Soal Selat Hormuz, Ini Sikap Xi Jinping
- ANTARA
Beijing, tvOnenews.com - Normalisasi Selat Hormuz merupakan prioritas utama bagi Tiongkok maupun masyarakat internasional sehingga harus terus diupayakan. Demikian benang merah pandangan Presiden China Xi Jinping saat berbicara melalui telepon dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud, Senin (20/4) sore.
"Selat Hormuz harus tetap mempertahankan kelancaran lalu lintas pelayaran yang normal, karena jalur tersebut melayani kepentingan bersama negara-negara di kawasan tersebut maupun masyarakat internasional. China mendukung negara-negara di kawasan tersebut dalam membangun 'rumah bersama' yang dilandasi semangat bertetangga baik," kata Presiden Xi dalam laman Kementerian Luar Negeri China.
Mengenai situasi terkini di Timur Tengah dan kawasan Teluk, Presiden Xi menegaskan bahwa China menyerukan gencatan senjata sesegera mungkin dan komprehensif.
"China mendukung segala upaya yang kondusif bagi pemulihan perdamaian, serta mendukung penyelesaian sengketa melalui jalur politik dan diplomatik," tambah Presiden Xi.
Presiden Xi juga menyatakan bahwa China sangat mementingkan hubungan dengan Arab Saudi, dan senantiasa menjaga sikap saling menghormati, kesetaraan, dan saling menguntungkan dengan Arab Saudi.
Sementara Putra Mahkota Mohammed bin Salman menyatakan konflik bersenjata yang sedang berlangsung di Timur Tengah mengancam keamanan negara-negara Teluk serta memberikan gangguan hebat terhadap pasokan energi global dan kinerja ekonomi dunia.
"Arab Saudi berkomitmen untuk menyelesaikan sengketa dan perbedaan pendapat melalui dialog, serta berharap dapat mencegah terjadinya eskalasi lebih lanjut," kata Mohammed bin Salman.
Ia menyebut China merupakan negara besar yang bertanggung jawab, yang secara konsisten menjunjung tinggi posisi yang adil serta mendukung negara-negara Timur Tengah dalam mengupayakan semangat bertetangga baik, dialog, dan kerja sama.
"Arab Saudi siap memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan China guna menjaga gencatan senjata, mencegah berulangnya permusuhan, menjamin keselamatan dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz, serta bekerja sama untuk menemukan jalan menuju perdamaian dan stabilitas yang langgeng di kawasan tersebut," katanya menambahkan.
Konflik Iran-Amerika Serikat dan Israel hingga saat ini juga belum mereda dengan Presiden AS Donald Trump mengancam akan meledakkan “banyak bom” jika gencatan senjata dengan Iran berakhir.
Load more