News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Viral! Netizen Sebut Mario Dandy Jilid II, Anak Perwira Polisi Ini Jadi Tersangka Penganiayaan Mahasiswa

Korban penganiayaan yang terekam dalam video yang viral itu diduga seorang mahasiswa bernama Ken Admiral yang tak lain adalah rekan Aditya Hasibuan sendiri.
Rabu, 26 April 2023 - 09:28 WIB
Tangkapan layar - Aksi brutal penganiayaan pemuda oleh Aditya Hasibuan, korban ditendang hingga berdarah.
Sumber :
  • twitter @mazzini_gsp

Jakarta, tvonenews.com - Kembali beredar video video penganiayaan terhadap seorang pemuda yang dilakukan oleh Aditya Hasibuan yang diduga anak dari perwira polisi berpangkat Komisaris Polisi (Kompol).

Korban penganiayaan yang terekam dalam video yang viral itu diduga seorang mahasiswa bernama Ken Admiral yang tak lain adalah rekan Aditya Hasibuan sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan informasi yang beredar, penganiayaan yang dilakukan Aditya Hasibuan itu terjadi pada Desember 2022 lalu.

"Aditya Hasibuan anak Kompol Abdul Rahman melakukan penganiayaan terhadap Ken Admiral seorang mahasiswa," cuit akun @mazzini_gsp, sebagaimana dipantau Rabu (26/4/2023).

Video yang merekam aksi brutal penganiayaan oleh Aditya Hasibuan itu kemudian viral di Twitter hingga menyita perhatian dan mengingatkan publik pada kasus Mario Dandy.

Kronologis Penganiayaan

Dinarasikan bahwa penganiayaan oleh Aditya Hasibuan dilakukan saat korban mendatangi rumah pelaku untuk meminta ganti rugi.

(Tangkapan layar - viral di media sosial anak polisi aniaya mahasiswa. Sumber: twitter@mazzini_gsp)

Berdasarkan tayangan video, penganiayaan itu dilakukan saat malam hari. Nampak Aditya Hasibuan, si pelaku tengah memakai hoodie hitam dan celana pendek.

Dalam video pertama berdurasi 1 menit 2 detik, terlihat Aditya Hasibuan menduduki korban dengan melontarkan kalimat umpatan.

"Kau bilang aku bencong? Kau bilang," ucap Aditya Hasibuan sembari menarik rambut dan membenturkan kepala korban ke aspal.

Nampak juga seorang pria bersarung, diduga ayah Aditya Hasibuan melarang pemuda berjaket yang mencoba untuk melerai dan menolong korban.

Terdapat juga sejumlah pemuda diduga rekan korban, namun tak berani menolong karena dihalang oleh ayah Aditya Hasibuan.

Tak lama kemudian, Aditya Hasibuan terlihat berdiri lalu menendang dan menginjak kepala korban berkali-kali.

Bukan hanya itu, Aditya Hasibuan juga melayangkan beberapa pukulan ke arah kepala korban dengan mengucapkan kata-kata umpatan.

"Siapa yang bencong? Siapa yang bencong? Aku mau tau!" teriak Aditya Hasibuan yang masih berdiri menendang kepala korban.

Dalam video kedua yang berdurasi 11 detik nampak Aditya Hasibuan meludahi korban yang terkapar dan berdarah di bagian pelipis.

Netizen Angkat Bicara

(Tangkapan layar - Polda Sumut gelar perkara kasus penganiayaan. Sumber: twitter@mazzini_gsp)

Video penganiayaan oleh Aditya Hasibuan tersebut kemudian viral hingga menuai banyak respon dari warga Twitter di kolom komentar.

"Hmmm, terakhir ada yg nendang-nendang kepala sok iye gitu ada yg sampe rontok sih jabatan ortunya," tulis akun @asamsulfatcair.

"Udah ada kasus kemaren yg mukul kepala anak lain smpe cidera masih ae di ulangi lagi sama yg lain bukan malah jadi pelajaran," sahut akun @kaizenlov.

"Mirip, mari kita lihat apa bisa sebesar kasus sebelumnya," timpal akun @Roy_Farhantara.

Masih banyak lagi komentar yang serupa dari warga Twitter, cukup membuat netizen bernostalgia dengan kasus penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy beberapa waktu lalu.

Ditetapkan Tersangka

Polda Sumatera Utara menetapkan Aditya Hasibuan anak dari AKBP Achiruddin Hasibuan sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap seorang mahasiswa, Ken Admiral.

Dirkrimum Polda Sumut, Kombes Sumaryono menuturkan, penetapan tersangka AH telah sesuai laporan yang dilayangkan Ken ke Polrestabes Medan ditarik ke Polda Sumut nomor LP/B/3895/XII/2022.

"Melalui gelar perkara khusus pada 25 April 2023, bahwa AH ditetapkan sebagai tersangka," kata Sumaryono kepada wartawan, Selasa (25/4/2023).

Awalnya, Sumaryono menjelaskan, pihak kepolisian menerima laporan perkara ini dari Ken pada 22 Desember 2022 lalu. Namun, AH malah turut melaporkan balik Ken dengan nomor LP 3903/XII/2022.

Orang tua AH, AKBP Achiruddin Hasibuan sempat protes karena penanganan perkara belum maksimal dengan dalih Ken sudah berangkat ke luar negeri.

Namun setelah kasus ditarik oleh Ditreskrimum Polda Sumatera Utara, dari hasil gelar perkara atas adanya dua laporan tersebut, dinyatakan, laporan AH bukan merupakan tindak pidana sehingga dihentikan.

“Dengan pelapor AH kita sudah gelarkan dengan putusan bukan tindak pidana,” kata dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sumaryono mengatakan, polisi melakukan penjemputan paksa terhadap AH, usai ditetapkan sebagai tersangka sesuai Pasal 351 ayat 2.

“Hari ini kita melakukan upaya paksa terhadap saudara AH terkait dengan LP 3895. Karena ini adalah Pasal 351 Ayat 2 dengan ancaman 5 tahun maka akan kita lakukan upaya paksa,” katanya. (wsi/ebs/ito)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Jumlah korban yang melaporkan dugaan kekerasan seksual di Ponpes Abul Barokat Wannafahat, di Lombok Tengah, bertambah menjadi 16 orang.
Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai petir diperkirakan akan terus melanda sebagian besar wilayah Arab Saudi hingga Jumat mendatang (2/10). Untuk itu, Pemerintah Arab Saudi mengimbau masyarakat untuk waspada.
Abah Eks Pimpinan Ponpes yang Diduga Lecehkan Belasan Satriwati di Lombok Diperiksa Polisi

Abah Eks Pimpinan Ponpes yang Diduga Lecehkan Belasan Satriwati di Lombok Diperiksa Polisi

Sebelumnya, AIS alias Abah merupakan eks pimpinan Ponpes Abdul Barokat Wannafahat, diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap belasan santriwatinya.
Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik juga mendalami mekanisme penentuan opini hasil pemeriksaan, mulai dari BPK Perwakilan hingga BPK RI.
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Ombudsman Siap "Bongkar" Fakta-fakta Temuan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong di Hadapan DPR

Ombudsman Siap "Bongkar" Fakta-fakta Temuan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong di Hadapan DPR

Ombudsman siap berkoordinasi dan memberikan informasi yang diperlukan kepada DPR RI sebagai bagian dari upaya bersama memperbaiki tata kelola pelayanan publik.

Trending

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik juga mendalami mekanisme penentuan opini hasil pemeriksaan, mulai dari BPK Perwakilan hingga BPK RI.
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Wali Murid Bacok Guru SD di Sleman, Berawal dari Anak Ambil Jajanan di Kantin Tak Bayar

Wali Murid Bacok Guru SD di Sleman, Berawal dari Anak Ambil Jajanan di Kantin Tak Bayar

Persoalan ini bermula ketika anak dari pelaku yang diketahui merupakan anak berkebutuhan khusus diduga mengambil jajanan di kantin sekolah tanpa membayar..
Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Singapura menang susah payah dengan skor akhir 1-0 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Billboard Roboh Diterjang Hujan Angin di Bandung, Timpa Tiga Bangunan hingga Empat Orang Terluka

Billboard Roboh Diterjang Hujan Angin di Bandung, Timpa Tiga Bangunan hingga Empat Orang Terluka

empat orang sempat terjebak di dalam bangunan dan satu di antaranya mengalami luka ringan setelah tertimpa material bangunan akibat billboard roboh di Bandung.
Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai petir diperkirakan akan terus melanda sebagian besar wilayah Arab Saudi hingga Jumat mendatang (2/10). Untuk itu, Pemerintah Arab Saudi mengimbau masyarakat untuk waspada.
Selengkapnya

Viral