News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

SBY: Dunia Krisis Kepemimpinan, Multilateralisme Harus Diperkuat

Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyoroti krisis kepemimpinan global dan melemahnya multilateralisme dalam forum Tokyo Conference 2025, yang dihelat di Tokyo Prince Hotel, Jepang, Selasa (4/3).
Selasa, 4 Maret 2025 - 20:34 WIB
Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyoroti krisis kepemimpinan global dan melemahnya multilateralisme dalam forum Tokyo Conference 2025, yang dihelat di Tokyo Prince Hotel, Jepang.
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyoroti krisis kepemimpinan global dan melemahnya multilateralisme dalam forum Tokyo Conference 2025, yang dihelat di Tokyo Prince Hotel, Jepang, Selasa (4/3). Dalam pidato kuncinya, SBY menekankan pentingnya kerja sama internasional untuk mengatasi konflik global, perubahan iklim, dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

"Kita hidup di dunia yang penuh gejolak, di mana kepercayaan terhadap tatanan berbasis aturan semakin goyah," ujar SBY. Ia menyoroti berbagai konflik yang masih berlangsung, seperti di Ukraina, Gaza, Kongo, Sudan, dan Myanmar, sebagai bukti bahwa dunia belum berhasil mencapai perdamaian yang diharapkan sejak berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1945.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

SBY juga mengkritisi mundurnya beberapa negara besar dari komitmen multilateral, seperti Amerika Serikat yang menarik diri dari Perjanjian Iklim Paris dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Menurutnya, hal ini memperparah krisis kepemimpinan global.

"Ketika satu negara menarik diri, harus ada negara lain yang siap melangkah maju," katanya. "Dunia sangat membutuhkan kepemimpinan yang berani, berwawasan luas, dan mampu menawarkan solusi, bukan malah memperburuk keadaan."

Reformasi Dewan Keamanan PBB

Untuk memperkuat multilateralisme, SBY mengusulkan beberapa langkah. Di antaranya, mereformasi Dewan Keamanan PBB dengan membatasi hak veto negara-negara P5, meningkatkan operasi perdamaian, serta menjamin pendanaan yang stabil bagi PBB agar tidak mudah dipolitisasi.

SBY juga menekankan pentingnya kepemimpinan kolektif dalam berbagai isu global. "Tidak ada satu negara pun yang mampu menghadapi tantangan global sendirian," ujar SBY. Ia menyebut, misalnya, Indonesia bisa memimpin dalam perlindungan hutan, Jepang dalam teknologi iklim, Uni Eropa dalam pendanaan karbon, dan China dalam pengembangan kendaraan listrik (EV).

SBY menutup pidatonya dengan mengajak negara-negara dunia kembali pada semangat kerja sama, kemitraan, dan kolaborasi. "Jika kita ingin menghindari bencana iklim, mencegah perang dunia, dan mengurangi penderitaan manusia, tidak ada jalan lain selain bekerja sama," katanya. "Seperti kata pepatah Afrika, jika ingin pergi cepat, pergilah sendiri. Tapi jika ingin pergi jauh, pergilah bersama."

Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono
Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono
Sumber :
  • Istimewa

 

Peringati 80 tahun Berdirinya PBB

Konferensi yang juga menghadirkan secara online Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dan mantan Perdana Menteri Selandia Baru Helen Clark ini berfokus menyoroti kerja sama internasional dan pemulihan perdamaian dalam rangka memperingati 80 tahun berdirinya PBB.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tokyo Conference, untuk diketahui, diselenggarakan oleh Genron NPO, sebuah lembaga pemikir independen nirlaba yang berbasis di Jepang. Didirikan pada tahun 2001 oleh Yasushi Kudo -- yang hingga kini menjadi presidennya -- Genron NPO bertujuan memperkuat demokrasi di Jepang, mempromosikan perdamaian di Asia Timur Laut, dan mengembangkan solusi bagi berbagai masalah global.

Dengan berlangsungnya Tokyo Conference 2025, dunia diingatkan kembali bahwa di tengah ketidakpastian global, demokrasi, kepemimpinan visioner, dan kerja sama internasional tetap menjadi kunci dalam menjaga perdamaian dan kemakmuran bersama.(chm)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gempa Hari Ini, Pulau Terluar Enggano Bengkulu Diguncang Gempa Berkekuatan Magnitudo 5,4

Gempa Hari Ini, Pulau Terluar Enggano Bengkulu Diguncang Gempa Berkekuatan Magnitudo 5,4

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa magnitudo 5,4 di Pulau Enggano Bengkulu tersebut terjadi pada pukul 05.50 WIB, Jumat (24/7).
Ramalan Zodiak 25 Juli 2026: Aries Untung Besar, Cancer Tahan Jajan

Ramalan Zodiak 25 Juli 2026: Aries Untung Besar, Cancer Tahan Jajan

Ramalan zodiak keuangan 25 Juli 2026 hadir lengkap dengan angka keberuntungan! Aries untung besar dan Cancer diminta tahan jajan di Sabtu akhir pekan ini.
Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Hebat yang Melumat Rumah Kontrakan di Makassar

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Hebat yang Melumat Rumah Kontrakan di Makassar

Dalam peristiwa kebakaran tersebut dua orang warga dikabarkan meninggal dunia. Sementara satu orang mengalami luka bakar akibat terbakarnya dua unit rumah kontrakan tersebut.
China Harap Eskalasi di Timur Tengah Tak Berlanjut

China Harap Eskalasi di Timur Tengah Tak Berlanjut

Pemerintah China berharap eskalasi di Timur Tengah tidak berlanjut di tengah aksi saling serang antara Amerika Serikat dan Iran khususnya terkait lalu lintas di Selat Hormuz.
Jadwal SEA V Cup 2026, Jumat 24 Juli: Indonesia Main Hari Ini, Filipina jadi Lawan Terakhir Farhan Halim Cs di Fase Grup

Jadwal SEA V Cup 2026, Jumat 24 Juli: Indonesia Main Hari Ini, Filipina jadi Lawan Terakhir Farhan Halim Cs di Fase Grup

Jadwal SEA V Cup 2026, hari Jumat 24 Juli akan tersaji pertandingan terakhir Timnas Voli Indonesia di fase grup vs Filipina di Jakarta International Velodrom.
Dalami Kasus Kematian Dokter Residen RSUD Siak, Polisi Periksa CCTV dan Ponsel Korban

Dalami Kasus Kematian Dokter Residen RSUD Siak, Polisi Periksa CCTV dan Ponsel Korban

Kasus kematian dokter residen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Riau di Rumah Sakit Umum Daerah Tengku Rafian Kabupaten Siak, dr Alex Cristo Loris terus diselidiki satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Siak, Riau.

Trending

Upaya Peningkatan Perlindungan PMI Berbasis Digital, Aplikasi Ini Siapkan Fitur Darurat

Upaya Peningkatan Perlindungan PMI Berbasis Digital, Aplikasi Ini Siapkan Fitur Darurat

Kasus kekerasan yang kerap dialami oleh Pekerja Migran Indonesia (PMI) menjadi perhatian publik.
Dibuang Ipswich Town, Manajer Millwall Terpukau Penampilan Elkan Baggott Hingga Ancam Posisi Kapten Tim

Dibuang Ipswich Town, Manajer Millwall Terpukau Penampilan Elkan Baggott Hingga Ancam Posisi Kapten Tim

Elkan Baggott kembali dipercaya untuk tampil bersama Millwall FC dalam masa pramusim dengan laga uji coba melawan Gillingham.
Geledah Kantor Bupati dan PUPR Lombok Barat, KPK Sita Dokumen hingga Catatan Keuangan

Geledah Kantor Bupati dan PUPR Lombok Barat, KPK Sita Dokumen hingga Catatan Keuangan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan serangkaian penggeledahan dalam upaya penyidikan kasus dugaan korupsi berkaitan dengan benturan kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa, suap, serta penerimaan lainnya atau gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.
Wang Yi: Laut China Selatan Jangan Hambat Hubungan Tiongkok-ASEAN

Wang Yi: Laut China Selatan Jangan Hambat Hubungan Tiongkok-ASEAN

Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi mengharapkan agar masalah Laut China Selatan tidak menghambat hubungan antara Tiongkok dan negara-negara ASEAN yang sudah terjalin dengan baik.
Canda Prabowo Sebut Cak Imin, Dasco dan Bahlil Pemimpin Kancil: Kalau 3 Orang Itu Kumpul Repot Kita

Canda Prabowo Sebut Cak Imin, Dasco dan Bahlil Pemimpin Kancil: Kalau 3 Orang Itu Kumpul Repot Kita

Presiden Prabowo Subianto berkelakar bahwa selain Cak Imin dan Sufmi Dasco, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia juga merupakan seorang 'pemimpin kancil'.
John Herdman Tambah Kekuatan Timnas Indonesia, Intip 26 Pemain yang Diprediksi Jadi Skuad Piala AFF 2026

John Herdman Tambah Kekuatan Timnas Indonesia, Intip 26 Pemain yang Diprediksi Jadi Skuad Piala AFF 2026

John Herdman akan memanggil 26 pemain Timnas Indonesia untuk menatap Piala AFF 2026.
Sinyal Kuat Naturalisasi Baru Timnas Indonesia? Stafsus Menteri Hukum Ungkap Laurin Ulrich Masuk Radar PSSI, Pernah Jadi Kapten Jerman

Sinyal Kuat Naturalisasi Baru Timnas Indonesia? Stafsus Menteri Hukum Ungkap Laurin Ulrich Masuk Radar PSSI, Pernah Jadi Kapten Jerman

Kali ini, nama gelandang muda kelahiran Jerman, Laurin Ulrich, mencuat setelah Staf Khusus Menteri Hukum RI, Noor Korompot, memberikan isyarat bahwa pemain berdarah Indonesia tersebut tengah masuk dalam pantauan PSSI.
Selengkapnya

Viral