News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dieksekusi Mati di Era Jokowi, ini Kisah Hidup Rani Andriani Si Kurir Narkoba, Tertipu Muslihat Saudara Sendiri Hingga Pernah Nekat Kabur Dari Penjara

Nama Rani Andriani belakangan memang cukup asing di telinga. Namun dirinya kembali disebut-sebut setelah kasus peredaran narkoba yang melibatkan Teddy Minahasa
Sabtu, 8 Juli 2023 - 06:45 WIB
Potret Rani Andriani ketika sedang melakukan wawancara dengan Trans TV
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Trans TV pada program menanti ajal

Jakarta, tvOnenews.com -  Nama Rani Andriani mungkin kini sudah agak meredup, namun pada tahun 2015 lalu cukup menggemparkan publik.

Diketahui Rani Andriani merupakan salah satu kurir narkoba terkenal di Indonesia yang telah divonis hukuman mati. Rani telah dieksekusi bersama 6 terpidana lainnya pada Minggu (18/01/2015) pada pukul 00.00 WIB.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rani Andriani alias Melisa Apriliani menjadi satu-satunya warga negara Indonesia (WNI) yang dieksekusi mati pada momen tersebut. Kisah Rani Andriani ini cukup melekat dalam ingatan masyarakat sebab bos dalam persebaran narkoba ini justru mendapatkan grasi dari Presiden SBY.

Meirika Franola atau Ola dan sepupunya Deni Setia Maharwan merupakan otak dari peredaran narkotika yang melibatkan Rani Andriani ini. Namun pada 26 September 2011, Presiden SBY justru memberikan grasi pada Ola sehingga hukumannya berubah menjadi seumur hidup.

Sedangkan, Deni Setia Maharwan mendapatkan grasi untuk hukuman seumur hidup pada 25 Januari 2012. Sayangnya, grasi ini tidak didapatkan oleh Rani Andriani. Pengajuan grasinya justru ditolak oleh Presiden Joko Widodo pada 30 Desember 2014.

Tertipu janji palsu

Dalam penuturan Rani Andriani di program Menanti Ajal yang disiarkan ulang oleh akun YouTube dABERaC, perempuan asal Cianjur tersebut mengaku tertipu janji palsu atasannya. Pasalnya, ketika awal-awal bergabung dengan bisnis ini Rani Andriani mengaku takut.

Namun Ola kerap memberikan janji-janji untuk menenangkan Rani Andriani. Salah satu janji yang diberikan oleh Ola adalah akan membantu Rani ketika tertangkap.

“Soalnya saya pernah dijanjikan kalau misalkan saya ketangkap atau apa saya bakal diurusin. Ola (yang menjanjikan) bahwa saya akan diurusin segala macem ini-ini-nya. Nggak nyangka bahwa saya harus menjalani persidangan, bahwa saya harus menjalani hukuman mati,” ungkap Rani Andriani.

Pasca mendapatkan vonis mati Rani Andriani menganggap hidupnya telah kiamat.

“Waktu tuntutan aja saya udah, udah gimana, seakan-akan dunia udah kiamat aja,” tambah Rani Andriani.

Ingin dimakamkan di Cianjur

Sebelum meninggal Rani Andriani memiliki keinginan ingin dimakamkan di tempat kelahirannya, yakni Kabupaten Cianjur.

“Di Cianjur, karena kelahiran saya Cianjur, saya pengen di Cianjur. Soalnya ya masyarakat Cianjur udah maafin saya. Saya kepengen dikuburin di mana emang ada orang-orang yang memang sayang sama saya,” ungkap Rani Andriani dalam program Menanti Ajal yang disiarkan ulang oleh akun YouTube dABERaC.

Upaya yang dilakukan oleh keluarga Rani Andriani untuk membebaskan si sulung tersebut dari jeratan hukuman mati sebenarnya sudah cukup otimal. Bahkan keluarga Rani pun tidak segan untuk menjual rumah miliknya di Gang Edi II Cianjur guna membayar pengacara.

Sayangnya, hal tersebut tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Akhirnya Rani Andriani berakhir di tangan regu tembak pada hari Minggu (18/01/2015) dini hari sekitar pukul 00.00 WIB.

Rani Andriani sempat kabur dari penjara

Diketahui Rani Andriani pernah mencoba kabur dari Lembaga Permasyarakatan Wanita Tangerang pada Desember 2000. Rani kala itu mencoba kabur bersama terpidana 18 bulan kasus narkoba, Maya dan Angel.

Mereka memotong jeruji sel dengan menggunakan gergaji besi. Setelah gergaji putus, ketiganya bergerak ke POs II yang kebetulan tak dijaga. Selanjutnya mereka membongkar kunci gembok dan naik ke menara dengan menggunakan seutas tali yang diikat pada jendela menara setinggi 15 meter.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Maya dan Angel berhasil kabur, namun nasib apes menimpa Rani Andriani. Pasalnya, ia gagar kabur karena terjatuh saat menuruni menara. Saking kesakitannya karena terjatuh Rani berteriak. Hal tersebut akhirnya mengundang kedatangan petugas.

Setelah diperiksa, ternyata Rani mengalami retak pada tulang kaki dan pinggang. Namun ketika petugas tiba, Angel dan Maya sudah kabur terlebih dahulu. (Lsn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Simak di Sini! Jadwal KRL Rute Jogja-Solo Hari Ini Senin 9 November 2026

Simak di Sini! Jadwal KRL Rute Jogja-Solo Hari Ini Senin 9 November 2026

Jadwal keberangkatan kereta rel listrik atau KRL Commuter Line relasi Jogja-Solo untuk hari ini Senin 9 November 2026 tersedia secara lengkap pada artikel ini.
Sesosok Mayat Wanita Ditemukan Mengenaskan di Padang, Kaki Tangan dan Mulut Dilakban

Sesosok Mayat Wanita Ditemukan Mengenaskan di Padang, Kaki Tangan dan Mulut Dilakban

Kuat dugaan kalau korban berjenis kelamin perempuan itu adalah korban tindak pidana, namun Polisi membutuhkan penyelidikan lebih lanjut.
Kesaksian Marbot Masjid di Jaktim soal Detik-detik Pria Berkapak Bakar dan Serang 3 Jemaah saat Shalat Berjamaah

Kesaksian Marbot Masjid di Jaktim soal Detik-detik Pria Berkapak Bakar dan Serang 3 Jemaah saat Shalat Berjamaah

Dayat, marbot Masjid Daarul Maarif, Pondok Kelapa, Jakarta Timur (Jaktim), menceritakan pria berkapak menyerang tiga jemaah saat memadamkan api di pintu masjid.
Cek Jadwal KRL Rute Bogor-Jakarta Kota Hari Ini Senin 9 November 2026

Cek Jadwal KRL Rute Bogor-Jakarta Kota Hari Ini Senin 9 November 2026

Dalam artikel ini menyajikan informasi lengkap seputar jadwal keberangkatan KRL Commuter Line relasi Bogor-Jakarta Kota untuk hari ini Senin 9 November 2026.
Mercedes-Benz Tunda Produksi GLC di AS hingga 2030, Padahal Sudah Siapkan Investasi Miliaran Dolar

Mercedes-Benz Tunda Produksi GLC di AS hingga 2030, Padahal Sudah Siapkan Investasi Miliaran Dolar

Mercedes-Benz mengambil langkah mengejutkan terkait rencana produksi SUV GLC di Amerika Serikat. Pabrikan asal Jerman itu memutuskan untuk menunda proyeknya.
Dua Pendaki Ilegal di Gunung Semeru Masih Belum Ditemukan, Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian

Dua Pendaki Ilegal di Gunung Semeru Masih Belum Ditemukan, Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian

Operasi SAR diawali dengan briefing pada pukul 06.30 WIB, kemudian dilanjutkan dengan pembagian SRU untuk melakukan penyisiran di sejumlah jalur pendakian.

Trending

Yayan Supyansuri Seorang Kru Penerbangan Gugur dalam Misi Pemadaman Karhutla, Helikopter Jatuh di Sungai Barito

Yayan Supyansuri Seorang Kru Penerbangan Gugur dalam Misi Pemadaman Karhutla, Helikopter Jatuh di Sungai Barito

Pasalnya, Yayan Supyansuri gugur saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan, pada Minggu (8/11/2026).
Dibuka November Ini, KemenpanRB Kasih Bocoran Formasi untuk CPNS 2026

Dibuka November Ini, KemenpanRB Kasih Bocoran Formasi untuk CPNS 2026

KemenpanRB membocorkan formasi untuk CPNS 2026 yakni untuk posisi seperti Polisi Hutan, Manggala Agni, Guru Sekolah Terintegrasi, dan Guru Sekolah Unggul Garuda
Viral Balita di Garut Diculik Pakai Mobil, Polres Garut Kejar Pelaku

Viral Balita di Garut Diculik Pakai Mobil, Polres Garut Kejar Pelaku

Kapolres Garut AKBP Niko N. Adi Putra membenarkan adanya laporan penculikan anak kemudian yang viral di media sosial, pada Jumat (6/11/2026). 
Sidak RS Gegara Antrean Pasien Mengular, Wali Kota Brasil Malah Pergoki Dua Dokter Bermesraan

Sidak RS Gegara Antrean Pasien Mengular, Wali Kota Brasil Malah Pergoki Dua Dokter Bermesraan

Sidak rumah sakit buntut aduan masyarakat karena antrean kerap mengular, wali kota di Brasil ngamuk saat melihat dua petugas medis bermesraan di sebuah ruangan.
Duka Bobotoh dan Kekalahan Persib dari Java United, Beckham Putra: Bukan Hari yang Kami Harapkan

Duka Bobotoh dan Kekalahan Persib dari Java United, Beckham Putra: Bukan Hari yang Kami Harapkan

Persib harus akui keunggulan Java United pada pertandingan pekan ke-9 Super League 2026/2027. Gelandang Maung Bandung, Beckham Putra Nugraha, turut buka suara.
KPK Lanjutkan Dalami Perpanjangan SHGB Kota Baru Parahyangan Bandung

KPK Lanjutkan Dalami Perpanjangan SHGB Kota Baru Parahyangan Bandung

Kasus tersebut bermula dari OTT KPK di kawasan Jabodetabek pada 14 September 2026 terkait dugaan korupsi dalam pengurusan hak guna bangunan Summarecon di Bogor.
Kereta Tergelincir hingga Terguling di Mesir, 4 Penumpang Tewas 88 Orang Alami Luka-luka

Kereta Tergelincir hingga Terguling di Mesir, 4 Penumpang Tewas 88 Orang Alami Luka-luka

Perusahaan Kereta Api Nasional Mesir mengatakan kereta nomor 134 yang melaju dari Giza menuju Fayoum menabrak bagian belakang kereta nomor 2010 rute Kairo-Aswan
Selengkapnya

Viral