KH Anwar Zahid Viral usai Sentil Polemik LCC MPR RI, Candaan soal ‘Artikulasi’ Bikin Ribuan Jemaah Pecah
- Kolase YouTube/MPRGOID - YouTube/Majelis Azzahir
tvOnenews.com - Nama KH Anwar Zahid menjadi sorotan publik setelah potongan ceramahnya viral di media sosial.
Kali ini, ulama asal Bojonegoro tersebut menyinggung polemik penilaian Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat daerah di Kalimantan Barat dengan gaya khasnya yang santai dan penuh humor.
Video viral itu memperlihatkan KH Anwar Zahid saat menghadiri acara Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung Bersholawat bersama Habib Ali Abidin Assegaf dan Majelis Azzahir Pekalongan pada 13 Mei 2026.
Dalam potongan live streaming yang beredar luas di media sosial, KH Anwar Zahid tampak berinteraksi santai dengan jemaah di tengah ceramahnya.
Momen itu langsung mengundang gelak tawa ribuan jemaah karena menyinggung polemik yang sebelumnya ramai dibahas publik.
- YouTube/Majelis Azzahir
Cerita bermula saat Habib Ali Abidin Assegaf menyinggung alasan pengurangan nilai peserta LCC karena dianggap memiliki artikulasi yang kurang jelas.
“Tadi kenapa yang pertama minus lima, karena artikulasinya kurang jelas,” ujar Habib Ali.
Mendengar hal tersebut, KH Anwar Zahid langsung memberikan respons bernada satire yang membuat suasana semakin pecah.
“Makanya artikulasi itu penting ya, perlu diperhatikan oleh seluruh peserta, karena dewan juri itu ada yang budeg,” kata KH Anwar Zahid yang langsung disambut tawa jemaah.
Tak berhenti di situ, ia juga menambahkan candaan lain yang menyindir keputusan dewan juri dalam perlombaan.
“Penonton gimana, jawabannya bener atau salah? Keputusan ada di dewan juri ya, bukan di penonton,” tambahnya.
Gaya ceramah KH Anwar Zahid yang membungkus kritik dengan humor membuat potongan video tersebut cepat menyebar di media sosial.
- YouTube/Majelis Azzahir
Banyak warganet menilai sindiran itu mewakili keresahan publik terkait polemik penilaian LCC Empat Pilar MPR RI di Kalimantan Barat.
Sebelumnya, kompetisi tersebut memang menjadi perbincangan setelah muncul protes dari masyarakat dan peserta terkait penilaian dewan juri yang dianggap rancu serta tidak objektif.
Salah satu alasan yang menjadi sorotan adalah pengurangan poin karena masalah “artikulasi”.
Menanggapi isu tersebut, Ketua MPR RI menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan menonaktifkan seluruh dewan juri dan pembawa acara (MC) yang bertugas.
Load more