News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kultus

Penyair sufi Amir Hamzah: “Aku manusia, rindu rasa, rindu rupa." Dalam sejarah, kita melihat manusia seringkali menciptakan tuhan tuhan lain, selain Tuhan Yang Maha Esa.
Senin, 26 Juni 2023 - 15:01 WIB
Kolase Foto - Wapemred tvonenews.com Ecep S Yasa, background pimpinan Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang
Sumber :
  • tim tvonenews

Pada 1943 terbit sebuah buku yang diniatkan menjadi palu godam untuk masyarakat. Judulnya Madilog (Materialisme, Dialektika dan Logika). Penulisnya Tan Malaka, tokoh pergerakan yang hampir 20 tahun memperjuangkan kemerdekaan lewat gerakan bawah tanah, klandestin. 

Kita beruntung bisa membaca buku ini sekarang karena naskah berkali kali hendak disita kempetai Jepang dan asisten Wedana Pasar Minggu, ketika Tan Malaka menulisnya dari sebuah gubuk bambu di dekat pabrik sepatu di Rawajati. Tulisan Tan selamat karena disembunyikan di kandang ayam dan dijadikan ganjal meja ketika “sarang” Tan digeledah militer Jepang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat menulis Madilog, Tan mengaku jengak dengan masyarakat sekelilingnya yang disebut terbelenggu budaya tradisional. Alam berpikirnya diliputi takhayul, klenik dan  mistik. Sambil rutin mengunjungi Museum Bataviaasch Genootschap van Kunsten enWetenschappen--sekarang Museum Nasional-- untuk mencari referensi untuk bakal magnum opusnya, Tan memang kerap ngobrol dengan pemuda pemuda yang dilanda putus harapan mendapati Jepang yang pernah diagung-agungkan, ternyata bertindak sama kejam dengan penjajah sebelumnya.  

Maka, penerbitan Madilog (Materialisme, Dialektika dan Logika) seperti ingin mengubah cara berpikir rakyat agar radikal. Tan bermaksud mewariskan semua hasil perantauannya, bertamasya ke pemikiran rasional Barat, termasuk secara fisik  mengalami kemiskinan dan penderitaan selama jadi klandestin. 

(Cover buku Madilog, karya Tan Malaka.)

Dengan kata lain, lewat risalahnya ia ingin masyarakatnya mengikis nilai nilai feodal dan mentalitas budak. Bagi Tan, budaya bangsa ini menjadi pasif dan akhirnya jadi pengikut demagog, karena tidak mengeksplorasi logika sains. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tan Malaka memang beruntung lahir di alam Minangkabau. Di daerah nyiur melambai ini warganya dibebaskan menjadi apa saja. Orang tidak dilihat berdasarkan lapisan sosial, tapi lebih ke fungsi sosialnya. Ada kearifan lokal menyebut: “Pemimpin hanya didahulukan selangkah, ditinggikan seranting”. Tak heran jika Tan tumbuh menjadi pemimpin pergerakan yang “berbeda”. Ia otentik, asli, eklektik, ---dalam bahasanya, ia Merdeka 100 Persen dari pengkubuan politik. 

Tan Kerap berseberangan dengan Moskow atau dengan Musso, pimpinan CC PKI lain. Ia tak menampik  bekerja sama dengan pan Islamisme yang saat itu tumbuh sebagai realitas politik, ia juga berusaha menggagalkan pemberontakan PKI pada 1926 yang disebutnya terlalu dini. 
 
Tapi, Indonesia tak akan bisa diubah hanya lewat sebuah buku. Kita tahu saat itu, rakyat yang sengsara, hidup dalam krisis karena penjajahan Jepang, tetap memperlakukan pemimpin seperti menghadapi seorang ratu adil. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pengakuan Jujur Manuel Locatelli! Beban Kegagalan Italia Terasa Berat

Pengakuan Jujur Manuel Locatelli! Beban Kegagalan Italia Terasa Berat

Gelandang Timnas Italia, Manuel Locatelli, akhirnya angkat bicara usai kegagalan pahit Gli Azzurri di babak play-off Piala Dunia.
Fabio Capello Murka! Sebut Kegagalan Italia Aib Nasional, Desak Pimpinan FIGC Mundur

Fabio Capello Murka! Sebut Kegagalan Italia Aib Nasional, Desak Pimpinan FIGC Mundur

Legenda sepak bola Italia, Fabio Capello, melontarkan kritik keras usai Timnas Italia kembali gagal lolos ke Piala Dunia.
Menko Polkam: Pelaku Serangan di Lebanon Harus Dihukum

Menko Polkam: Pelaku Serangan di Lebanon Harus Dihukum

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago secara tegas meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) transparan dalam melakukan
Dari Kartu Merah ke Sanksi Tambahan! Nasib Maguire di Ujung Tanduk Bersama Manchester United

Dari Kartu Merah ke Sanksi Tambahan! Nasib Maguire di Ujung Tanduk Bersama Manchester United

Bek Manchester United, Harry Maguire, tengah menghadapi masalah serius setelah didakwa oleh The Football Association (FA) terkait perilaku tidak pantas dalam laga kontra Bournemouth.
Forkopi Sodorkan Usulan Terkait DIM Pemerintah RUU Pekoperasian ke Fraksi Partai Demokrat DPR RI

Forkopi Sodorkan Usulan Terkait DIM Pemerintah RUU Pekoperasian ke Fraksi Partai Demokrat DPR RI

Forum Koperasi Indonesia (Forkopi) menyampaikan usulan terhadap Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) pemerintah terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Perkoperasian.
Banjir Pujian saat FIFA Series, Dony Tri Pamungkas Malah Bilang Belum Puas Bela Timnas Indonesia! Ada Apa?

Banjir Pujian saat FIFA Series, Dony Tri Pamungkas Malah Bilang Belum Puas Bela Timnas Indonesia! Ada Apa?

Pemain Timnas Indonesia, Dony Tri Pamungkas, mengaku belum merasa puas dengan penampilannya bersama skuad Garuda di ajang FIFA Series 2026, meski mendapat banyak pujian dari berbagai pihak.

Trending

Kondisi Terkini SPBE Gas yang Meledak di Bekasi, Korban Dilarikan ke RSUD

Kondisi Terkini SPBE Gas yang Meledak di Bekasi, Korban Dilarikan ke RSUD

Seperti diketahui, warga Bekasi dikejutkan dengan insiden ledakan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) gas di awasan Cimuning Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi
Tak Hanya Apresiasi, DPR Soroti Kinerja MIND ID, Tekankan Hilirisasi Mineral

Tak Hanya Apresiasi, DPR Soroti Kinerja MIND ID, Tekankan Hilirisasi Mineral

Pimpinan Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, memberikan apresiasi atas kinerja korporasi sejumlah entitas tambang yang tergabung dalam holding MIND ID sepanjang
Soal Kasus di PN Depok, KPK Periksa Saksi Untuk Dalami Alur Perintah Suap

Soal Kasus di PN Depok, KPK Periksa Saksi Untuk Dalami Alur Perintah Suap

Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa tiga saksi terkait kasus suap di Pengadilan Negeri (PN) Depok yang menyeret I Wayan Eka Mariarta selaku Ketua PN Depok
Banjir Pujian saat FIFA Series, Dony Tri Pamungkas Malah Bilang Belum Puas Bela Timnas Indonesia! Ada Apa?

Banjir Pujian saat FIFA Series, Dony Tri Pamungkas Malah Bilang Belum Puas Bela Timnas Indonesia! Ada Apa?

Pemain Timnas Indonesia, Dony Tri Pamungkas, mengaku belum merasa puas dengan penampilannya bersama skuad Garuda di ajang FIFA Series 2026, meski mendapat banyak pujian dari berbagai pihak.
3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Minta Pemerintah Pertimbangan Mundur dari BOP

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Minta Pemerintah Pertimbangan Mundur dari BOP

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin meminta pemerintah mempertimbangkan keputusan untuk keluar dari keanggotaan Board of Peace (BOP). Legislator PDIP itu
Pelatih Argentina Lionel Scaloni Turut Geram! Kegagalan Italia Disebut Tak Adil dan Sulit Diterima Dunia

Pelatih Argentina Lionel Scaloni Turut Geram! Kegagalan Italia Disebut Tak Adil dan Sulit Diterima Dunia

Kegagalan Timnas Italia lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun terus menuai reaksi dari berbagai pihak. Kali ini, simpati datang dari pelatih Argentina, Lionel Scaloni, yang mengaku sedih melihat nasib Gli Azzurri.
Ono Surono Berpeluang Kembali Dipanggil KPK Setelah Dilakukan Penggeledahan di Rumahnya

Ono Surono Berpeluang Kembali Dipanggil KPK Setelah Dilakukan Penggeledahan di Rumahnya

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka kemungkinan memanggil kembali Ketua DPD PDIP Jabar, Ono Surono usai penggeledahan di rumahnya.
Selengkapnya

Viral