News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

KJRI Cape Town Semarakkan HUT Ke-81 RI: Merawat Persatuan hingga Menghidupkan Jejak Sejarah Bangsa di Afrika Selatan

Rangkaian peringatan HUT RI Ke-81 di Cape Town dimulai sejak 19 Juli 2026 melalui berbagai kegiatan yang menyatukan masyarakat Indonesia di Cape Town, Afrika Selatan.
Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:30 WIB
KJRI Cape Town Semarakkan HUT Ke-81 RI.
Sumber :
  • KJRI Cape Town

Jakarta, tvOnenews.com - Ribuan kilometer dari tanah air tidak menyurutkan semangat masyarakat Indonesia di Cape Town dalam memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. KJRI Cape Town menyelenggarakan rangkaian kegiatan yang memadukan upacara bendera, olahraga, perlombaan tradisional, serta diplomasi bahasa dan budaya.

Puncak peringatan dilaksanakan melalui upacara pengibaran bendera Merah Putih pada 17 Agustus 2026 di KJRI Cape Town. Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh keluarga besar KJRI Cape Town, masyarakat dan diaspora Indonesia, para Anak Buah Kapal (ABK), serta keluarga dan sahabat Indonesia di Cape Town.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah upacara bendera, peringatan dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Konjen RI. Dalam tradisi Indonesia, tumpeng merupakan ungkapan rasa syukur sekaligus doa dan harapan untuk kebaikan pada masa mendatang. Pada peringatan HUT RI ke-81, prosesi tersebut mencerminkan rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diraih serta harapan agar Indonesia terus maju, bersatu, dan sejahtera.

Di tengah suasana kebangsaan yang hangat, upacara tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan panjang para pahlawan. Semangat perjuangan itu juga memiliki jejak yang kuat di Afrika Selatan melalui tokoh-tokoh Nusantara yang pernah diasingkan ke wilayah tersebut, antara lain Syekh Yusuf Al-Makassari dan Abdullah bin Qadhi Abdussalam atau Tuan Guru.

Rangkaian peringatan HUT RI Ke-81 di Cape Town dimulai sejak 19 Juli 2026 melalui Turnamen Bowling yang menyatukan masyarakat Indonesia di Cape Town. Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus memperkuat kebersamaan antarsesama warga Indonesia di tanah rantau.

Semangat yang sama berlanjut dalam Turnamen Bulu Tangkis pada 26 Juli 2026 di John Tyres Hall. Setiap reli, smash, dan sorak dukungan menghadirkan suasana penuh sportivitas dan semangat persatuan. Turnamen tersebut menjadi salah satu sarana untuk menjaga kekompakan diaspora Indonesia dan para ABK yang bekerja atau singgah di Cape Town.

Kemeriahan semakin terasa pada 2 Agustus 2026 ketika KJRI Cape Town menyelenggarakan berbagai perlombaan khas peringatan 17 Agustus. Masyarakat Indonesia, termasuk para ABK, mengikuti beragam kegiatan seperti lomba membaca puisi, balap karung, tarik tambang, tenis meja, serta sejumlah perlombaan lainnya.

Gelak tawa dan sorak sorai para peserta menghadirkan kembali suasana perayaan kemerdekaan seperti di tanah air. Di balik kemeriahan tersebut, tersimpan pesan penting mengenai persatuan, kekeluargaan, dan kecintaan kepada Indonesia yang tetap terpelihara meskipun masyarakat Indonesia berada jauh dari kampung halaman.

Hal yang menarik, beberapa peserta lomba membaca puisi merupakan anak-anak hasil perkawinan antara WNI dan warga negara asing yang mengikuti kelas khusus Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) KJRI Cape Town. Keberanian mereka tampil dan membacakan puisi dalam bahasa Indonesia menjadi gambaran nyata pentingnya pewarisan bahasa dan identitas Indonesia kepada generasi penerus di luar negeri.
 
Kemerdekaan yang Dirayakan melalui Bahasa Indonesia

Pada sore hari setelah pelaksanaan upacara bendera, KJRI Cape Town melanjutkan semangat peringatan kemerdekaan dengan membuka kelas BIPA daring angkatan kesembilan. Program tersebut terselenggara atas kerja sama KJRI Cape Town dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, dan telah dilaksanakan secara konsisten sejak 2022.

Pembukaan kelas BIPA pada Hari Kemerdekaan memiliki makna tersendiri. Bahasa Indonesia bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga identitas bangsa dan jembatan yang menghubungkan Indonesia dengan masyarakat dunia.

Sejak pertama kali diselenggarakan, kelas BIPA daring KJRI Cape Town memperoleh sambutan luas. Program BIPA tidak hanya menarik minat orang-orang dari Afrika Selatan, tetapi juga dari berbagai negara lain seperti Amerika Serikat, Ghana, Peru, Pakistan, Namibia, Uganda, Vietnam, Madagaskar, India, Nigeria, Botswana, Papua Nugini, Bangladesh, Inggris, Gambia, Rusia, dan Mozambik.

Jangkauan peserta lintas negara tersebut menunjukkan semakin besarnya ketertarikan masyarakat internasional terhadap bahasa dan kebudayaan Indonesia. Melalui kelas BIPA, para peserta tidak hanya mempelajari kosakata dan tata bahasa, tetapi juga mengenal keragaman budaya, sejarah, tradisi, dan kehidupan masyarakat Indonesia.

Selain kelas bagi warga asing, KJRI Cape Town membuka kelas khusus bagi anak-anak WNI berkewarganegaraan ganda, khususnya anak-anak dari perkawinan antara WNI dan warga negara asing yang belum lancar berbahasa Indonesia. Program ini menjadi bagian dari upaya menjaga keterhubungan mereka dengan Indonesia sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap akar budayanya.
Jejak Indonesia dalam Sejarah Afrika Selatan

Peringatan kemerdekaan Indonesia di Cape Town juga memiliki dimensi sejarah yang kuat. Afrika Selatan merupakan rumah bagi komunitas Cape Malay, yaitu komunitas Muslim yang sebagian leluhurnya berasal dari wilayah Indonesia dan tiba di Afrika Selatan sejak ratusan tahun lalu. Populasi komunitas tersebut kini diperkirakan telah melampaui 330.000 orang.

Kedekatan sejarah itu masih terlihat dalam berbagai unsur bahasa dan tradisi Cape Malay. Sejumlah kata bahasa Indonesia, seperti *puasa*, *buka puasa*, *lebaran*, dan *terima kasih*, masih dikenal di kalangan masyarakat Cape Malay. Tradisi *ratieb*, yang memiliki kemiripan dengan tradisi debus di Indonesia, juga menjadi salah satu warisan budaya yang menunjukkan hubungan historis kedua masyarakat.

Hubungan tersebut berawal pada masa Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC), ketika Tanjung Harapan dijadikan pos perdagangan dan tempat perbekalan bagi kapal-kapal yang melintasi rute antara Eropa dan Hindia Belanda. Wilayah itu juga digunakan sebagai tempat pengasingan tokoh politik dan agama dari berbagai wilayah koloni, termasuk Indonesia.

Salah satu tokoh terpenting adalah Syekh Yusuf Al-Makassari dari Gowa, yang diasingkan ke Cape Town karena perjuangannya melawan penjajahan Belanda. Selain dikenal sebagai salah satu tokoh yang berperan penting dalam perkembangan Islam di Afrika Selatan, perjuangannya juga menjadi inspirasi bagi perlawanan terhadap apartheid. Syekh Yusuf dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Indonesia pada 1995 dan penghargaan sebagai pahlawan nasional oleh Pemerintah Afrika Selatan pada 2005.

Tokoh lainnya, Abdullah bin Qadhi Abdussalam asal Tidore yang dikenal sebagai Tuan Guru, membangun Masjid Auwal pada 1794. Masjid pertama di Afrika Selatan tersebut hingga kini masih digunakan oleh masyarakat di kawasan Bo-Kaap, Cape Town, yang menjadi salah satu pusat komunitas Cape Malay.
 
Sebagai pengakuan atas pentingnya jejak sejarah tersebut, pada 2021 Pemerintah Afrika Selatan menetapkan sejumlah situs makam ulama asal Nusantara di Cape Town dan sekitarnya sebagai bagian dari warisan nasional. Situs-situs itu berkaitan dengan Syekh Yusuf Al-Makassari di Macassar; Tuan Dea Koasa dan Tuan Ismail Dea Malela asal Sumbawa di Simon’s Town; Syekh Mohamed Hassen Ghailbie Shah dan Tuan Kaape-ti-low asal Jawa di Signal Hill; serta Abdurahman Matebe Shah dan Sayed Mahmud asal Sumatra Barat di Constantia.

Rangkaian peringatan HUT RI Ke-81 di Cape Town dengan demikian tidak hanya menjadi perayaan kemerdekaan, tetapi juga momentum untuk merawat persatuan masyarakat Indonesia, memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia kepada dunia, serta menghidupkan kembali hubungan sejarah Indonesia - Afrika Selatan.

Melalui semangat kebersamaan yang terbangun dalam setiap kegiatan, KJRI Cape Town mengajak seluruh masyarakat Indonesia di wilayah kerjanya untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat solidaritas, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Walau terpisah ribuan kilometer dari tanah air, Merah Putih tetap berkibar di hati. Bersama merayakan, bersama menguatkan Indonesia. (rpi)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Modus Tersangka TPPO Tentara Bayaran Rusia, Korban Diiming-Imingi Gaji hingga Rp620 Juta

Modus Tersangka TPPO Tentara Bayaran Rusia, Korban Diiming-Imingi Gaji hingga Rp620 Juta

Adapun modus operandi yang dilakukan tersangka yaitu mempermudah korban untuk sampai ke Rusia menjadi tentara bayaran dan mengiming-imingi gaji yang besar.
Usai Sekian Purnama, Shayne Pattynama Resmi Masuk Skuad Persija saat Hadapi PSMS Medan di League Cup  ‎

Usai Sekian Purnama, Shayne Pattynama Resmi Masuk Skuad Persija saat Hadapi PSMS Medan di League Cup ‎

Shayne Pattynama secara resmi masuk dalam skuad dan dibawa Persija Jakarta untuk menghadapi PSMS Medan di laga perdana I League Cup 2026-2027.
Kakorlantas Polri Tekankan Keselamatan Perjalanan Saat Rakor Persiapan Nataru

Kakorlantas Polri Tekankan Keselamatan Perjalanan Saat Rakor Persiapan Nataru

Korlantas Polri bersama sejumlah stakeholder menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan Penyelenggaraan Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
Miris! Diduga Ikuti Saran Medis dari ChatGPT, Mantan Pegawai Amazon Meninggal Dunia

Miris! Diduga Ikuti Saran Medis dari ChatGPT, Mantan Pegawai Amazon Meninggal Dunia

Seorang mantan pegawai Amazon di Seattle, Amerika Serikat meninggal dunia diduga setelah ikuti saran medis yang diberikan ChatGPT. Pihak keluarga gugat OpenAI.
Istri Sah Dwi Bagus Martono Tak Tahu Suami Mutilasi Istri Siri dan Anak di Madiun, Akui sedang Ngajar di Sekolah

Istri Sah Dwi Bagus Martono Tak Tahu Suami Mutilasi Istri Siri dan Anak di Madiun, Akui sedang Ngajar di Sekolah

Martha Amalia Iflahah (34), istri sah Dwi Bagus Martono (40), tersangka kasus pembunuhan istri siri, Dini Hardiyanti (30), dan anak di Madiun mengaku tidak tahu peristiwa tersebut.
Bocah 10 Tahun Asal Koja Jakarta Utara Hilang: Dia Susah Sekali Bicara dan Menghindari Orang Baru

Bocah 10 Tahun Asal Koja Jakarta Utara Hilang: Dia Susah Sekali Bicara dan Menghindari Orang Baru

Berdasarkan informasi yang disebarluaskan dalam unggahan di Threads, anak laki-laki yang tengah dicari-cari keberadaannya tersebut diketahui berusia 10 tahun

Trending

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Melalui unggahannya di Threads, netizen tersebut mengungkapkan kekecewaannya lantaran transaksi tarik tunai dari rekening miliknya dibatasi sepihak oleh bank.
Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Prof. Endang Warsiki, Guru Besar IPB University, meninggal dunia pada 2 November 2026. Simak profil, pendidikan, perjalanan hidup, dan kontribusinya di bidang agroindustri.
Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

YouTuber Herri Pras digeruduk dan ditendang oleh sekelompok orang dari komunitas bela diri di kediamannya usai menyebarkan konten viral tantangan bertarung.
Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Nama YouTuber Herri Pras tengah menjadi sorotan setelah sebuah video memperlihatkan dirinya didatangi sekelompok pria bela diri. Ini profilnya.
Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Menurut pelaku AR (22), ia membunuh SF dengan cara mencelupkan kepala korban ke bak air di toilet dekat Stasiun Kebayoran Lama dan kakinya diangkat ke atas.
Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah

Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah

Seorang netizen meluapkan kekecewaannya terhadap lambatnya respons para nakes di RSUD Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, saat menangani pasien gawat darurat.
Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, membawakan kabar gembira menjelang FIFA Matchday November 2026. Sang gelandang berhasil membantu klubnya meraih kemenangan.
Selengkapnya

Viral