Detik-detik Mencekam Banjir Bandang Sapu Perbatasan China-Nepal, Rekaman CCTV Warga Berhamburan Viral
- Reuters/Navesh Chitrakar
Update Terbaru Dampak Banjir Bandang China-Nepal
- Reuters/Navesh Chitrakar
Otoritas pariwisata Nepal melaporkan kabar terbaru terkait upaya penyelamatan warga dan orang-orang yang terdampak bencana super besar tersebut. Usaha ini terus berlanjut pada Kamis, 27 Agustus 2026 waktu setempat.
Berdasarkan dari laporan terbaru, Otoritas pariwisata setempat memperkirakan jumlah yang tewas lebih dari 160 orang. Sementara ratusan orang lainnya masih hilang.
Otoritas pariwisata Nepal memprediksi sekitar 590 orang dari 29 negara telah hilang akibat bencana di perbatasan Nepal dadn China pada Rabu (26/8/2026).
Berdasarkan pendapat dari otoritas dan media lokal, ratusan orang yang tewas dan hilang merupakan wisatawan asing dari sejumlah negara, seperti India, Malaysia, Inggris, dan Amerika Serikat. Adapun lima warga negara Jepang juga dilaporkan hilang.
Laporan dari Kemlu RI
Banjir bandang menghantam perbatasan wilayah kedua negara tersebut mengundang perhatian Pemerintah Indonesia. Melalui Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Heni Hamidah, Pemerintah Indonesia meningkatkan pemantauan warga negara Indonesia (WNI) di wilayah perbatasan Nepal-Tibet.
Heni Hamidah menyampaikan bahwa, perwakilan Indonesia di kawasan tersebut masih melakukan koordinasi. Hal ini bertujuan untuk memastikan apakah ada WNI terdampak dari bencana super besar tersebut.
"Kemlu melalui KBRI Dhaka dan KBRI Beijing terus memantau perkembangan situasi pasca banjir bandang yang terjadi pada 26 Agustus 2026 di wilayah perbatasan Nepal–Tibet," ujar Heni, Kamis, 27 Agustus 2026.
Pemantauan berlangsung dari koordinasi dengan jejaring komunitas WNI dan Konsulat Hnor RI di Kathmandu. Hingga kini, Kemlu RI belum mendapat laporan WNI yang terdampak atau menjadi korban bencana banjir bandang tersebut.
"Berdasarkan pemantauan dan komunikasi dengan pihak terkait, belum mendapat laporan mengenai WNI yang terdampak. Terdapat sekitar 45 WNI di Nepal dan mayoritasnya berdomisili di Kathmandu dan bekerja di sektor perhotelan," katanya.
(hap)
Load more