News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Reaksi Mojtaba Khamenei usai Kesepakatan Damai AS-Iran, Meski Merestui tapi Soroti Trump: Dia Putus Asa

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei menyebut langkah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump putus asa dan bersikeras mewujudkan perdamaian.
Jumat, 19 Juni 2026 - 15:38 WIB
Mojtaba Khamenei, anak dari mendiang Ali Khamenei
Sumber :
  • ANTARA

Teheran, tvOnenews.com - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei menyoroti langkah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Perhatian itu setelah AS dan Iran menyepakati damai.

Mulanya, Mojtaba Khamenei bereaksi terkait kesepakatan menghentikan perang di Timur Tengah. Keputusan tersebut terjadi usai Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menandatangani nota kesepahaman yang disetujui oleh dua negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kabar Donald Trump menandatangani kesepakatan damai langsung diungkap oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Keduanya saat itu makan malam bersama usai berakhirnya KTT G7 di Istana Versailles.

Mojtaba Khamenei mengaku memiliki pandangan berbeda. Kendati demikian, Pemimpin Tertinggi Iran tersebut tetap merestui kesepakatan damai kedua negara.

"Pada prinsipnya saya memiliki pandangan yang berbeda soal nota kesepahaman, tetapi saya mengizinkan karena komitmen yang diberikan oleh Presiden (Iran) yang terhormat sebagai ketua Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, atas nama dirinya sendiri dan anggota lainnya," ujar Mojtaba Khamenei dalam pernyataannya dibacakan melalui televisi pemerintah dikutip tvOnenews.com dari AFP, Jumat (19/6/2026).

Mojtaba mendukung keputusan Masoud Pezeshkian. Ia melihat sang Presiden melindungi hak-hak bangsa dan Front Perlawanan yang dilakukan oleh Iran.

Mojtaba Khamenei Singgung Langkah Presiden AS Donald Trump

Presiden AS Donald Trump
Presiden AS Donald Trump
Sumber :
  • dok.humas Prabowo

Kemudian, ia juga memberikan pujian kepada para pejabat Iran. Mereka membantu kesepakatan damai melalui penandatanganan MoU berjalan dengan baik.

Sebaliknya, Mojtaba menyinggung Trump. Pemimpin Tertinggi Iran itu menilai Presiden AS telah putus asa agar bisa mewujudkan kesepakatan damai dengan Iran.

"Tentu saja, Presiden AS yang putus asa menggunakan berbagai titik tawar untuk tujuan ini," katanya.

Putra dari mendiang Ayatollah Ali Khamenei ini mengaku sudah mendapat jaminan diberikan Masoud Pezeshkian. Ia menegaskan, Iran tidak akan menyetujui apabila AS menuntut secara berlebihan.

Bagaimana Kelanjutan Diplomasi antara Iran dan AS?

Ilustrasi Bendera AS dan Iran
Ilustrasi Bendera AS dan Iran
Sumber :
  • Antara

Lebih lanjut, Mojtaba menyampaikan catatan tegasnya. Tentu saja, hal ini berkaitan dengan kelanjutan diplomasi antara Iran dan AS untuk ke depannya.

Ia mengatakan bahwa, Iran tidak akan menerima negosiasi tatap muka apabila kembali digelar di masa mendatang. Hal itu terjadi jika mendapatkan sudut pandang dari lawan atau musuhnya.

Pernyataan tertulis ini sebagai reaksi pertamanya. Mojtaba langsung berbicara tentang kesepakatan damai Iran dan AS yang resmi ditandangani secara jarak jauh pada Rabu (17/6/2026) waktu setempat.

Adapun penandatanganan MoU kesepakatan belasan poin yang ditentukan menjadi tanda permusuhan berakhir secara permanen yang berlaku di semua front, termasuk Lebanon.

Kesepakatan ini juga menjadi tanda memulai gencatan senjata selama 60 hari, pencabutan blokade AS terhadap Iran, membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu 30 hari, mengajukan program rekonstruksi senilai US$ 300 miliar, serta mencabut sanksi dari AS.

(hap)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

AFC Resmi Tunda Piala Asia ke Desember 2027, WAFF Buka Kans Gelar Piala Asia Barat untuk Isi Kekosongan Turnamen

AFC Resmi Tunda Piala Asia ke Desember 2027, WAFF Buka Kans Gelar Piala Asia Barat untuk Isi Kekosongan Turnamen

Opsi menggelar Piala Asia Barat adalah untuk mengisi kekosongan Piala Asia 2027 yang seharusnya digelar pada 7 Januari 2027 mendatang.
Cari Akar Masalah dan Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Polda Metro Jaya Data Warga Kampung Boncos

Cari Akar Masalah dan Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Polda Metro Jaya Data Warga Kampung Boncos

Polda Metro Jaya melakukan pendataan terhadap warga yang tinggal di Kampung Boncos atau yang dikenal dengan Kampung Narkoba di Palmerah, Jakarta Barat, pada Rabu (4/11/2026). Pihaknya akan melakukan penataan lingkungan, peningkatan SDM, hingga memastikan warga mempunyai pekerjaan yang layak.
Tanggapi Polemik Beeru Stevia, BPOM Segera Panggil Doktif dan Cek Data

Tanggapi Polemik Beeru Stevia, BPOM Segera Panggil Doktif dan Cek Data

Produk pemanis minuman saat ini beragam, salah satunya ada Beeru Stevia. Beberapa waktu viral karena diduga mengandung pemanis buatan.
Link Live Streaming Liga Voli Vietnam 2026: Farhan Halim Vs Boy Arnez, Rivan Nurmulki Hadapi Pemuncak Klasemen

Link Live Streaming Liga Voli Vietnam 2026: Farhan Halim Vs Boy Arnez, Rivan Nurmulki Hadapi Pemuncak Klasemen

Link live streaming Liga Voli Vietnam 2026 pada Rabu (4/11/2026), di mana tiga pemain andalan Timnas Voli Indonesia yakni Rivan Nurmulki, Farhan Halim, dan Boy Arnez akan kembali unjuk gigi.
Hanny Kristianto Sentil Herri Pras, Soroti Ucapan Kontroversial soal UAH, UAS hingga Habib Umar

Hanny Kristianto Sentil Herri Pras, Soroti Ucapan Kontroversial soal UAH, UAS hingga Habib Umar

Pendakwah Hanny Kristianto ikut angkat bicara mengenai polemik Herri Pras yang ramai diperbincangkan setelah kediamannya didatangi sekelompok orang tak dikenal.
Habib Bahar Buka Suara soal Aksi Unjuk Rasa Penolakan Konser Andrea Bocelli: Ada Sebab dan Alasan

Habib Bahar Buka Suara soal Aksi Unjuk Rasa Penolakan Konser Andrea Bocelli: Ada Sebab dan Alasan

Habib Bahar bin Smith buka suara soal aksi unjuk rasa penolakan konser di Andrea Bocelli JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (3/11/2026) malam. Habib Bahar mengatakan penolakan konser ada sebab dan alasannya.

Trending

Soal Pengerahan Pasukan dalam Skala Besar ke Jakarta, Ini Penjelasan TNI

Soal Pengerahan Pasukan dalam Skala Besar ke Jakarta, Ini Penjelasan TNI

Tentara Nasional Indonesia kerahkan pasukan dalam skala besar ke Jakarta. TNI AL mengerahkan 20.980 personel untuk mendukung pengamanan di ibu kota DKI Jakarta.
Soroti Pernyataan Herri Pras yang Diduga Mencela Tokoh Agama UAH dan UAS, Koh Hanny: Tidak Mencerminkan Ajaran Islam

Soroti Pernyataan Herri Pras yang Diduga Mencela Tokoh Agama UAH dan UAS, Koh Hanny: Tidak Mencerminkan Ajaran Islam

Konten kreator Herri Pras menuai kecaman karena konten-kontennya ada yang menghina tokoh agama atau pihak tertentu.
Presiden Prabowo Tahu Dirinya Disadap dari Laporan Kapolri Suyudi Ario Seto

Presiden Prabowo Tahu Dirinya Disadap dari Laporan Kapolri Suyudi Ario Seto

Yusril menjelaskan laporan penyadapan disampaikan Kapolri kepada Prabowo dan sejumlah menteri merupakan persoalan serius yang menyangkut kepentingan negara.
Kronologi Pembunuhan Istri Pengacara di Indramayu, Korban Ditemukan Hangus Terbakar dalam Mobil

Kronologi Pembunuhan Istri Pengacara di Indramayu, Korban Ditemukan Hangus Terbakar dalam Mobil

Komariah ditemukan meninggal dunia dalam kondisi hangus terbakar di dalam mobilnya di kawasan hutan jati Desa Cikamurang, Terisi, Indramayu, Selasa (3/11/2026).
Jadwal KRL Hari Ini 4 November 2026 Rute JIS-Jakarta Kota, Ada Puluhan Perjalanan

Jadwal KRL Hari Ini 4 November 2026 Rute JIS-Jakarta Kota, Ada Puluhan Perjalanan

Jadwal KRL hari ini 4 November 2026 rute Jakarta International Stadium (JIS)-Jakarta Kota tersedia dalam puluhan perjalanan. Cek di sini.
Simak Sebelum Berangkat, Inilah Jadwal KRL 4 November 2026 Rute Jakarta Kota-Nambo

Simak Sebelum Berangkat, Inilah Jadwal KRL 4 November 2026 Rute Jakarta Kota-Nambo

Ada belasan perjalanan yang tersedia. Simak sebelum berangkat. Inilah jadwal KRL rute Jakarta Kota-Nambo hari ini 4 November 2026.
Ponsel Pribadi Presiden Prabowo Disadap, Yusril: Pemerintah Akan Lakukan Evaluasi

Ponsel Pribadi Presiden Prabowo Disadap, Yusril: Pemerintah Akan Lakukan Evaluasi

Sejumlah institusi negara memang memiliki kewenangan untuk melakukan penyadapan dengan menggunakan perangkat khusus sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Selengkapnya

Viral