Langit Teheran Membara, Khamenei Tewas, Warga Bergairah, Desak Pemerintah Iran Bombardir Amerika-Israel
- Majid Asgaripour/WANA via REUTERS
Teheran, tvOnenews.com - Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel masih terus memanas. Ketegangan terbaru ditandai dengan saling balas serangan rudal dan bom yang terjadi pada Senin (2/3/2026).
Menurut laporan Kontributor tvOne di Teheran, Sayyid Idrus Alhamid, masyarakat Iran diklaim tidak merasa gentar meski serangan dari Amerika Serikat dan Israel terus berlangsung.
Serangan udara yang terjadi justru disebut tidak menyurutkan aktivitas warga di ibu kota. Sejumlah titik keramaian di Teheran, seperti Azadi Square, tetap dipadati masyarakat.
“Mereka tetap berkumpul dan melantunkan doa-doa, terutama setelah pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas akibat serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat (AS),” ujar Sayyid.
Meski dentuman rudal dan bom masih terdengar di langit Teheran, warga dilaporkan tidak panik ataupun mengungsi.
“Masyarakat di Iran justru menuntut pemerintah untuk terus membalas serangan dari Amerika Serikat dan Israel, karena telah menyerang dan membunuh pemimpin tertinggi mereka,” katanya.

- Tangkapan layar AKIP tvOne
Laporan tersebut juga menyebutkan eskalasi serangan Iran terhadap Amerika Serikat dan Israel terus meningkat.
“Salah satu juru bicara elite militer Iran mengatakan bahwa peperangan ini baru saja dimulai,” tambahnya.
Dampak Penyerangan di Teheran
Dampak kerusakan akibat serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terlihat di sejumlah titik di Teheran. Meski demikian, situasi tersebut disebut tidak melumpuhkan aktivitas kota.
Pemerintah setempat memang meliburkan aktivitas umum selama tujuh hari. Namun, kehidupan warga di Teheran disebut tetap berjalan.

- Majid Asgaripour/WANA via REUTERS
“Masyarakat di Teheran masih beraktivitas seperti biasa. Intinya, Teheran tidak menjadi kota ‘hantu’, justru tetap ramai,” ujarnya.
Warga juga tidak mengosongkan kota. Aktivitas seperti salat berjamaah dan berbuka puasa bersama tetap dilaksanakan.
“Hingga saat ini tidak ada infrastruktur yang hancur total dan tidak ada masyarakat yang melarikan diri karena takut,” tutupnya. (abs)
Load more