Kronologi Pembajakan Kapal Tanker di Somalia, 4 WNI Masih Disandera dan Menunggu Proses Penyelamatan
- istimewa
Jakarta, tvOnenews.com — Kasus pembajakan kapal tanker di perairan Somalia kembali menjadi perhatian publik. Kapal tanker Honour 25 dilaporkan dibajak saat berlayar di wilayah rawan tersebut, dengan total 17 awak kapal di dalamnya, termasuk empat Warga Negara Indonesia (WNI) yang hingga kini masih berada dalam penyanderaan.
Peristiwa ini menyoroti kembali ancaman keamanan di jalur pelayaran internasional, khususnya di kawasan perairan Somalia yang dikenal rawan aksi perompakan.
Kronologi Awal: Sinyal Ancaman dari Kapten Kapal
Pembajakan kapal tanker Honour 25 bermula dari komunikasi terakhir antara kapten kapal, Ashari Samadikun, dengan istrinya, Santi Sanaya.
Pada Selasa, 20 April 2026 sekitar pukul 19.30 WITA, Ashari sempat melakukan panggilan video dan mengirim pesan suara yang mengabarkan adanya potensi serangan bajak laut.
Dalam pesan tersebut, ia menyebut kapal yang dinahkodainya berada dalam ancaman serius.
Tak lama setelah itu, komunikasi mulai terganggu. Ponsel Ashari sempat aktif, namun tidak memberikan respons saat dihubungi kembali oleh keluarga.
Kapal Dibajak di Perairan Somalia
Sehari setelah komunikasi tersebut, tepatnya pada 21 April 2026, kapal tanker Honour 25 resmi dibajak oleh perompak di perairan Somalia.
Kapal berbendera Oman itu diketahui sedang dalam perjalanan dari Oman menuju wilayah Somalia saat insiden terjadi.
Total terdapat 17 awak kapal di dalamnya, dengan komposisi:
-
4 WNI
-
10 warga Pakistan
-
1 warga India
-
1 warga Myanmar
Empat WNI tersebut berasal dari Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Komunikasi Terputus dan Kabar Mencekam
Beberapa jam setelah pesan suara terakhir, komunikasi antara Ashari dan keluarganya terputus total. Situasi ini membuat keluarga diliputi kecemasan.
Baru pada Jumat malam, 24 April 2026, komunikasi kembali terjalin melalui panggilan video. Dalam percakapan tersebut, Ashari terlihat berada di bawah pengawasan para perompak bersenjata.
Meski tidak dalam kondisi disekap secara fisik, suasana di kapal tampak tegang. Para awak kapal berada di tengah tekanan psikologis akibat situasi yang tidak menentu.
Permintaan Tebusan dan Ancaman
Dalam komunikasi tersebut, diketahui bahwa para perompak meminta tebusan kepada pihak kapal. Bahkan, terdapat ancaman serius jika permintaan tersebut tidak dipenuhi.
Load more