News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tanggapi Pernyataan M. Lutfi Soal Karhutla, Begini Respons Tegas Anggota Parlemen Malaysia

Syed Saddiq, anggota parlemen Malaysia memberikan respons tegas terkait pernyataan dari Menteri Perdagangan RI M. Lutfi di Instagramnya terkait isu karhutla.
Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:09 WIB
Anggota parlemen Malaysia Syed Saddiq
Sumber :
  • REUTERS/Lim Huey Teng

tvOnenews.com — Anggota parlemen Malaysia Syed Saddiq Syed Abdul Rahman memberikan respons tegas terkait pernyataan Menteri Perdagangan RI M. Lutfi soal kritik dari negara-negara tetangga soal isu karhutla.

Dalam video yang diunggah lewat akun Instagram pribadinya, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia tersebut, kritik yang dilontarkan negara-negara ASEAN bukanlah ajang adu domba.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Belum lama ini, Menteri Perdagangan RI M. Lutfi memposting sebuah video yang berisi kontra argumen terhadap narasi yang dianggap menyudutkan Indonesia terkait isu karhutla yang mulai menyebar ke negara tetangga.

Pada kesempatan itu juga, M. Lutfi mengutip pernyataan dari Syed Saddiq yang tengah berbicara di atas podium parlemen Malaysia untuk menyuarakan isu regional ini.

“Indonesia dikucilkan ASEAN karena asap? Padahal...,“ bunyi keterangan video yang diunggah M. Lutfi. 

Ditanggapi Syed Saddiq

Pernyataan Menteri Perdagangan RI tersebut lantas mendapat reaksi tegas dari anggota parlemen Malaysia Syed Saddiq yang pernyataannya dikutip oleh M. Lutfi.

Syed Saddiq dalam video yang diposting pada Rabu malam (21/10/2026) menegaskan bahwa kritik yang disampaikan di parlemen Malaysia bukanlah ajang saling lawan antar negara.

Menurut Syed Saddiq, Indonesia harus segera memberikan hukuman kepada terduga pelaku karhutla jika bukti yang ditemukan telah teruji validitasnya.

“Bapak, ini bukan soal Malaysia melawan Indonesia. Bendera kita berbeda, tetapi ketika sesak napas, penderitaannya sama. Jadi, kalau Bapak mengatakan perusahaan Malaysia salah, perusahaan Singapura salah, jika ada bukti, hukum! Saya tidak akan menjadi pelindung pencemar, bahkan jika mereka berasal dari negara saya sendiri,“ jelas Syed Saddiq di Instagram @syedsaddiq.

Eks Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia tersebut kemudian menyampaikan tiga poin penting terkait isu karhutla ini. Yang pertama, hukum pelaku dengan tidak memandang latar belakangnya.

“Pertama, tindak pelakunya. Jangan pilih-pilih berdasarkan bendera. Perusahaan Malaysia, Indonesia, atau Singapura, jika terbukti membakar hutan demi keuntungan jangka pendek, tindak mereka. Bendera bukanlah izin untuk merusak lingkungan. Mereka beroperasi di Indonesia, di bawah hukum Indonesia. Kekuatan ada di tangan Anda,“ katanya.

“Di parlemen saya sendiri, saya sudah mendesak tindakan terhadap perusahaan Malaysia yang terlibat. Tonton pidato lengkap saya. Jangan memotong pidato hingga kebenarannya ikut terpotong,“ lanjut Syed Saddiq.

Anggota parlemen Malaysia Syed Saddiq
Anggota parlemen Malaysia Syed Saddiq
Sumber :
  • REUTERS/Lim Huey Teng

Poin kedua yang disampaikan anggota parlemen Malaysia itu adalah tuduhan pemerintah Indonesia terhadap salah satu perusahaan yang dianggap memicu karhutla.

Menurutnya, tuduhan tersebut belum memiliki bukti yang kuat. Apalagi, perusahaan yang dimaksud ternyata membantu mengatasi karhutla yang sampai sekarang belum padam.

“Kedua, perkebunan besar bukan bukti kesalahan. Bapak menyinggung SD Guthrie. Perusahaan ini memang besar, tetapi hingga saat ini belum ada bukti bahwa mereka adalah pemicu kebakaran,“ tegas Syed Saddiq.

“Mereka memiliki lebih dari 67 tim dengan lebih dari seribu personel terlatih, drone, teknologi inframerah, serta mengeluarkan biaya lebih dari RM800.000 per bulan untuk menangani persoalan ini,“ paparnya.

Dan poin ketiga adalah pentingnya bagi otoritas RI untuk tidak mengutip laporan data soal titik sumber asap karhutla dengan setengah-setengah. 

“Ketiga, jika ingin mengutip laporan Greenpeace, jangan hanya mengutip separuh ceritanya. Laporan tersebut mencatat 19 titik sumber asap di konsesi perusahaan Geltik, dibandingkan dengan 6.811 titik lainnya,“ tegasnya.

“Apakah Bapak ingin kami hanya berfokus pada penyumbang 0,3%, sementara 99,7% sisanya diabaikan?,“ sambung Syed Saddiq.

Di akhir pernyataannya, Syed Saddiq kembali mengulang pernyataan awalnya bahwa kritik yang disampaikan bukanlah ajang Malaysia melawan Indonesia.

Dia pun menitiberatkan kepada kesehatan masyarakat dari kedua negara yang terganggu atas karhutla sekaligus kerugian material atas peristiwa ini.

“Intinya, ini bukan Malaysia melawan Indonesia. Ini adalah rakyat yang menginginkan udara bersih melawan pihak-pihak yang mencemarinya. Ketika hutan dibakar demi keuntungan, keuntungan masuk ke rekening perusahaan, sementara asap masuk ke paru-paru rakyat,“ pungkasnya.

 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Video Orang Tua Kasar ke Dua Anak Balitanya di Lift saat Berada di Malaysia Viral, Diduga WNI

Video Orang Tua Kasar ke Dua Anak Balitanya di Lift saat Berada di Malaysia Viral, Diduga WNI

Media sosial X hingga Threads digegerkan dengan beredarnya video rekaman CCTV yang memperlihatkan orang tua berlaku kasar ke dua anaknya di lift. Diduga mereka adalah turis asal Indonesia atau WNI.
Link Live Streaming Gratis Piala Dunia U-15 2026: Begini Cara Nonton Timnas Indonesia U-15 Main Lawan Wales hingga Portugal

Link Live Streaming Gratis Piala Dunia U-15 2026: Begini Cara Nonton Timnas Indonesia U-15 Main Lawan Wales hingga Portugal

 Piala Dunia U-15 2026 bisa disaksikan secara gratis melalui link live streaming berikut ini. Timnas Indonesia U-15 akan bermain menghadapi Wales hingga Portugal dalam turnamen ini.
Hari Santri Nasional 2026, PKB Jatim Serukan Jihad Melawan Karhutla

Hari Santri Nasional 2026, PKB Jatim Serukan Jihad Melawan Karhutla

Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Jawa Timur mengajak para santri mengambil peran aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Siap Mati demi Israel, Pelajar Indonesia Ini Bermimpi Jadi Aktivis Pembela Negeri Zionis

Siap Mati demi Israel, Pelajar Indonesia Ini Bermimpi Jadi Aktivis Pembela Negeri Zionis

Sebuah video di Instagram memperlihatkan pernyataan dari seorang pelajar Indonesia yang bermimpi jadi aktivis pembela Israel bahkan siap mati demi bangsa Zionis
Doa Bersama di Hari Santri 2026, untuk Keselamatan Bangsa dan Bencana Karhutla Segera Berakhir

Doa Bersama di Hari Santri 2026, untuk Keselamatan Bangsa dan Bencana Karhutla Segera Berakhir

Santri dinilai sebagai perekat terkuat bangsa yang memiliki sikap toleran, semangat juang, serta keikhlasan dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.
Honda Dikabarkan Siapkan ZR-V TrailSport 2027, SUV Hybrid dengan Desain Lebih Gagah

Honda Dikabarkan Siapkan ZR-V TrailSport 2027, SUV Hybrid dengan Desain Lebih Gagah

Honda dikabarkan tengah menyiapkan kejutan melalui ZR-V TrailSport yang tampilannya disebut lebih gagah. Varian baru ini juga dikabarkan bakal melengkapi jajaran Honda ZR-V untuk model tahun 2027, bersama varian sporty RS.

Trending

Heboh! Orang Tua Pukuli Dua Anak Balitanya di dalam Lift, Diduga Gegara Rebutan Stroller

Heboh! Orang Tua Pukuli Dua Anak Balitanya di dalam Lift, Diduga Gegara Rebutan Stroller

Media sosial Threads dihebohkan dengan video kekerasan yang dilakukan orang tua terhadap anak balitanya di dalam lift diduga dipicu rebutan naik ke stroller.
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Momentum Memperkuat Demokrasi Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Momentum Memperkuat Demokrasi Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat

Dua tahun masa pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dinilai sebagai momentum krusial untuk memperkuat demokrasi ekonomi demi kesejahteraan masyarakat. 
Penanganan Karhutla 2026: PMKRI Dorong Penguatan Kebijakan Pelindungan Kemanusiaan dan Kesehatan Warga

Penanganan Karhutla 2026: PMKRI Dorong Penguatan Kebijakan Pelindungan Kemanusiaan dan Kesehatan Warga

PP PMKRI menyampaikan perhatian dan kepedulian mendalam terhadap penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang memengaruhi lingkungan hidup serta kesehat
Berkumpul di Ponpes Lirboyo, Puluhan Kiai Sepuh Berikan Dukungan Moral untuk Gus Yaqut

Berkumpul di Ponpes Lirboyo, Puluhan Kiai Sepuh Berikan Dukungan Moral untuk Gus Yaqut

Puluhan kiai sepuh di Pondok Pesantren Lirboyo, Rabu (21/10), guna memberikan doa dan dukungan moral kepada eks Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut). 
Kasus Bharatu Valdo Ditembak Juniornya di Mako Polairud: Mengapa Pelaku Akhirnya Menyerahkan Diri?

Kasus Bharatu Valdo Ditembak Juniornya di Mako Polairud: Mengapa Pelaku Akhirnya Menyerahkan Diri?

Insiden memilukan yang menimpa Bharatu Valdo di lingkungan Markas Ditpoludara, Pondok Cabe, kini memasuki babak krusial.
Nadeem Rustombi Raih Trophy Superstars Sportscar Series 2026 di Mandalika, Siap Hadapi Kompetisi 2027

Nadeem Rustombi Raih Trophy Superstars Sportscar Series 2026 di Mandalika, Siap Hadapi Kompetisi 2027

Pembalap muda Indonesia Nadeem Rustombi sukses meraih gelar juara Superstars Sportscar Series 2026 bersama Rocket Racing Bali. Nadeem tampil konsisten dalam dua balapan pada putaran final MFOS dengan mengendarai Porsche 911 GT3 Cup.
Bukan Timnas Malaysia, Agen Bocorkan Tujuan Hajime Moriyasu usai Tinggalkan Jepang

Bukan Timnas Malaysia, Agen Bocorkan Tujuan Hajime Moriyasu usai Tinggalkan Jepang

Pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu, dikabarkan bakal meninggalkan jabatannya usai Piala Asia 2027. Di tengah rumor yang mengaitkannya ke Timnas Malaysia.
Selengkapnya

Viral