Eropa Terbelah Sikapi Ajakan Trump untuk Amankan Selat Hormuz
- ANTARA
Moskow, tvOnenews.com- Peran apa pun dari Swedia dalam memastikan keamanan jalur pelayaran Selat Hormuz. disebut Perdana Menteri Ulf Kristersson tak relevan.
"Anda harus tetap tenang. Saat ini banyak pembicaraan, tetapi tidak relevan bagi Swedia untuk berpartisipasi," kata Kristersson seperti dikutip media daring Sweden Herald.
Pernyataan Kristersson itu muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan sekutu Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) bahwa aliansi itu menghadapi "masa depan yang sangat buruk" jika mereka gagal membantu Amerika mengamankan Selat Hormuz.
Kristersson mengatakan bahwa negara Nordik itu memiliki sedikit kemampuan untuk memengaruhi kawasan Timur Tengah. Sumber daya Swedia saat ini sedang difokuskan pada Ukraina, ujarnya.
Sikap Belanda
Belanda sedang mempertimbangkan untuk berpartisipasi dalam misi perlindungan pelayaran di Selat Hormuz, tetapi belum membuat keputusan, kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Belanda Tom Berendsen, Senin.
"Terkait tindakan spesifik di Selat Hormuz, kami akan mempelajari apa yang berpotensi mungkin terjadi, apa masalahnya, dan apa yang dapat dilakukan. Ini adalah keputusan penting dan yang terpenting harus layak. Jadi, saat ini saya belum membuat keputusan," kata Berendsen kepada wartawan.
Berendsen berpendapat bahwa mengirimkan beberapa kapal ke jalur air yang penting itu tidak akan menyelesaikan masalah keamanan di Timur Tengah. Dunia sedang memantau situasi di selat tersebut dengan cermat, katanya.
Dia menambahkan bahwa ada baiknya untuk mempertimbangkan peluang kerja sama dengan sejumlah mitra internasional.
Sementara itu, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas mengatakan para menlu negara-negara anggota Uni Eropa mempertimbangkan opsi untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran. Para menlu itu melakukan pertemuan guna membahas hal tersebut di Brussels, Senin.
Pada 28 Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, termasuk di Teheran, hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran pun membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer milik Amerika yang berada di Timur Tengah.
Eskalasi konflik itu telah menyebabkan blokade secara de facto terhadap Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.
Load more