Trump Dikecam Usai Unggah Video Rasis Obama, Gedung Putih Akui Kesalahan Staf
- ANTARA
Namun, sekitar 12 jam setelah video itu diunggah, muncul pengakuan yang tidak biasa dari pemerintahan Trump, yang dikenal jarang mengakui kesalahan. Seorang pejabat Gedung Putih yang tidak disebutkan namanya mengatakan unggahan tersebut dilakukan secara keliru oleh staf.
“Seorang staf Gedung Putih telah secara keliru membuat unggahan tersebut. Unggahan itu telah dihapus,” ujar pejabat tersebut kepada AFP.
Pengakuan ini muncul setelah tekanan publik semakin besar dan kritik mengalir dari berbagai kalangan, termasuk aktivis hak sipil dan kelompok anti-diskriminasi.
Trump Mengaku Tak Menonton Video Sepenuhnya
Trump kemudian angkat bicara saat berbicara kepada wartawan di pesawat kepresidenan Air Force One pada Jumat (6/2/2026) malam. Ia mengklaim tidak menonton keseluruhan video yang diunggah di akun media sosialnya tersebut.
“Saya hanya melihat bagian pertama, dan saya tidak melihat keseluruhannya,” kata Trump. Ia menambahkan bahwa dirinya menyerahkan video tersebut kepada staf untuk diposting, dan mereka juga tidak menonton video itu secara lengkap sebelum diunggah.
Trump tetap bersikeras bahwa video tersebut membahas dugaan kecurangan pemilu, bukan bermaksud menyerang keluarga Obama. Namun, pernyataan itu tidak meredam kritik yang sudah telanjur meluas.
Isu Rasisme Kembali Sorot Politik AS
Insiden ini kembali menyoroti isu rasisme dalam politik Amerika Serikat, terutama di tengah polarisasi yang semakin tajam menjelang kontestasi politik berikutnya. Barack Obama sendiri merupakan presiden kulit hitam pertama AS, sementara Michelle Obama dikenal luas sebagai figur publik yang vokal dalam isu pendidikan, kesehatan, dan kesetaraan sosial.
Sejumlah pengamat menilai, meskipun video tersebut hanya menampilkan potongan singkat, maknanya sangat kuat dan sensitif karena menyentuh stereotip rasial yang telah lama menjadi luka dalam sejarah Amerika.
Hingga kini, pihak Obama belum memberikan pernyataan resmi terkait video tersebut. Namun, kecaman publik terhadap unggahan Trump terus mengalir, sementara Gedung Putih menyatakan telah mengambil langkah dengan menghapus konten tersebut dan mengakui adanya kesalahan internal. (nsp)
Load more