Kontras Venezuela: Rakyat Sambut Penangkapan Maduro, Pemerintah Marah ke AS
- Anadolu
Jakarta, tvOnenews.com — Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat pada Sabtu, 3 Januari 2025, memicu reaksi yang tidak biasa dari rakyatnya sendiri. Alih-alih duka atau kemarahan, gelombang perayaan justru terlihat di berbagai penjuru dunia, terutama di kalangan diaspora Venezuela.
Bagi sebagian warga, momen ini dipandang sebagai simbol harapan setelah lebih dari satu dekade Venezuela terjerat krisis ekonomi, represi politik, dan eksodus besar-besaran penduduk. Meski ketidakpastian masih membayangi, penangkapan Maduro dianggap sebagai titik balik yang lama dinantikan.
Euforia di Kalangan Diaspora Venezuela
Perayaan paling terbuka terjadi di luar negeri. Ribuan warga Venezuela yang hidup di pengasingan turun ke jalan di berbagai kota dunia, mulai dari Madrid, Buenos Aires, Santiago, Lima, Quito, hingga Miami.
Di Madrid, warga Venezuela berkumpul di Puerta del Sol sambil mengibarkan bendera nasional dan menyebut peristiwa ini sebagai “hari kebebasan”. Suasana serupa juga terlihat di Doral, Florida, wilayah dengan komunitas Venezuela terbesar di Amerika Serikat.
Bagi diaspora, penangkapan Maduro bukan sekadar peristiwa politik, melainkan pengakuan atas penderitaan panjang yang mereka alami. Sejak 2014, sekitar 7,7 juta warga Venezuela meninggalkan negaranya akibat krisis ekonomi, hiperinflasi, kelangkaan pangan, dan ketidakstabilan politik.
Banyak dari mereka mengaku kehilangan keluarga, pekerjaan, hingga masa depan, sehingga kabar penangkapan ini disambut dengan air mata haru dan sorak kemenangan.
Reaksi Hati-hati Warga di Dalam Negeri
Berbeda dengan diaspora, reaksi warga di dalam Venezuela cenderung lebih berhati-hati. Di Caracas dan kota-kota besar lainnya, rasa lega bercampur dengan ketakutan.
Sebagian warga menyambut kabar tersebut secara diam-diam, menyebutnya sebagai “cahaya di ujung terowongan” setelah bertahun-tahun hidup dalam tekanan. Namun, situasi keamanan yang belum stabil membuat banyak orang enggan mengekspresikan kegembiraan secara terbuka.
Kekhawatiran terutama tertuju pada keberadaan kelompok bersenjata pro-pemerintah atau colectivos, serta tokoh-tokoh loyalis Maduro yang masih memegang pengaruh kuat di pemerintahan dan aparat keamanan.
Sejumlah warga mengaku takut keluar rumah atau berbicara terbuka, mengingat undang-undang yang disahkan parlemen pro-Maduro sebelumnya mengategorikan dukungan terhadap sanksi atau tindakan AS sebagai bentuk pengkhianatan.
Luka Panjang Krisis dan Represi
Perayaan ini tidak muncul tanpa alasan. Selama lebih dari satu dekade, rakyat Venezuela hidup di tengah krisis multidimensi. Hiperinflasi melumpuhkan daya beli, layanan kesehatan runtuh, dan pembatasan kebebasan sipil menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Banyak keluarga terpisah akibat migrasi paksa, sementara ribuan warga dilaporkan dipenjara atau menghilang dalam pusaran konflik politik. Bagi sebagian rakyat, penangkapan Maduro dipandang sebagai bentuk keadilan simbolik atas penderitaan yang lama diabaikan dunia internasional.
Meski demikian, banyak warga juga menyadari bahwa penangkapan ini bukan akhir dari persoalan. Proses pemulihan Venezuela diperkirakan akan panjang dan penuh tantangan, terutama jika loyalis Maduro masih mempertahankan kekuasaan di dalam negeri.
Antara Harapan dan Skeptisisme terhadap AS
Di balik euforia, muncul pula sikap skeptis terhadap peran Amerika Serikat. Sejumlah warga mempertanyakan konsistensi kebijakan Washington dan khawatir perubahan ini hanya bersifat sementara.
Namun, sebagian lainnya menilai keterlibatan AS membuka peluang baru, terutama jika diikuti dengan dukungan internasional untuk pemulihan ekonomi dan stabilitas politik Venezuela.
Bagi banyak rakyat Venezuela, penangkapan Nicolás Maduro bukan jaminan perubahan instan, melainkan sebuah kemungkinan. Setelah bertahun-tahun hidup tanpa kepastian, kemungkinan itu saja sudah cukup untuk dirayakan.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa sebuah momen politik global dapat dimaknai sangat berbeda oleh mereka yang merasakan langsung dampaknya. Bagi rakyat Venezuela, penangkapan Maduro adalah simbol runtuhnya rasa takut dan lahirnya kembali harapan, meski jalan menuju masa depan yang lebih baik masih panjang dan penuh risiko. (nsp)
Load more