News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Thailand–Kamboja Rampungkan Dialog Awal, Buka Jalan Akhiri Konflik Perbatasan

Thailand dan Kamboja rampungkan dialog awal gencatan senjata, Thailand ajukan tiga syarat demi akhiri konflik perbatasan yang memicu pengungsian warga.
Kamis, 25 Desember 2025 - 13:42 WIB
Tentara Kamboja berjaga di kawasan perbatasan Prey Chan, Banteay Meanchey, Kamboja, Jumat (29/8/2025).
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com — Thailand dan Kamboja selangkah lebih dekat menuju penghentian konflik perbatasan setelah pejabat militer kedua negara merampungkan dialog awal guna membahas gencatan senjata permanen. Perundingan ini dinilai sebagai sinyal positif di tengah bentrokan sporadis yang telah berlangsung berbulan-bulan dan memaksa ribuan warga sipil mengungsi.

Dialog awal tersebut berlangsung pada Rabu (25/12/2025) di Pos Lintas Batas Ban Pakkad, Provinsi Chanthaburi, Thailand, dalam kerangka pertemuan tingkat sekretariat Komite Perbatasan Umum (General Border Committee/GBC) Thailand–Kamboja. Meski hanya berlangsung sekitar 35 menit, pertemuan ini menjadi titik penting dalam upaya deeskalasi konflik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Deputi Kepala Staf Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand, Jenderal Nattapong Prowkaew, yang memimpin delegasi Bangkok, menegaskan bahwa Thailand tetap berpegang pada sejumlah syarat utama sebelum menghentikan operasi militer di wilayah perbatasan.

“Kehadiran kami dalam pertemuan ini merupakan tanda yang baik dalam proses negosiasi gencatan senjata,” ujar Nattapong. Namun ia memilih tidak mengungkap secara rinci tanggapan pihak Kamboja demi menjaga iklim perundingan tetap kondusif.

Tiga Syarat Utama Thailand

Dalam dialog tersebut, Thailand menegaskan tiga tuntutan utama sebagai dasar menuju perdamaian permanen, yakni:

  1. Penghentian segera seluruh permusuhan di wilayah perbatasan Thailand–Kamboja.

  2. Komitmen gencatan senjata berkelanjutan yang dapat diverifikasi secara independen melalui mekanisme pengawasan pihak ketiga.

  3. Kerja sama konkret dalam operasi pembersihan ranjau, termasuk pelaksanaan operasi gabungan di sepanjang garis perbatasan.

Bangkok menilai isu ranjau darat menjadi salah satu ancaman utama bagi keselamatan warga sipil dan personel keamanan di kedua negara, sehingga membutuhkan penanganan bersama yang serius dan transparan.

Respons Kamboja dan Peran ASEAN

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pertemuan ini digelar atas permohonan resmi Kementerian Pertahanan Nasional Kamboja pada Senin (22/12/2025), yang meminta dimulainya kembali dialog dalam kerangka GBC. Langkah tersebut menyusul pertemuan darurat tingkat menteri ASEAN di Kuala Lumpur yang mendorong penyelesaian damai konflik Thailand–Kamboja.

Berdasarkan dokumen militer Thailand, Phnom Penh menyatakan kesiapannya mengikuti jalur perdamaian yang diinisiasi ASEAN. Dalam surat resmi dari Menteri Pertahanan Kamboja Jenderal Tea Seiha, pemerintah Kamboja mengusulkan agenda yang menitikberatkan pada:

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Elektrifikasi 2025 Dinilai Kurang Memuaskan, Prabowo Minta 5.700 Desa Dapat Pasokan Listrik

Elektrifikasi 2025 Dinilai Kurang Memuaskan, Prabowo Minta 5.700 Desa Dapat Pasokan Listrik

Presiden RI, Prabowo Subianto, memberi penekanan keras pada percepatan elektrifikasi nasional setelah terungkap masih ada ribuan desa di Indonesia yang belum menikmati aliran listrik.
Kabar Buruk Jelang FIFA Series 2026, Dua Pilar Timnas Indonesia Dipastikan Absen

Kabar Buruk Jelang FIFA Series 2026, Dua Pilar Timnas Indonesia Dipastikan Absen

Timnas Indonesia menerima kabar buruk menjelang pelaksanaan FIFA Series 2026. Di tengah harapan memaksimalkan turnamen yang digelar di kandang sendiri sebagai ajang evaluasi skuad dan pematangan taktik, dua pemain kunci dipastikan absen akibat sanksi dari FIFA.
Liga Malaysia Terancam Tak Diakui, AFC Blak-blakan Bongkar Ancaman Serius Ini

Liga Malaysia Terancam Tak Diakui, AFC Blak-blakan Bongkar Ancaman Serius Ini

Sepak bola Malaysia terancam memasuki masa kelam menyusul peringatan keras dari Sekretaris Jenderal Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Datuk Seri Windsor Paul John. Ia menegaskan bahwa Malaysia berpotensi menghadapi sanksi serius dari Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) jika Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) benar-benar dijatuhi hukuman skorsing.
Miris 70 Anak Terpapar Konten Kekerasan di Ruang Digital, Densus 88 Antiteror Polri: Rata-rata Korban Bullying

Miris 70 Anak Terpapar Konten Kekerasan di Ruang Digital, Densus 88 Antiteror Polri: Rata-rata Korban Bullying

Densus 88 Antiteror Polri menegaskan bahwa sebanyak 70 anak di 19 provinsi Indonesia yang terpapar konten kekerasan di ruang digital, perlu dilakukan penanganan prioritas.
PSSI Ambil Langkah Berani, Rekam Jejak John Herdman Bikin Asia Tenggara Terkejut

PSSI Ambil Langkah Berani, Rekam Jejak John Herdman Bikin Asia Tenggara Terkejut

Penunjukan John Herdman sebagai pelatih baru timnas Indonesia langsung menyita perhatian publik sepak bola Asia.
Bareskrim Polri Ungkap Grok AI untuk Konten Asusila Masuk Tindak Pidana

Bareskrim Polri Ungkap Grok AI untuk Konten Asusila Masuk Tindak Pidana

Dirtipidsiber Bareskrim Polri, Brigjen Himawan Bayu Aji angkat bicara soal dugaan penyalahgunaan fitur kecerdasan buatan Grok AI pada platform X, yang digunakan untuk memproduksi dan menyebarkan konten asusila, termasuk manipulasi foto pribadi.

Trending

PSSI Ambil Langkah Berani, Rekam Jejak John Herdman Bikin Asia Tenggara Terkejut

PSSI Ambil Langkah Berani, Rekam Jejak John Herdman Bikin Asia Tenggara Terkejut

Penunjukan John Herdman sebagai pelatih baru timnas Indonesia langsung menyita perhatian publik sepak bola Asia.
Liga Malaysia Terancam Tak Diakui, AFC Blak-blakan Bongkar Ancaman Serius Ini

Liga Malaysia Terancam Tak Diakui, AFC Blak-blakan Bongkar Ancaman Serius Ini

Sepak bola Malaysia terancam memasuki masa kelam menyusul peringatan keras dari Sekretaris Jenderal Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Datuk Seri Windsor Paul John. Ia menegaskan bahwa Malaysia berpotensi menghadapi sanksi serius dari Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) jika Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) benar-benar dijatuhi hukuman skorsing.
Resmi Bercerai, Ini Bagian Harta Gono-Gini Ridwan Kamil-Atalia Praratya

Resmi Bercerai, Ini Bagian Harta Gono-Gini Ridwan Kamil-Atalia Praratya

Eks Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil resmi bercerai dengan Atalia Praratya usai diputus oleh Pengadilan Agama (PA) Bandung.
Kabar Baik Diterima Chelsea! Cole Palmer Dipastikan Siap Main Lawan Fulham

Kabar Baik Diterima Chelsea! Cole Palmer Dipastikan Siap Main Lawan Fulham

Pelatih sementara Chelsea, Calum McFarlane, memastikan gelandang serang andalannya, Cole Palmer, siap dimainkan saat The Blues bertandang ke markas Fulham pada lanjutan pekan ke-21 Liga Inggris 2025/2026
Elektrifikasi 2025 Dinilai Kurang Memuaskan, Prabowo Minta 5.700 Desa Dapat Pasokan Listrik

Elektrifikasi 2025 Dinilai Kurang Memuaskan, Prabowo Minta 5.700 Desa Dapat Pasokan Listrik

Presiden RI, Prabowo Subianto, memberi penekanan keras pada percepatan elektrifikasi nasional setelah terungkap masih ada ribuan desa di Indonesia yang belum menikmati aliran listrik.
Kabar Buruk Jelang FIFA Series 2026, Dua Pilar Timnas Indonesia Dipastikan Absen

Kabar Buruk Jelang FIFA Series 2026, Dua Pilar Timnas Indonesia Dipastikan Absen

Timnas Indonesia menerima kabar buruk menjelang pelaksanaan FIFA Series 2026. Di tengah harapan memaksimalkan turnamen yang digelar di kandang sendiri sebagai ajang evaluasi skuad dan pematangan taktik, dua pemain kunci dipastikan absen akibat sanksi dari FIFA.
Hansi Flick Buka Suara Jelang Semifinal Piala Super Spanyol, Barcelona Tak Mau Gagal Pertahankan Gelar

Hansi Flick Buka Suara Jelang Semifinal Piala Super Spanyol, Barcelona Tak Mau Gagal Pertahankan Gelar

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, menegaskan target timnya untuk mempertahankan gelar juara Piala Super Spanyol.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT