Penghormatan Terakhir Bagi Siti Hasmah, Istri Mahathir Mohamad Dimakamkan Secara Kenegaraan
- Instagram @anwaribrahim_my
tvOnenews.com - Istri mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad, Siti Hasmah binti Mohamad Ali dikabarkan meninggal dunia di usia 100 tahun pada Senin (28/9/2026) pagi.
Siti Hasmah meninggal di Institut Jantung Nasional (IJN) dan telah dimakamkan di Makam Pahlawan Nasional Precint 20 Putrajaya setelah dishalatkan di Masjid As-Syarif, Kuala Lumpur.
Pemerintah Malaysia menggelar pemakaman kenegaraan bagi mendiang Tun Dr Siti Hasmah Binti Mohamad Ali.
PM Malaysia, Anwar Ibrahim telah memerintahkan kepada Sekretaris Utama Negara serta Panglima Angkatan Bersenjata untuk menggelar upacara pemakaman kenegaraan sebagai penghormatan terakhir kepada mendiang Siti Hasmah.
“Saya telah memerintahkan Sekretaris Utama Negara dan Panglima Angkatan Bersenjata untuk membantu pengurusan dan memberikan prosesi Pemakaman Kenegaraan bagi Almarhumah,” tegasnya.
Tak lupa ia mendoakan bagi Mahathir Mohamad dan keluarga, serta mendoakan Almarhumah agar diampuni segala dosanya.
“Pikiran dan doa saya menyertai Tun Dr Mahathir Mohamad beserta seluruh keluarga dalam menghadapi kehilangan ini. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa Almarhumah, menerima seluruh amal dan pengabdiannya, serta menempatkannya di antara orang-orang yang beriman. Al-Fatihah,” ucap Anwar Ibrahim.
- Instagram @anwaribrahim_my
Pemakaman dihadiri langsung oleh PM Malaysia Anwar Ibrahim, terlihat dirinya memimpin doa di depan peti jenazah Siti Hasmah hingga menggenggam erat tangan Mahathir.
Foto saat dirinya memberikan penghormatan terakhir diunggah melalui akun media sosial Instagram miliknya @anwaribrahim_my.
“Hadir bersama Azizah (istri) untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Kak Hasmah, sosok ibu yang kelembutan dan kasihnya akan selalu kami kenang, selain juga sebagai seorang sahabat dan teman dekat di tahun-tahun lalu,”
Dirinya bersama istri merasakan pahitnya menerima kenyataan bahwa sosok wanita pelopor dunia medis di Malaysia.
“Sungguh sulit bagi kami berdua untuk menerima kenyataan bahwa beliau kini telah pergi, terlebih lagi saat setiap kenangan indah yang pernah dilalui bersama kembali terbayang di relung hati yang terdalam,” ujarnya.
“Negara akan terus mengenang jasa dan pengabdian Kak Hasmah. Dalam ingatan banyak orang, beliau adalah sosok ibu yang merangkul siapa saja dengan penuh kasih sayang, bahkan mampu membuat setiap orang merasa dekat dan dihargai,” sambungnya.
(kmr)
Load more