KBRI Tokyo Gelar Akad Nikah Bersama Perdana di Sapporo
- KBRI Tokyo
Berbeda dengan di Indonesia yang memiliki KUA/Dukcapil di setiap kecamatan, pernikahan WNI di Jepang harus dilaporkan ke perwakilan RI. Untuk WNI muslim, agar mendapatkan buku nikah dan tercatat secara resmi di SIMKAH, calon mempelai harus melangsungkan akad nikah yang diselenggarakan oleh KBRI Tokyo/KJRI Osaka. Ke depan, program Akad Nikah Bersama ini akan dilakukan di kota-kota lain di Jepang sebagai komitmen peningkatan pelayanan yang optimal bagi WNI di Jepang.
“Selamat berbahagia untuk teman-teman yang menikah. Semoga Tuhan YME menyertai perjalanan rumah tangga dengan penuh keberkahan,” pesan tambahan dari Dubes Kartini kepada para mempelai.
“Saya juga uvapkan terima kasih kepada MWCINU Hokkaido, Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) Hokkaido, Komunitas Ngaji Kuy, Sahabat Hokkaido Indonesia (SaHI) dan Pengajian Muslimah Sakura, yang telah banyak membantu terlaksananya kegiatan ini” tambahnya.
Sementara itu dalam Khutbah Nikah yang disampaikan oleh K.H. Ahmad Musyaffa' Asady menitikberatkan keagungan sebuah akad nikah yang dilandasi dengan niat melaksanakan syariah Islam.
“Akad Nikah atau perjanjian pernikahan merupakan sesuatu yang agung. Untuk menjaga keagungan perjanjian tersebut, maka pernikahan harus dilandasi dengan niat yang benar, yaitu niat beribadah melaksanakan syariat. Karena memang Rasulullah SAW menegaskan, bahwa pernikahan merupakan salah satu sunnah Beliau. Bahkan dalam satu riwayat disebutkan, pernikahan sebagai upaya untuk menyempurnakan agama. Selanjutnya pernikahan ini harus diwarnai dengan nilai ketakwaan dalam menjalani ajaran agama,” tutur Ahmad Musyaffa' Asady.
Sebelum acara Akad Nikah Bersama, telah diselenggarakan juga pertemuan dengan masyarakat Hokkaido di Sapporo untuk berdiskusi mengenai berbagai hal terkait WNI yang bekerja dan tinggal di Jepang. Dalam kesempatan ini, Dara menyampaikan pentingnya terus saling jaga antar WNI dan tidak membiarkan jika ada WNI yang mengalami masalah dan tekanan di tempat kerja.
Sebagai catatan, per Desember 2025 tercatat sebanyak 12,841 WNI yang berada di Hokkaido, sedangkan pada tahun 2024, tercatat 8711 orang WNI berada di Hokkaido. Hal ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan sebanyak hampir 4000 orang. Diperkirakan jumlah ini akan terus bertambah di tahun 2026 ini.
Load more