Mengapa di Pemakaman Ali Khamenei Surah Ali Imran Ayat 13 Bergema saat Delegasi Arab Saudi Berikan Penghormatan Terakhir?
- Antara
Banyak pengamat menilai pemilihan ayat ini bukanlah sebuah kebetulan belaka. Muncul pertanyaan besar di kalangan analis: apakah pembacaan ayat Perang Badar ini merupakan bentuk penghormatan, sindiran diplomatik yang menusuk, atau justru gabungan dari keduanya?
- Antara
Kode Keras Iran untuk Sikap 'Muka Dua' Arab Saudi
Jika ditafsirkan secara positif, ayat tersebut memang mengingatkan pada kemenangan monumental perdana umat Islam sekaligus menjadi pengikat memori peradaban yang sama-sama dimiliki oleh Teheran dan Riyadh.
Namun, jika dibedah dari sudut pandang konflik teranyar di Timur Tengah, maknanya menjadi terasa jauh lebih tajam dan mengerikan.
Sudah bukan rahasia lagi bahwa selama eskalasi perang berkecamuk, Arab Saudi dinilai secara diam-diam tetap bermain aman di ketiak Amerika Serikat (AS).
Bahkan, santer beredar laporan intelijen yang menyebut Riyadh diduga ikut melancarkan operasi serangan rahasia untuk melemahkan Iran.
Melalui lantunan ayat tersebut, Iran seolah mengirim pesan menohok: saat Israel dan AS mencoba menyeret kawasan Timur Tengah ke dalam jurang kehancuran, Arab Saudi justru memilih tiarap dan berkhianat.
Sebaliknya, Iran digambarkan sebagai representasi "pasukan sedikit" yang sukses bertahan, melawan, dan justru keluar dari konflik dengan posisi yang jauh lebih kuat, termasuk keberhasilan mereka yang kian nyata dalam mencengkeram kendali Selat Hormuz.
Arab Saudi sendiri bukan satu-satunya negara yang hadir dalam prosesi kolosal tersebut. Tercatat ada lebih dari 30 delegasi dari berbagai belahan dunia yang datang menerobos barikade untuk memberikan penghormatan terakhir.
Kehadiran para pejabat tinggi lintas negara ini langsung dimanfaatkan Iran sebagai panggung unjuk kekuatan (show of force) diplomatik.
- Anadolu via Antara.
Teheran sukses membuktikan kepada dunia bahwa mereka masih sangat jauh dari kata terisolasi, sekaligus menampar ambisi besar yang selama ini digelorakan oleh Washington dan Tel Aviv.
Skenario pembacaan ayat Al-Qur'an yang berbeda bagi setiap delegasi disinyalir sengaja dirancang oleh otoritas Iran.
Ayat-ayat tersebut menjadi indikator hierarki, bagaimana cara Teheran menguliti dan mencatat dengan saksama posisi serta keterlibatan masing-masing pemerintah negara asing terhadap isu regional mereka.
Load more