News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Waspada! Daya Rusak Gempa Cianjur Mirip Turki, Kepala BMKG Imbau Bahaya Patahan di Darat

Pascagempa bumi yang mengguncang Cianjur beberapa waktu lalu, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menyatakan adanya patahan darat baru di darat
Kamis, 2 Maret 2023 - 15:07 WIB
Ilustrasi - Jalan amblas
Sumber :
  • Pexel.com

Jakarta, tvOnenews.com - Pascagempa bumi yang mengguncang Cianjur beberapa waktu lalu, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menyatakan adanya patahan darat baru.

Menurut dia, patahan baru terjadi karena Indonesia dalam zona subduksi sehinga memungkinkan terjadi pelengkungan atau patahan yang bukan hanya terjadi di laut, melainkan darat.

"Ada 295 patahan di darat. Ini belum semua, karena ada patahan baru di Cianjur, yakni patahan Cugenang," kata Dwikorita secara virtual dalam acara Sekolah Partai PDIP di Lenteng Agung, Jakarta, Kamis (2/3/2023).

Lebih lanjut ia menjelaskan, akibat dari patahan tersebut akan terjadi peningkatan gempa-gempa di Indonesia dalam satu tahun kedepan. Bahkan, peningkatan akan terjadi dua kali lipat  dari sebelumnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Gempa-gempa meningkat sebelumnya 5.000-6.000 dalam setahun terjadi. Sekarang, rata-rata terjadi 10.000 gempa tiap tahun. Artinya signifikan," jelasnya.

Selain itu, Dwikorita mengatakan peningkatan patahan yang mengakibatkan gempa juga terjadi di seluruh dunia. Namun, dia menuturkan Indonesia memiliki kondisi yang berbeda dengan negara lain.

"Kondisi di Indonesia itu ada sesar aktif, yakni Sesar Sumatera (memotong dari utara ke tenggara), Sesar Sulawesi Tengah, Sesar Matano, Sesar Cimandiri, Sesar Opak, Sesar Gorotalo, dan Sesar Yafen," imbuhnya.

Oleh karena itu, Dwikorita mengimbau masyarakat agar belajar dari kejadian gempa bumi di Turki. Menurut dia, dampak patahan yang terjadi di darat itu lebih berbahaya daripada yang berada di laut.

"Jadi, kita harus mewaspadai, belajar dari kejadian Turki. Itu dampaknya patahan yang terjadi di darat lebih berbahaya. Gempa di Turki itu gempa darat. Nah, di Indonesia ada ratusan patahan-patahan tadi," terangya.

Gempa Turki, dikatatakan Dwikorita, terdapat tiga pusat gempa, sehingga bukan disebut gempa susulan.

Dia menerangkan, Indonesia juga terdapat beberapa wilayah yang harus lebih waspada terkait gempa darat tersebut.

"Ini ada warning, kewaspadaan, misalnya di Pulau Lombok. Namun, selisihnya tiga minggu. Kalau di Turki, kan, selisihnya hitungan jam. Maka dari itu, di Lombok kerusakan cukup parah. Ini patahan ada di darat," pungkasnya.(lpk/mii)

 
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Selengkapnya

Viral