AS Cabut Pembatasan Minyak Rusia, 100 Juta Barel yang Terjebak Transit Kini Bisa Dijual
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Keputusan Amerika Serikat untuk mencabut sejumlah pembatasan terhadap minyak Rusia diperkirakan berdampak besar pada pasar energi global. Kebijakan terbaru itu memungkinkan sekitar 100 juta barel minyak Rusia yang saat ini sedang dalam perjalanan atau transit untuk kembali diperdagangkan.
Informasi tersebut disampaikan oleh pejabat Rusia yang menyebut langkah Washington sebagai pengakuan bahwa stabilitas pasar energi global sulit dijaga tanpa pasokan dari Rusia.
Kepala Dana Investasi Langsung Rusia atau RDIF sekaligus utusan khusus Presiden Rusia untuk kerja sama ekonomi dengan negara asing, Kirill Dmitriev, mengatakan pencabutan pembatasan ini berpotensi membuka kembali akses penjualan bagi jutaan barel minyak Rusia yang sebelumnya terhambat oleh sanksi.
Menurut Dmitriev, kebijakan baru tersebut secara langsung berkaitan dengan minyak Rusia yang telah dimuat ke kapal sebelum tenggat waktu tertentu.
Sekitar 100 Juta Barel Minyak Rusia Terkena Dampak
Dalam pernyataannya, Dmitriev menjelaskan bahwa kebijakan baru dari pemerintah Amerika Serikat akan memengaruhi sekitar 100 juta barel minyak Rusia yang saat ini berada dalam status transit di berbagai jalur pengiriman internasional.
Minyak tersebut sebelumnya menghadapi ketidakpastian akibat pembatasan yang diterapkan terhadap ekspor energi Rusia.
Ia mengungkapkan bahwa Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent telah mengumumkan langkah pelonggaran kebijakan tersebut. Dalam keputusan itu, pemerintah AS tidak hanya melonggarkan aturan pembelian minyak Rusia oleh India, tetapi juga mencabut pembatasan terhadap minyak Rusia yang telah dimuat ke kapal hingga Kamis (12/3).
Dengan kebijakan tersebut, minyak Rusia yang sudah berada di jalur distribusi dapat kembali diperdagangkan secara legal.
Rusia Nilai Pasar Energi Global Masih Bergantung
Dmitriev menilai langkah Washington tersebut secara tidak langsung menunjukkan bahwa pasar energi dunia masih sangat membutuhkan pasokan dari Rusia.
Menurutnya, stabilitas harga energi global akan sulit dipertahankan jika suplai minyak Rusia terus dibatasi.
“Dengan pencabutan pembatasan ini, Amerika Serikat pada dasarnya mengakui bahwa pasar energi global tidak dapat tetap stabil tanpa pasokan dari Rusia,” kata Dmitriev dalam pernyataannya.
Ia juga menambahkan bahwa di tengah meningkatnya tekanan terhadap sektor energi dunia, kemungkinan pelonggaran pembatasan terhadap produk energi Rusia masih terbuka ke depan.
Load more