News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Peneliti Ponpes Al Zaytun Ungkap Kesaktian Panji Gumilang dan Fakta Sosok Abu Totok Pendiri NII KW9

Pimpinan Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang masih jadi pembicaraan karena beragam kontroversi yang dilakukannya. Hal itu membuat dirinya dikritik hingga didemo
Senin, 3 Juli 2023 - 11:31 WIB
Panji Gumilang Pemimpin Ponpes Al Zaytun Indramayu
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com

Jakarta, tvOnenews.com - Pimpinan Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang masih menjadi pembicaraan hangat karena beragam kontroversi yang dilakukannya. Hal itu membuat dirinya dikritik hingga didemo.

Panji Gumilang dikritik karena diduga mengajarkan ajaran Islam yang menyimpang hingga dikaitkan dengan Negara Islam Indonesia atau NII KW9.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ponpes Al Zaytun Indramayu menjadi viral pertama kali setelah diketahui pada saat ibadah Salat Idul Fitri 1444 H mencampurkan jemaah wanita dan laki-laki dalam satu shaf hingga menjadi perbincangan publik. 

Tak hanya itu, media sosial dihebohkan dengan sebuah video yang memperlihatkan gaya azan sholat jumat yang dikumandangkan oleh santri di Ponpes Al Zaytun, tampak menggunakan gerakan tangan dan tidak menghadap kiblat.

Artikel

Peneliti Ponpes Al Zaytun, Taufik Hidayat baru-baru ini mengungkap fakta tentang Panji Gumilang. Hal itu diungkap saat ia menjadi narasumber di Forum Catatan Demokrasi tvOne.

“Yang perlu kita pahami, Ponpes Al Zaytun itu merupakan pusat kamp konsentrasi kalau ada MUI dan Kemenag datang ke sana investigasi itu hal yang gak mungkin. Tapi satu hal saya menantang Panji Gumilang, jadi Anda ini lupa ya pernah saya wawancarai lima jam lebih,” kata Taufik Hidayat yang dilansir Youtube tvOnenews. 

Taufik Hidayat mengatakan bahwa Panji Gumilang adalah Abu Totok alias Totok Abdussalam yang merupakan pendiri NII KW9. 

"Saat itu kami kejar, betulkah Anda Abu Totok? Akhirnya dia ngaku juga karena saya bilang Syekh Anda asli Anyar ya Dukun Gresik, saya udah ketemu dengan adik dan ibunya Panji Gumilang," sambungnya.

Peneliti Ponpes Al Zaytun Taufik Hidayat juga mengatakan bahwa Panji Gumilang bukanlah orang sakti, tapi kitalah yang terlalu lemah menghadapi pendiri Ponpes Al Zaytun tersebut. 

“Jadi mohon maaf aja kalau dibilang sakti juga apanya yang sakti kita hanya terlalu lemah ngadepin dia. Waktu itu dalam hal itu, saya ingin orang-orang yang mendukung Al Zaytun terutama Hendropriyono Kepala BIN harus diperiksa,” ungkap Taufik Hidayat. 

Pada kesempatan forum itu juga, Taufik Hidayat menyampaikan hasil penelitian tentang Ponpes Al Zaytun telah dibuat menjadi buku, hingga buku itu disebut buku iblis oleh orang-orang yang diduga pro terhadap Al Zaytun . 

"Kita diancam, isinya tentang kesesatan Al Zaytun tapi konteksnya Al Zaytun adalah bentuk kemegahan tapi dibaliknya tragedi kemanusiaan yang luar biasa," ujarnya. 

Artikel

Taufik Hidayat membeberkan bahwa di balik kemegahan Ponpes Al Zaytun , ternyata para pekerjanya justru hidup dalam kemiskinan. 

“Orang boleh terpukau Al Zaytun itu bangunannya besar ya mewah santrinya makanya teratur. Coba lihat ribuan pekerjanya masuk jam 6 pulang jam 6 yang mereka ngontrak, mereka hidup dalam kemiskinan. Satu kontrakan bisa lima keluarga,” ujar Taufik Hidayat.  

Tak hanya itu, mahasiswa atau santri di Ponpes Al Zaytun kerap dipaksa untuk menipu hingga membohongi orang tuanya.  

“Al Zaytun itu cuma cover, di luar itu adalah ada sayap territorial fungsional. Ini korban mahasiswa itu terlalu banyak disuruh bohong dan menipu orang tuanya,” lanjutnya.  

Sang peneliti Ponpes Al Zaytun juga mengatakan bahwa NII Al Zaytun adalah sebuah bentuk tragedi kemanusiaan. 

“Bagi saya peristiwa NII Al Zaytun ini adalah tragedi kemanusiaan yang menyangkut anak-anak bangsa yang dirusak dicuci otaknya, yang diradikalisme,” tutur Taufik Hidayat.  

Ia mengatakan bahwa yang seharusnya MUI melakukan pencegahan dini. 

“Yang harus dilakukan MUI adalah mestinya MUI melakukan cegah dini, semacam flyer atau apa yang menyatakan kelompok bercirikan ini, hati-hati. Ini kan lebih dari bencana alam, bencana kemanusiaan. Bayangkan di Jakarta tahun 2007 anggota mereka 180 ribu orang,” pungkas Taufik Hidayat.  

“Liat ini syekh dibilang sakti ya. Kita punya aliran dana dari teritorialnya yang mengalir ke Ma’had Al Zaytun. PPATK sudah menemukan aliran dana mencurigakan yang masuk ke Al Zaytun, datanya jelas,” sambungnya.  

“Menurut saya hentikan aja itu demo-demo, itu akan menjadi panggung Panji Gumilang,” tandas Taufik Hidayat.  

“Kalau bicara kesesatan, saya wawancara Panji Gumilang, ini Panji Gumilang kapan salatnya? Ini para menterinya, stafnya mana ada. Salat dijamak kapan salatnya?” imbuhnya.

Sejarah Ponpes Al Zaytun dan NII KW 9

M. Najih Arromadloni selaku pengamat pesantren hadir sebagai narasumber di program Catatan Demokrasi tvOne, ia mengungkapkan beberapa temuan dari penelitian non formal yang dilakukannya. 

Hal itu didapatnya setelah interaksi dengan beberapa mantan pengurus dan alumni di Ponpes Al Zaytun, Indramayu, Jawa Barat. 

"Ini sebetulnya kalau kita tilik sejarahnya, Al Zaytun ini kan perkawinan dari NII dan ajaran isa bugis," ungkapnya yang dilansir Youtube ReligiOne. 

Ia menuturkan bahwa Isa Bugis ini punya murid bernama Musadeq yang mendirikan Al-Qiyadah dan sebagai penerusnya muncul Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara). 

"Makanya saya heran, kenapa Isa Bugis sudah ditindak, kemudian Musadeq juga sudah ditindak, tapi Panji Gumilang kok tetep berlarut-larut, ini kan persoalan yang harus kita sayangkan," ujarnya.

Lebih lanjut, pengurus pusat MUI Bidang Penanganan Terorisme ini menerangkan bahwa hampir 30 tahun, jika merujuk pertama kali Pesantren Al Zaytun didirikan, antara 1996 hingga 1998. Ia menilai bahwa persoalan ini dibiarkan berlarut-larut, karena tidak ada ketegasan dari Pemerintah. 

"Karena berpotensi jatuhnya (korban) masyarakat, tentu banyak masyarakat yang tertipu dengan ajaran-ajaran yang semacam ini," tutur M. Najih Arromadloni. 

"Di sisi lain, kalau kita lihat juga kalau sekarang Al Zaytun ini bukan samar-samar lagi, faktanya sudah terang benderang, bahkan Panji itu sudah mempropagandakan ajarannya ke publik," tambahnya. 

Di mana hal itu sudah menjadi hal serius, karena jika telah masuk tahap mempropagandakan, efeknya akan ada konsekuensi yang luas. Untuk itu, ia berharap adanya campur tangan dari pemerintah menindak tegas dan menyelidiki.  

Ponpes Al Zaytun dan Gerakan NII KW 9 Kemudian, M. Najih Arromadloni mengungkapkan bahwa kelompok seperti Al-Zaytun sangat pintar untuk berkamuflase.

"Orang melihat ada bendera merah putihnya, menyanyikan Indonesia Raya, meskipun stanza nya berbeda, lalu ada pendeta yang ikut sholat, ini kan sebetulnya bagian dari kamuflase," terangkannya. 

"Al-Zaytun sendiri sebetulnya adalah penjelmaan baru atau re-branding, atau reorganisasi dari NII kan," ujarnya. 

"Dulu ada Kartosuwiryo, Daud Beureueh, ada Jaelani, kemudian dilanjutkan sekarang oleh Panji Gumilang," jelasnya.

Lanjut ungkap Najih Arromadloni bahwa pemberontakan atau upaya mendirikan Negara Islam Indonesia melalui jalur persenjataan sudah gagal pada tahun 1962. 

Maka mereka kemudian berupaya bergerak melalui kegiatan-kegiatan sosial, misalnya yang dibangun adalah MIM (Masyarakat Indonesia Membangun). 

Disinggung oleh Andromeda Mercury apakah ada kurikulum yang mungkin tidak dibuka ke publik, yang sampai sekarang menjadi misteri. 

Merespons hal itu, Najih menyebut bahwa kurikulum yang digunakan Ponpes Al Zaytun ada 2 yakni kurikulum resmi dan hidden kurikulum. 

"Ada unsur memang bahwa santrinya ini adalah orang-orang NII (Negara Islam Indonesia), anak-anak orang NII dan ada juga orang luar," ucapnya. 

Untuk orang luar tidak diajarkan kurikulum NII, bahkan konon ketika beberapa orang pengen ikut baiat pun ditolak. "Maksudnya ketika ada anak santri yang bukan orang tuanya bukan NII, ingin baiat NII, itu tolak oleh Panji gumilang," terangnya. 

"Jadi memang Panji Gumilang membuat satu sistem yang semacam itu, ada cluster-cluster yang yang boleh diketahui oleh umum, mana yang tidak boleh diketahui," tambahnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Maria Assegaf selaku pembawa acara Program Demokrasi menanyakan soal apa indikator dari sistem tersebut untuk membedakan anak-anak NII. 

"Mungkin dulu posisinya mungkin 50 persen 50 persen kali dulu. NII 50 persen, yang non NII 50 persen, kalau sekarang mungkin sudah 90 persen, 90 persen santri di Al Zaytun Itu keluarga dari NII, anak-anak TNI yang yang umum sudah sudah sedikit sekali itu." tutupnya. (rka/ind/ree)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kirim 237 Atlet ke Porprov Jateng 2026, Blora Siap Pertahankan Peringkat 6 Besar 

Kirim 237 Atlet ke Porprov Jateng 2026, Blora Siap Pertahankan Peringkat 6 Besar 

Bupati Blora Arief Rohman resmi melepas keberangkatan 237 atlet kontingen Kabupaten Blora yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 di Semarang Raya, Rabu (21/10/2026). 
Refleksi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, PP Muhammadiyah: Jadikan Kritik sebagai Jalan Perbaikan

Refleksi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, PP Muhammadiyah: Jadikan Kritik sebagai Jalan Perbaikan

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan, kritik merupakan bagian yang wajar dalam kehidupan berdemokrasi. Pemerintah perlu menerima sebagai masukan untuk memberikan dampak kemajuan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
32 Pendemo Sempat Diamankan saat Ricuh di DPRD DIY, Polda DIY: Sudah Dipulangkan

32 Pendemo Sempat Diamankan saat Ricuh di DPRD DIY, Polda DIY: Sudah Dipulangkan

Sebanyak 32 peserta aksi demonstrasi yang sempat diamankan oleh aparat kepolisian saat ricuh di kantor DPRD DIY pada Selasa (20/10/2026) malam telah dipulangkan.
Benarkah Kim Jong-un Meninggal Dunia Akibat Pendarahan Otak? Korea Utara Langsung Ungkap Fakta Sebenarnya

Benarkah Kim Jong-un Meninggal Dunia Akibat Pendarahan Otak? Korea Utara Langsung Ungkap Fakta Sebenarnya

Media resmi pemerintahan Korea Utara, Korean Central News Agency/KCNA merilis aktivitas terbaru pemimpinnya, Kim Jong-un untuk menepis rumor meninggal dunia.
Hasil French Open 2026: Takluk dari Wakil Chinese Taipei, Langkah Fajar/Fikri Langsung Kandas di Babak Pertama

Hasil French Open 2026: Takluk dari Wakil Chinese Taipei, Langkah Fajar/Fikri Langsung Kandas di Babak Pertama

Hasil French Open 2026 sektor ganda putra yang mempertemukan wakil Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri vs Chiu Hsiang Chieh/Wang Chi-Lin.
Reaksi KPK soal Kabar Nusron Wahid Berada di Malaysia Usai Mangkir Dua Kali Pemanggilan

Reaksi KPK soal Kabar Nusron Wahid Berada di Malaysia Usai Mangkir Dua Kali Pemanggilan

KPK memburu kebenaran informasi mengenai keberadaan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, dikabarkan berada di

Trending

Mengenal Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf, Penceramah yang Viral Berujung Diboikot MUI

Mengenal Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf, Penceramah yang Viral Berujung Diboikot MUI

Berikut profil Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf, penceramah yang viral akibat dinilai merendahkan santriwati dan perempuan lansia sehingga diboikot oleh MUI.
Tiba-tiba Garuda Calling! Wonderkid yang Dipanggil Hong Kong untuk Ajang FIFA Muncul di TC Timnas Indonesia Buat Piala Asia U-20 2027

Tiba-tiba Garuda Calling! Wonderkid yang Dipanggil Hong Kong untuk Ajang FIFA Muncul di TC Timnas Indonesia Buat Piala Asia U-20 2027

Sempat dipanggil ke skuad Hong Kong untuk ajang FIFA, nama pemain keturunan ini tiba-tiba muncul di pemusatan latihan Timnas Indonesia U-20.
Tim Gabungan Polri, BNN dan Bea Cukai Amankan Kapal Asing Diduga Angkut Satu Ton Sabu

Tim Gabungan Polri, BNN dan Bea Cukai Amankan Kapal Asing Diduga Angkut Satu Ton Sabu

Perairan Selat Malaka kembali memanas! Tim gabungan Aparat Penegak Hukum (APH) berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba terbesar tahun ini, Rabu (21/10/2026)
ART Cabuli Anak Majikan di Jakarta Timur Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Alat Bukti hingga Saksi Didalami

ART Cabuli Anak Majikan di Jakarta Timur Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Alat Bukti hingga Saksi Didalami

Polda Metro Jaya mengungkapkan telah menerima adanya pelayangan laporan terhadap ART yang melakukan pencabulan terhadap anak majikan berinisial DKA (5) di wilayah Matraman, Jakarta Timur. Perkara tersebut ditangani oleh Direktorat PPA-PPO Polda Metro Jaya.
Kursi Bupati Bekasi Resmi Berganti, Kemendagri Angkat Asep Surya Atmaja Jadi Definitif

Kursi Bupati Bekasi Resmi Berganti, Kemendagri Angkat Asep Surya Atmaja Jadi Definitif

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) resmi menerbitkan keputusan pengangkatan Asep Surya Atmaja sebagai Bupati Bekasi untuk sisa masa jabatan 2025–2030.
Anak Diduga Mutilasi-Rebus Ayahnya di Brebes, Polisi: Potongan Tubuh Korban Direbus Dua Hari hingga Hancur

Anak Diduga Mutilasi-Rebus Ayahnya di Brebes, Polisi: Potongan Tubuh Korban Direbus Dua Hari hingga Hancur

Polisi mengungkap fakta baru terkait kasus anak mutilasi hingga rebus ayahnya sendiri di Brebes, Jawa Tengah. Anak itu mengaku merebus potongan tubuh ayahnya selama dua hari sebelum dibuang ke Sungai Kluwut. Sementara itu, tulang belulang ayahnya dibakar hingga menjadi abu.
Siapa Briptu Asky Rizal Toding? Ajudan Gubernur Kaltim yang Senggol Mahasiswa di Demo Karhutla

Siapa Briptu Asky Rizal Toding? Ajudan Gubernur Kaltim yang Senggol Mahasiswa di Demo Karhutla

Sosok ajudan Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud yakni Briptu Asky Rizal Toding menjadi sorotan setelah aksi arogannya yang menyenggol mahasiswa dalam demo karhutla.
Selengkapnya

Viral