guna mencegah Iran tidak 'memancing di air keruh' dalam konflik Gaza.

Tak ada manuver semacam itu di Laut Hitam dan Laut Baltik, justru ketika Amerika Serikat berulang kali menyatakan invasi Rusia Ukraina membahayakan kepentingan NATO di wilayah-wilayah yang dibatasi dua laut itu.

Padahal Amerika Serikat menyaksikan sendiri dua negara netral, Finlandia dan Swedia, bergegas meminta bergabung dengan pakta pertahanan Atlantik Utara itu, karena khawatir situasi Ukraina menimpa mereka, apalagi mereka tak memiliki payung keamanan NATO, seperti juga dialami Ukraina.


Tak terjadi dalam ruang hampa

Finlandia dan Swedia khawatir Rusia memicu perang karena wilayah mereka berdekatan atau berhadapan dengan Rusia, di samping terlibat beberapa kali sengketa dengan Rusia di era silam.

Memang AS langsung mengirimkan pasukan dan alat tempur ke negara-negara NATO di garis depan Ukraina, yakni Polandia dan tiga negara Baltik; Latvia, Lithuania dan Estonia.

Namun dalam dua peristiwa itu, Ukraina terlihat kalah penting ketimbang Israel, yang mungkin terjadi karena demikian kuatnya lobi Israel di Amerika Serikat dan Eropa Barat.

Padahal dengan cara itu Barat berjudi dengan kemungkinan hilangnya landasan moral untuk menggalang dukungan dunia di Ukraina.

"Narasi Eropa menerapkan standar ganda dan munafik menjadi semakin kencang seiring dengan terus bertambahnya jumlah warga sipil yang tewas di Gaza. Situasi ini akan mempersulit upaya mencapai konsensus Ukraina dalam forum-forum internasional," kata Luigi Scazzieri dari lembaga think tank, Centre for European Reform.

Orang-orang seperti Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg tak mau melihat realitas seperti itu. Dia menegaskan bahwa situasi Gaza dan situasi Ukraina jauh berbeda.

"Ukraina tak pernah mengancam Rusia, Ukraina tak pernah menyerang Rusia," kata Stoltenberg. "Sebaliknya, invasi Rusia di Ukraina adalah invasi tanpa sebab terhadap negara lain."

Stoltenberg benar dalam beberapa hal, tapi dia melupakan situasi-situasi sebelum serangan Hamas pada 7 Oktober yang memicu serangan balasan Israel di Jalur Gaza.

Dia lupa, diskriminasi, kebijakan aparthied Israel dan pengusahaan tanah-tanah Palestina yang diduduki Israel oleh pemukim-pemukim Yahudi, tak bisa tidak disebut terpisah dari faktor yang mempengaruhi militansi Palestina.

Bahkan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pernah menyatakan serangan Hamas pada 7 Oktober itu "tidak terjadi dalam ruang hampa", yang artinya terjadi tidak tanpa alasan.

Ketika Israel murka untuk kemudian meminta Guterres dilucuti dari jabatannya, Portugal yang menjadi negara asal Guterres menolak seruan Israel itu.

Menteri Luar Negeri Portugal Joao Gomes Cravinho menegaskan tak akan menarik Guterres, pun tak akan mengingatkan diplomat besarnya itu.

Itu adalah salah satu contoh mengenai pecah sikap di Eropa. Mereka terbelah karena sikap mendua mereka sendiri dalam konflik Ukraina dan Gaza.

Perbedaan pendapat itu tak hanya terjadi antar negara anggota Uni Eropa, tapi juga antar badan blok kawasan tersebut.


Kehilangan landasan moral

Perbedaan sikap itu salah satunya terlihat dari reaksi atas kunjungan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen ke Israel pada 13 Oktober.

Lawatan itu membuat murka Presiden Dewan Eropa Charles Michel yang seperti halnya Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell, amat mempedulikan kemarahan dunia Arab terhadap sikap Barat dalam konflik Israel-Palestina.

Perbedaan sikap itu tidak hanya mengancam kekompakan Eropa, namun juga mengganggu komitmen mereka kepada Ukraina.

Lembaga think tank Amerika Serikat, Institute for the Study of War, baru-baru ini menyampaikan analisisnya bahwa pemerintah Rusia berusaha terus mengeksploitasi konflik di Gaza demi menguatkan retorika anti campur tangan Barat di Ukraina, mendemoralisasi rakyat Ukraina dan meyakinkan rakyat Rusia bahwa Barat mengalihkan perhatian ke Israel.

Dua peristiwa yang menjadi ujian berat bagi Barat itu, membuat pertarungan membela Ukraina di forum diplomasi global pun menjadi lebih sulit.

Pada 2 Maret 2022, Majelis Umum PBB dengan mulus mengadopsi resolusi menolak invasi Rusia ke Ukraina, yang disebut dalam resolusi itu sebagai "invasi brutal". Resolusi itu juga menuntut Rusia agar segera menarik pasukannya dari Ukraina dan menaati hukum internasional.

Resolusi itu didukung oleh 141 negara. Cuma lima negara yang menentang, sedangkan 35 negara memilih abstain.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Update Klasemen Medali Asian Games 2026, 26 September: Hanya Tambah Dua Medali, Indonesia turun Tiga Peringkat

Update Klasemen Medali Asian Games 2026, 26 September: Hanya Tambah Dua Medali, Indonesia turun Tiga Peringkat

Update klasemen medali Asian Games 2026 Sabtu 26 September setelah seluruh cabor menyelesaikan pertandingan pada hari Jumat kemarin.
Ole Romeny Alami Dejavu, Kevin Diks Ulangi Aksi Jay Idzes saat Timnas Indonesia Hajar Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026

Ole Romeny Alami Dejavu, Kevin Diks Ulangi Aksi Jay Idzes saat Timnas Indonesia Hajar Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026

Ole Romeny mengungkap momen dejavu saat Kevin Diks menyerahkan penalti kepadanya ketika Timnas Indonesia mengalahkan Singapura 2-0 di FIFA ASEAN Cup 2026.
Reaksi Erick Thohir usai Timnas Indonesia Menang Atas 2-0 dan FIFA ASEAN Cup 2026 Resmi Dibuka

Reaksi Erick Thohir usai Timnas Indonesia Menang Atas 2-0 dan FIFA ASEAN Cup 2026 Resmi Dibuka

Erick Thohir bangga Indonesia menjadi tuan rumah perdana FIFA ASEAN Cup 2026. Kebanggaan makin lengkap setelah Timnas Indonesia menang 2-0 atas Singapura
Kata-kata Berkelas John Herdman usai Timnas Indonesia Sukses Balas Dendam Atas Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026

Kata-kata Berkelas John Herdman usai Timnas Indonesia Sukses Balas Dendam Atas Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026

John Herdman mengungkap perjuangan Timnas Indonesia saat mengalahkan Singapura 2-0 di FIFA ASEAN Cup 2026. Ia juga memuji Ole Romeny dan catatan clean sheet.
Jadwal Asian Games 2026, Sabtu 26 September: Bulu Tangkis Tunggal Mulai Hari Ini dan Perebutan Medali di Kano dan Marathon

Jadwal Asian Games 2026, Sabtu 26 September: Bulu Tangkis Tunggal Mulai Hari Ini dan Perebutan Medali di Kano dan Marathon

Jadwal Asian Games 2026, Sabtu 26 September yang merupakan hari ke-8 penyelenggaraan multi event terbesar se-Asia ini.
Kolaborasi dengan Korlantas Polri, Jasa Raharja Gelar IRSMS Award

Kolaborasi dengan Korlantas Polri, Jasa Raharja Gelar IRSMS Award

PT Jasa Raharja (Persero) bersama Korlantas Polri memberikan penghargaan kepada jajaran kepolisian yang berpartisipasi aktif dalam mendukung pengelolaan dan pelaporan data kecelakaan lalu lintas melalui Integrated Road Safety Management System (IRSMS).

Trending

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Jadwal Asian Games 2026, Sabtu 26 September: Bulu Tangkis Tunggal Mulai Hari Ini dan Perebutan Medali di Kano dan Marathon

Jadwal Asian Games 2026, Sabtu 26 September: Bulu Tangkis Tunggal Mulai Hari Ini dan Perebutan Medali di Kano dan Marathon

Jadwal Asian Games 2026, Sabtu 26 September yang merupakan hari ke-8 penyelenggaraan multi event terbesar se-Asia ini.
Sadis! Video Viral Ini Rekam Detik-detik Penganiayaan Anak di Bekasi

Sadis! Video Viral Ini Rekam Detik-detik Penganiayaan Anak di Bekasi

Video viral di media sosial memperlihatkan seorang anak diduga menjadi korban penganiayaan oleh rekannya di salah satu sekolah wilayah Rawa Lumbu, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Korban diduga mengalami lebam hingga pembuluh daerah mata pecah.
Reaksi Erick Thohir usai Timnas Indonesia Menang Atas 2-0 dan FIFA ASEAN Cup 2026 Resmi Dibuka

Reaksi Erick Thohir usai Timnas Indonesia Menang Atas 2-0 dan FIFA ASEAN Cup 2026 Resmi Dibuka

Erick Thohir bangga Indonesia menjadi tuan rumah perdana FIFA ASEAN Cup 2026. Kebanggaan makin lengkap setelah Timnas Indonesia menang 2-0 atas Singapura
Kolaborasi dengan Korlantas Polri, Jasa Raharja Gelar IRSMS Award

Kolaborasi dengan Korlantas Polri, Jasa Raharja Gelar IRSMS Award

PT Jasa Raharja (Persero) bersama Korlantas Polri memberikan penghargaan kepada jajaran kepolisian yang berpartisipasi aktif dalam mendukung pengelolaan dan pelaporan data kecelakaan lalu lintas melalui Integrated Road Safety Management System (IRSMS).
Kata-kata Berkelas John Herdman usai Timnas Indonesia Sukses Balas Dendam Atas Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026

Kata-kata Berkelas John Herdman usai Timnas Indonesia Sukses Balas Dendam Atas Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026

John Herdman mengungkap perjuangan Timnas Indonesia saat mengalahkan Singapura 2-0 di FIFA ASEAN Cup 2026. Ia juga memuji Ole Romeny dan catatan clean sheet.
Jamintel Kejagung Tekankan Peran Aslinmas-Abpednas di Lampung

Jamintel Kejagung Tekankan Peran Aslinmas-Abpednas di Lampung

Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat (Aslinmas) dan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) Provinsi Lampung resmi dilantik.
Selengkapnya

Viral