Thailand–Kamboja Rampungkan Dialog Awal, Buka Jalan Akhiri Konflik Perbatasan
- Antara
-
Penghentian serangan secara segera
-
Pemulangan pengungsi sipil ke wilayah asal
-
Penguatan peran Tim Pengamat ASEAN (ASEAN Observer Team/AOT)
Selain itu, Kamboja mendorong implementasi segera Deklarasi Bersama Kuala Lumpur tertanggal 26 Oktober 2025 sebagai landasan penyelesaian sengketa secara damai.
Proposal tersebut juga mencakup pengaktifan kembali mekanisme bilateral yang telah ada, khususnya untuk menangani isu sensitif seperti demarkasi perbatasan dan operasi kemanusiaan, termasuk pembersihan ranjau.
Tahap Lanjutan Negosiasi
Usai dialog awal di Ban Pakkad, negosiasi tingkat sekretariat GBC secara penuh dijadwalkan berlangsung pada Kamis pagi waktu setempat. Dalam pertemuan lanjutan ini, delegasi Thailand dan Kamboja akan berupaya menyusun peta jalan (roadmap) menuju perdamaian yang berkelanjutan.
Peta jalan tersebut diharapkan mampu mengakhiri bentrokan sporadis yang selama beberapa bulan terakhir menciptakan ketegangan dan instabilitas di kawasan perbatasan, sekaligus memulihkan rasa aman bagi masyarakat sipil di kedua negara.
Jika pertemuan tingkat sekretariat GBC berjalan lancar dan menghasilkan kesepakatan formal, tahapan berikutnya adalah pertemuan langsung antara menteri pertahanan Thailand dan Kamboja yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (27/12/2025).
Harapan Akhiri Konflik Berkepanjangan
Konflik perbatasan Thailand–Kamboja selama ini menjadi salah satu isu sensitif di kawasan Asia Tenggara. Upaya dialog yang difasilitasi melalui mekanisme bilateral dan dukungan ASEAN dinilai krusial untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.
Rampungnya dialog awal ini memberi harapan baru bagi terciptanya stabilitas kawasan, sekaligus menegaskan peran diplomasi dan kerja sama regional sebagai jalan utama dalam menyelesaikan konflik antarnegara secara damai. (nsp)
Load more