News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ini Alasan Planetarium TIM Tak Kunjung Dibuka untuk Publik 

Dinas Kebudayaan DKI Jakarta akhirnya angkat bicara terkait alasan Planetarium dan Observatorium Jakarta (POJ) yang berada di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM)
  • Reporter :
  • Editor :
Selasa, 4 April 2023 - 14:07 WIB
Ilustrasi Planetarium TIM
Sumber :
  • Antara Foto

Jakarta, tvOnenews.com - Dinas Kebudayaan DKI Jakarta akhirnya angkat bicara terkait alasan Planetarium dan Observatorium Jakarta (POJ) yang berada di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) tak kunjung dibuka untuk publik setelah fase revitalisasi.

POJ yang berlokasi di area Menteng, Jakarta Pusat ini pun dijanjikan oleh PT Jakarta Propertindo (JakPro) selaku pengelola akan segera menyelesaikan kendala yang menyebabkan ditundanya pembukaan planetarium.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Bahasa dari mereka (JakPro) terakhir itu segera, saya enggak ingin menyampaikan target karena kewenangannya berbeda, itu kan enggak layak juga, janjinya segera," kata Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (4/4/2023).

Dalam keterangannya, Iwan menjelaskan bahwa secara keseluruhan revitalisasi POJ baik interior dan eksterior sudah rampung 100 persen, hanya saja ada kendala pada fasilitas utama yakni Star Ball mengalami kerusakan.

"JakPro mengatakan secara fisik sebenarnya informasi eksterior dan interior 100 persen selesai. Hanya fasilitas utama, yaitu Star Ball mengalami kerusakan," ujarnya.

Fasilitas yang dulu dibangun pada era Presiden Soekarno ini hanya ada satu vendor yang dapat memperbaiki fasilitas Star Ball.

"Memang hanya ada satu vendor karena khusus sekali, jadi sedang melakukan upaya pendekatan dari JakPro," pungkasnya.

Iwan pun berharap banyak agar POJ ini dapat segera rampung diramaikan oleh masyarakat dalam waktu dekat.

Planetarium dan Observatorium Jakarta 

Pembangunan Planetarium dan Observatorium Jakarta pertama kali dibangun pada tahun 1964 atas gagasan Presiden pertama Soekarno. Alasan Presiden Soekarno membangun  Planetarium dan Observatorium yang terletak di kawasan Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat,  

Alasan didirikanya bangunan ini, Gagasan besar Soekarno agar masyarakat bisa mengenal berbagai macam benda langit dan peristiwa luar angkasa. Selain itu, pembangunan planetarium untuk membebaskan masyarakat dari takhayul yang telah menghalangi ilmu pengetahuan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lalu apa sih Planetarium itu? merupakan tempat atau ruangan dengan atap berbentuk kubah untuk menyimulasikan keadaan langit yang sebenarnya, dipandang dari segala tempat di Bumi dan segala waktu.

Di Planetarium, pengunjung bisa menyaksikan pergerakan benda-benda langit di malam hari dari berbagai tempat di bumi. Kubah planetarium tidak bisa dibuka untuk meneropong bintang. (agr/mii)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Belum Usai dengan Iran, Trump Sebut akan Kerahkan Kapal Induk Ambil Alih Kuba

Belum Usai dengan Iran, Trump Sebut akan Kerahkan Kapal Induk Ambil Alih Kuba

Amerika Serikat kemungkinan akan mengerahkan kapal induk di lepas pantai untuk memaksa Kuba menyerah dan mengambil alihnya.
Gubernur Jabar KDM: Mulai 18 Mei Tahun ini Jadi Peringatan Hari Tatar Sunda, Sudah Disetujui Kemendagri

Gubernur Jabar KDM: Mulai 18 Mei Tahun ini Jadi Peringatan Hari Tatar Sunda, Sudah Disetujui Kemendagri

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) menyebut setiap tanggal 18 Mei memperingati Hari Tatar Sunda usai Pergub Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026 disetujui Kemendagri.
Bak Pramugari, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Sapa Jemaah Calon Haji Pakai Interkom di Kabin Pesawat

Bak Pramugari, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Sapa Jemaah Calon Haji Pakai Interkom di Kabin Pesawat

Gubernur Malut Sherly Tjoanda tampak seperti seorang pramugari usai memberikan pesan untuk jemaah calon haji asal Maluku Utara pakai interkom di kabin pesawat.
Bareskrim Polri Bongkar Gudang Praktik Penyuntikan LPG Subsidi di Klaten

Bareskrim Polri Bongkar Gudang Praktik Penyuntikan LPG Subsidi di Klaten

Bareskrim Polri membongkar kasus penyalahgunaan gas LPG subsidi di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Sabtu (2/5/2026). Dalam hal ini, dua orang pelaku berhasil diamankan.
Lewat Buku Ini, Individu Diajak Kenali Emosi Hingga Kuasai Diri

Lewat Buku Ini, Individu Diajak Kenali Emosi Hingga Kuasai Diri

Mengatur emosi dan pola pikir kerap menjadi permasalahn yang banyak dihadapi individu hingga berdampak akan timbulnya rasa kurang percaya diri maupun keburukan lainnya.
Kirain Langsung ke Korea, Ternyata Ini Agenda Megawati Hangestri Seusai Main di Proliga 2026

Kirain Langsung ke Korea, Ternyata Ini Agenda Megawati Hangestri Seusai Main di Proliga 2026

Setelah tampil gemilang di Proliga 2026 bersama JPE, Megawati Hangestri ternyata tidak langsung ke Korea. Sebelumnya, ia dirumorkan isi kuota Asia Hillstate.

Trending

Usai Kericuhan May Day 2026 di Bandung Disorot Dedi Mulyadi, 6 Perusuh Kini Ditetapkan Tersangka oleh Polda Jabar

Usai Kericuhan May Day 2026 di Bandung Disorot Dedi Mulyadi, 6 Perusuh Kini Ditetapkan Tersangka oleh Polda Jabar

Polisi menetapkan 6 tersangka akibat kerusuhan saat Hari Buruh Internasional (May Day 2026) di Kota Bandung yang disorot Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Kirain Langsung ke Korea, Ternyata Ini Agenda Megawati Hangestri Seusai Main di Proliga 2026

Kirain Langsung ke Korea, Ternyata Ini Agenda Megawati Hangestri Seusai Main di Proliga 2026

Setelah tampil gemilang di Proliga 2026 bersama JPE, Megawati Hangestri ternyata tidak langsung ke Korea. Sebelumnya, ia dirumorkan isi kuota Asia Hillstate.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Geram Jalan ke Karst Karawang Tak Terawat, Sentil Kinerja Petugas Kebersihan

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Geram Jalan ke Karst Karawang Tak Terawat, Sentil Kinerja Petugas Kebersihan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) marah di lokasi pertambangan di Karst Karawang. Penyebabnya tidak ada petugas kebersihan di jalan Karawang Selatan.
Peringatan Keras KDM ke Perusahaan Tambang Pabrik Semen di Karawang, Ogah Toleransi jika Abai Aspek Lingkungan

Peringatan Keras KDM ke Perusahaan Tambang Pabrik Semen di Karawang, Ogah Toleransi jika Abai Aspek Lingkungan

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) bertindak tegas jika ada perusahaan tambang batu kapur pabrik semen di Karawang Selatan yang melanggar aturan lingkungan.
Lewat Buku Ini, Individu Diajak Kenali Emosi Hingga Kuasai Diri

Lewat Buku Ini, Individu Diajak Kenali Emosi Hingga Kuasai Diri

Mengatur emosi dan pola pikir kerap menjadi permasalahn yang banyak dihadapi individu hingga berdampak akan timbulnya rasa kurang percaya diri maupun keburukan lainnya.
Polemik Perlintasan Kereta Ampera Bekasi Dikuasai Ormas, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bagi Saya Itu Tidak Penting

Polemik Perlintasan Kereta Ampera Bekasi Dikuasai Ormas, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bagi Saya Itu Tidak Penting

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi alias KDM merespons soal lintasan kereta Ampera Bekasi yang diduga dikuasai oleh organisasi masyarakat (ormas).
Dituding Bhayangkara FC Rasis ke Doumbia, Marc Klok Dibela Eks Rekan Lionel Messi

Dituding Bhayangkara FC Rasis ke Doumbia, Marc Klok Dibela Eks Rekan Lionel Messi

Kasus dugaan rasisme Marc Klok memanas usai laporan Bhayangkara FC. Klok membantah keras dan ungkap kronologi sebenarnya versinya. Eks rekan Messi pasang badan
Selengkapnya

Viral