Polri Buka Suara soal Dugaan Penculikan WNI oleh Tentara Israel, Dua Jurnalis Republika Ikut Misi Kemanusiaan Gaza
- istimewa
Republika Kecam Intersepsi Militer Israel
Republika juga mengecam keras tindakan intersepsi yang disebut dilakukan militer Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional.
Andi Muhyiddin menilai tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan prinsip kemanusiaan universal.
“Ini juga pelanggaran terhadap prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza,” kata Andi.
Ia menegaskan keselamatan dua jurnalis Republika yang ikut dalam misi tersebut kini menjadi perhatian serius pihak redaksi.
Republika juga menyatakan dukungan terhadap seluruh relawan kemanusiaan internasional yang ikut dalam pelayaran bantuan menuju Gaza.
“Kami berdiri bersama para relawan kemanusiaan dunia. Kami menolak terhadap segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional,” ujarnya.
Dugaan Penculikan WNI Jadi Sorotan
Kasus dugaan penculikan WNI oleh tentara Israel ini kini menjadi perhatian publik Indonesia, terutama karena melibatkan jurnalis dan relawan kemanusiaan.
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi lebih lanjut terkait kondisi para relawan Indonesia yang berada dalam rombongan Global Sumud Flotilla 2026.
Sementara itu, pernyataan dari Divisi Hubungan Internasional Polri menegaskan bahwa belum ada laporan resmi yang masuk terkait dugaan penculikan tersebut.
Publik kini menanti langkah pemerintah Indonesia dalam merespons kabar dugaan intersepsi dan penculikan relawan Indonesia di tengah misi kemanusiaan menuju Gaza. (nsp)
Load more