Respons Darurat Gempa Dahsyat Venezuela, Indonesia Siaga Terjunkan Tim Penyelamat
- REUTERS
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Venezuela resmi memberlakukan status darurat nasional setelah guncangan gempa bumi dahsyat melanda negara tersebut pada Rabu malam waktu setempat.
Keputusan ini diumumkan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, menyusul kerusakan masif di berbagai wilayah, termasuk lumpuhnya infrastruktur transportasi utama.
"Kami menetapkan status darurat nasional, sebagaimana diatur dalam konstitusi kami," ujar Rodriguez melalui sebuah pidato video.
Bencana ini memaksa penutupan total Bandara Maiquetia, gerbang udara utama Venezuela, akibat kerusakan yang sangat parah.
Rodriguez memaparkan bahwa dampak terburuk dirasakan di ibu kota Caracas di mana banyak gedung runtuh, serta kerusakan signifikan di negara bagian Miranda, La Guaira, Aragua, Carabobo, dan Falcon.
"Sejumlah wilayah dilaporkan terdampak sangat parah. Di ibu kota Caracas, gedung-gedung runtuh di berbagai area. Negara bagian Miranda dan La Guaira juga mengalami kerusakan signifikan, termasuk juga wilayah Aragua, Carabobo, dan Falcon," jelas Rodriguez.
Merespons krisis kemanusiaan tersebut, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyatakan kesiapannya untuk mengirimkan bantuan personel guna membantu proses evakuasi.
Deputi Operasi Basarnas, Edy Prakoso, menegaskan di Jakarta pada Kamis (25/6) bahwa pihaknya hanya tinggal menunggu komando dari pemerintah pusat sebelum bertolak ke Venezuela.
"Jadi Basarnas selalu siap bila diminta untuk membantu evakuasi korban gempa di Venezuela atas keputusan pemerintah pusat," ungkap Edy.
Indonesia memiliki Tim Pertolongan Internasional (INASAR) yang terdiri dari personel Basarnas dengan sertifikasi medium class dari International Search And Rescue Advisory Group (INSARAG).
Tim ini sebelumnya telah memiliki rekam jejak dalam menangani bencana besar di luar negeri, seperti di Turki dan Myanmar.
Hingga saat ini, Basarnas masih memantau perkembangan melalui aplikasi internal dan mencatat belum adanya permintaan resmi dari Venezuela maupun surat dari kedutaan besar terkait bantuan pencarian dan pertolongan (SAR).
Selain memantau kebutuhan operasi, Basarnas juga berupaya memastikan keselamatan warga negara Indonesia di wilayah terdampak.
"Saya juga sudah menanyakan langsung ke KBRI di Brasil untuk mengonfirmasi apakah ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang ikut terdampak oleh kejadian bencana tersebut," tambah Edy.
Load more