Soal Selat Hormuz, Ini Sikap Xi Jinping
- ANTARA
"Banyak bom akan mulai meledak," kata Trump kepada PBS News, Senin (20/4), ketika ditanya tentang kemungkinan tersebut.
Pada Minggu (19/4), Trump mengatakan delegasi AS sedang menuju Islamabad, Pakistan, untuk putaran kedua negosiasi dengan Iran pasca putaran pertama perundingan pada 11-12 April lalu gagal menghasilkan kesepakatan.
Namun Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei pada Minggu (19/4) mengatakan bahwa Iran tidak memiliki rencana untuk menggelar putaran baru perundingan dengan AS.
“Republik Islam Iran tidak menerima batas waktu atau ultimatum apa pun dalam memperjuangkan kepentingan nasionalnya,” kata Baqaei.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam percakapan telepon dengan mitranya dari Pakistan, Ishaq Dar, juga mengatakan bahwa ancaman terbaru AS terhadap pelabuhan, pesisir, dan kapal Iran, disertai tuntutan yang dinilainya bertentangan dan tidak masuk akal, menunjukkan Washington tidak serius dalam diplomasi.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, termasuk di Teheran, hingga menyebabkan kerusakan dan jatuhnya korban sipil. Iran menanggapi dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu hingga 22 April 2026.
Menyusul gagalnya negosiasi pertama pada 12 April di Islamabad, Trump memerintahkan Angkatan Laut AS untuk memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran, guna memaksa Teheran kembali ke meja perundingan.
Sehingga pada 13 April, Angkatan Laut AS mulai menutup semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran di kedua sisi Selat Hormuz, yang menyumbang sekitar 20 persen dari pasokan minyak, produk minyak bumi, dan LNG global.(ant)
Load more