GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ancaman Bahaya pada Tragedi Itaewon Terdeteksi Sejak Jumat, Meledak di Sabtu 

Pada Jumat malam, akun saksi mata mengatakan di media sosial bahwa beberapa orang berdesak-desakan dan jatuh di gang yang sama pada malam sebelumnya tetapi tidak terluka.
Selasa, 1 November 2022 - 08:10 WIB
Karangan bunga di lokasi terjadinya tragedi Itaewon 31 Oktober 2022.
Sumber :
  • Kantor berita Yonhap

Seoul - Ancaman kerumuman warga pada perayaan halloween di Distrik Itaewon sebenarnya sudah terdeteksi sejak Jumat (30/10/2022). Dilansir dari kantor berita Yonhap, menyebutkan bahwa saksi mata mengatakan sudah sulit untuk berjalan-jalan di Itaewon pada hari Jumat karena kerumunan besar.

Pada Jumat malam, akun saksi mata mengatakan di media sosial bahwa beberapa orang berdesak-desakan dan jatuh di gang yang sama pada malam sebelumnya tetapi tidak terluka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejak Jumat malam, jumlah kerumunan orang di distrik itu diperkirakan mencapai 100.000 orang.

Meski potensi peningkatan kerumunan sudah terdeteksi sejak Jumat, namun pemerintah kota Seoul tampaknya tidak mengambil tindakan khusus untuk menghindari kecelakaan dan jaminan keselamatan pada perayaan Halloween itu.

Menurut informasi dari otoritas setempat, kantor Bangsal Yongsan mengadakan pertemuan darurat pada hari Kamis di bawah pengawasan wakil kepala untuk membahas langkah-langkah keamanan terkait Halloween untuk wilayah Itaewon. 

"Tetapi diskusi tersebut dilaporkan berfokus pada tindakan karantina COVID-19, inspeksi fasilitas, dan keamanan makanan restoran," demikian dikutip dari Yonhap.

Kantor lingkungan mengatakan sekitar 150 pegawai negeri sipil dalam 28 tim dikerahkan ke Itaewon dari Kamis hingga Sabtu.

Polisi Seoul juga mengatakan mereka mengerahkan sekitar 200 petugas ke Itaewon pada hari Sabtu, meskipun tugas mereka sebagian besar difokuskan untuk menindak kejahatan seks, narkoba dan pencurian, bukan manajemen keselamatan.

Tragedi Itaewon terjadi Sabtu malam ketika kerumunan pengunjung pesta Halloween memadati gang sempit selebar 3,2 meter di distrik hiburan Itaewon di Seoul. Beberapa dari mereka mulai jatuh, menyebabkan yang lain jatuh seperti "domino" dan menumpuk satu sama lain.

Data terakhir sedikitnya 155 orang meninggal, 30 orang luka parah, dan 116 lainnya mengalami luka ringan. Dua pertiga dari korban meninggal, atau 103 orang, berusia 20-an, dan 100 dari mereka yang tewas adalah wanita.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari jumlah 155 itu, 26 korban merupakan warga asing dari Iran, China, Rusia, Amerika Serikat, Jepang, Prancis, Australia, Norwegia, Austria, Vietnam, Thailand, Kazakhstan, Uzbekistan, dan Sri Lanka.

Media setempat menyebutkan peristiwa ini sebagai kejadian kerumuman paling mematikan dalam sejarah Korea Selatan. (ito)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPRD Jabar Desak KDM Imbangi Pembangunan Fisik dan Isu Kemiskinan

DPRD Jabar Desak KDM Imbangi Pembangunan Fisik dan Isu Kemiskinan

Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Buky Wibawa Karya Goena meminta Pemprov Jabar tidak hanya berfokus pembangunan fisik, tetapi juga menyeimbangkan prioritasnya dengan pengentasan kemiskinan dan pengangguran.
Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan Investasi, Polisi Periksa Pekan Depan

Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan Investasi, Polisi Periksa Pekan Depan

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adiwibowo mengatakan penyidik tengah menyiapkan agenda pemanggilan artis Ruben Onsu usai resmi jadi tersangka.
5 Fakta Ruben Onsu Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan

5 Fakta Ruben Onsu Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan

Berikut 5 fakta terkait kasus penipuan dan penggelapan dana yang menyeret nama Ruben Onsu sebagai tersangka.
Pasar Sungai Duri Bengkayang Terbakar, 48 Ruko Hangus

Pasar Sungai Duri Bengkayang Terbakar, 48 Ruko Hangus

Api tiba tiba menghanguskan 48 rumah toko (ruko) di kawasan Pasar Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat terbakar pada Kamis (20/8) malam. 
Selamat Berbahagia! 5 Zodiak yang Diprediksi Paling Beruntung pada 22 Agustus 2026: Ada yang Banjir Rezeki

Selamat Berbahagia! 5 Zodiak yang Diprediksi Paling Beruntung pada 22 Agustus 2026: Ada yang Banjir Rezeki

Berikut 5 zodiak yang diprediksi paling beruntung pada 22 Agustus 2026: Ada yang banjir rezeki. Ada zodiakmu?
Kronologi Lengkap Ruben Onsu jadi Tersangka, Kasus Apa?

Kronologi Lengkap Ruben Onsu jadi Tersangka, Kasus Apa?

Geger artis Ruben Onsu ditetapkan sebagai tersangka oleh Polisi. Ternyata begini kronologi lengkapnya.

Trending

Ruben Onsu Resmi Jadi Tersangka Dugaan Penipuan, Pekan Depan Diperiksa!

Ruben Onsu Resmi Jadi Tersangka Dugaan Penipuan, Pekan Depan Diperiksa!

Ruben Onsu kembali menjadi sorotan setelah Polres Metro Jakarta Selatan menaikkan status hukumnya dalam perkara dugaan penipuan dan penggelapan.
Buru Bos Narkoba Planet Batam ke Singapura, Bareskrim Polri Terbitkan DPO Yuwanky

Buru Bos Narkoba Planet Batam ke Singapura, Bareskrim Polri Terbitkan DPO Yuwanky

Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri secara resmi memburu Yuwanky, pemilik tempat hiburan malam (THM) Planet di Batam. 
Prajurit TNI AL Jadi Korban Pengeroyokan di Jaktim, Satu Pelaku  Ditangkap, Begini Kronologinya

Prajurit TNI AL Jadi Korban Pengeroyokan di Jaktim, Satu Pelaku Ditangkap, Begini Kronologinya

Pihak kepolisian mengamankan seorang pria berinisial R yang diduga menjadi pelaku penganiayaan terhadap AW (39), seorang anggota TNI Angkatan Laut (AL). 
Pemprov Jatim Salurkan 64 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT

Pemprov Jatim Salurkan 64 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT

Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Investasi Tumbuh Signifikan, Laba Perusahaan Reasuransi Melonjak 544 Persen

Investasi Tumbuh Signifikan, Laba Perusahaan Reasuransi Melonjak 544 Persen

Laba bersih Indonesia Re meningkat sekitar 544 persen secara tahunan. Pada periode yang sama, total aset perusahaan tercatat mencapai Rp10,28 triliun.
Ayah di Pamekasan Diduga Perkosa Anak Kandung hingga Hamil dan Melahirkan

Ayah di Pamekasan Diduga Perkosa Anak Kandung hingga Hamil dan Melahirkan

Seorang pria berinisial SI (45), warga Pamekasan, Madura, Jawa Timur, diduga tega memperkosa anak kandungnya sendiri, SW (14).
PELNI Berikan Fasilitas Gratis Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT

PELNI Berikan Fasilitas Gratis Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT

PELNI membuka pengiriman bantuan kemanusiaan gratis dari seluruh Indonesia untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Selengkapnya

Viral