GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dengan Nada Tinggi, Panji Gumilang Blak-blakan Bilang BJ Habibie Tak Keluarkan Duit Sepeserpun untuk Al Zaytun, Justru...

Saat 1 Muharam 1445 H di Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang menepis kabar Presiden ketiga RI, B.J Habibie memberikan dana sebesar Rp1,2 triliun, ini penjelasannya
Selasa, 25 Juli 2023 - 17:02 WIB
Panji Gumilang Blak-blakan Bilang BJ Habibie Tak Keluarkan Duit Sepeserpun untuk Al Zaytun
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com

tvOnenews.com - Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun belum lama ini menggelar perayaan yang menyambut tanggal 1 Muharram 1445 H. Panji Gumilang selaku Pimpinan menyampaikan tausiyah. 

Dalam tausiyahnya tersebut, Panji Gumilang menyampaikan beberapa informasi di depan para santri Ponpes Al Zaytun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Muncul sebuah kabar bahwa perayaan 1 Muharam di Ponpes Al Zaytun menjadi momentum bagi Panji Gumilang untuk mengumpulkan dana demi keberlangsungan organisasi Negara Islam Indonesia (NII) atau KW9.

Selain itu, beberapa mantan orang dalam menyebutkan bahwa momen perayaan 1 Muharram yang digelar oleh Ponpes Al Zaytun merupakan cara Panji Gumilang untuk menggalang dana dari para anggota NII.

Sehingga pada perayaan 1 Muharam di Ponepes Al Zaytun beberapa waktu yang lalu pun mendapatkan perhatian dari masyarakat.

Tak hanya itu, dedengkot Al Zaytun ini menyebutkan bahwa ia mendengar kabar Presiden ketiga RI, B.J Habibie memberikan dana sebesar Rp1,2 triliun. Saat itu juga Panji Gumilang menampiknya dengan nada tinggi.

Seperti apa pernyataan Panji Gumilang menepis kabar tersebut, simak informasinya berikut ini.

Infaq Ponpes Al Zaytun di Perayaan 1 Muharram


Pimpinan Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang. (Kolase tvOnenews)

Pada saat perayaan tersebut, Panji Gumilang menyampaikan jumlah dana berupa infaq dan Shadaqah yang berhasil dikumpulkan oleh Ponpes Al Zaytun di perayaan 1 Muharam tahun ini.

"Saya menyampaikan ada nggak sedekah Muharram itu dapat berapa? Syekh mencatat  itu jumlahnya ada Rp. 1.914 545.000, dari Amerika pun datang, nggak terlalu banyak angkanya tapi nilainya cukup banyak kalau di Indonesia kan yaitu 10.000 USD," ungkap Panji Gumilang.  

"Kemudian punya tetangga Singapura ada juga dolar Singapura di sini 2.300, Malaysia ini ada Ringgit kalau di narasikan 20.000 Ringgit, Alhamdulillah," terangnya.

Panji Gumilang mengatakan kalau seluruh uang yang terkumpul tidak akan ia simpan ke bank karena menurutnya saat ini bank tidak bisa menjaga kerahasiaan nasabahnya buntut dari dibekukannya 256 rekening atas nama Panji Gumilang oleh PPATK. 

"Syekh mengambil kebijakan bahwa uang ini jangan disimpan di bank. Mengapa? karena bank sudah tidak bisa merahasiakan kekayaan nasabahnya yang disimpan di bank. Buktinya seluruh yang kita simpan di bank itu diumumkan bahwa rekeningnya sekian banyak, rekeningnya diumumkan lagi ada 15 triliun," terangnya.

"Ini sesuatu yang sulit untuk dimengerti sebuah negara yang mestinya melindungi hak-hak warga negaranya," kata Panji Gumilang.

Panji Gumilang juga menyinggung aliran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pihak pemerintah yang untuk Al Zaytun pada tahun ini alirannya dibekukan.

"Kita mendapat dana BOS, Bantuan Operasional Sekolah untuk tahun ini yang semestinya bisa diturunkan, juga diblokir jadi nggak turun," ungkapnya.

Meski begitu Panji Gumilang tidak memusingkan hal tersebut, karena menurutnya Al Zaytun masih bisa berdiri dan berjalan meski tidak mendapatkan dana bantuan dari pemerintah.

"Saya gembira kalau BOS ditahan tidak diberikan, sangat gembira tidak usah sedih, untuk apa sedih," sambungnya.Namun ternyata dalam kesempatan tersebut, Panji Gumilang menyampaikan sebuah fakta menarik ketika dirinya tengah menyampaikan pidato pembuka.

Dimana Panji Gumilang mengatakan kalau B.J Habibie yang pada saat itu menjabat sebagai Presiden Indonesia tidak pernah memberikan biaya triliunan pada Al Zaytun
saat berkunjung.

"Waktu berdiri juga nggak dapat apa-apa ada menteri yang mengatakan waktu berdiri Pak Habibie memberikan dana 1,2 triliun, Syekh akan tuntut omongan itu. Saudara-saudara Pak Habibie datang ke sini satu sen pun tidak memberikan kepada kita  Al Zaytun," ungkapnya. 


Ponpes Al Zaytun. (Ist)

"Wahai menteri yang pernah mengatakan bahwa beliau Pak Presiden Habibie pada waktu datang kemari memberikan dana 1,2 triliun atas saran sahabat Syekh yang bernama Profesor Malik Fajar yang ketika itu Menteri Agama, ketahuilah itu omong kosong dan Syekh akan menuntut omongan itu," tegas Panji Gumilang.

"Al Zaytun berdiri memang oleh bangsa Indonesia, namun bukan dari dana APBN. Pak Habibie sebagai presiden datang kemari itu bagi kita sebuah penghormatan. Kami merasa terhormat karena bapak presiden mencantumkan tanda tangannya untuk membuka pembelajaran daripada Pesantren Al Zaytun Indonesia ini," sambungnya 

"Satu sen pun satu tidak membawa dana seperti yang diucapkan oleh salah seorang menteri negara, supaya dipahami oleh bangsa Indonesia sehingga bangsa Indonesia ini tidak dikacaukan pikiran oleh ungkapan-ungkapan pejabat publik yang bertanggung jawab itu," tutupnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Panji Gumilang dengan tegas menepis pernyataan yang beredar bahwa B.J Habibie memberikan dana sebesar Rp1,2 triliun atas saran sahabat dedengkot Al Zaytun. 

Selain itu, dirinya siap mengembalikan dana BOS apabila dianggap merugikan negara. Ia juga siap mengembalikan dana tersebut agar Ponpes Al Zaytun tetap membantu keuangan negara. (akg/kmr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Respons Putusan MK, Pakar Hukum: Jakarta Ibu Kota Negara Secara Konstitusional

Respons Putusan MK, Pakar Hukum: Jakarta Ibu Kota Negara Secara Konstitusional

Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan Jakarta masih menjadi ibu kota negara sebelum terbitnya Keputusan Presiden (Keppres).
Polda Metro Jaya Pastikan Cepat Tangkap Pelaku Penjambretan Ponsel Milik WNA di Bundaran HI

Polda Metro Jaya Pastikan Cepat Tangkap Pelaku Penjambretan Ponsel Milik WNA di Bundaran HI

Polda Metro Jaya angkat bicara soal aksi penjambretan yang menimpa Warga Negara Asing (WNA) di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.
Ko Hee-jin Sindir Elisa Zanette? Setelah Resmi Datangkan Vanja Bukilic dan Zhong Hui, Pelatih Red Sparks Itu Bilang...

Ko Hee-jin Sindir Elisa Zanette? Setelah Resmi Datangkan Vanja Bukilic dan Zhong Hui, Pelatih Red Sparks Itu Bilang...

Menyambut gelaran V League 2026/2027, tim asal Kota Daejeon yakni Red Sparks akhirnya telah menemukan duet pemain asing baru mereka, Vanja Bukilic dan Zhong Hui
Dedi Mulyadi Penuhi Permintaan Bocah Tasikmalaya yang Rewel Sampai Guling-guling Demi Bisa Foto dengan KDM

Dedi Mulyadi Penuhi Permintaan Bocah Tasikmalaya yang Rewel Sampai Guling-guling Demi Bisa Foto dengan KDM

Momen unik saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menemui seorang anak laki-laki asal Tasikmalaya yang viral guling-guling di kamar gegara ingin foto dengan KDM.
Jadi Tersangka, Kubu Pelapor Dugaan Kasus Pemalsuan Minta Percepatan Gelar Perkara Khusus

Jadi Tersangka, Kubu Pelapor Dugaan Kasus Pemalsuan Minta Percepatan Gelar Perkara Khusus

Polda Metro Jaya menetapkan status tersangka terhadap dua orang berinisial ICS dan SR terkait dugaan memberikan keterangan palsu kasus pemalsuan sertifikat tanah.
Libur Kenaikan Yesus Kristus, Wisatawan di Monas Membludak

Libur Kenaikan Yesus Kristus, Wisatawan di Monas Membludak

Libur nasional dalam rangka memperingati Kenaikan Yesus Kristus membuat masyarakat memanfaatkan waktunya untuk mengunjungi tempat-tempat wisata, salah satunya Monumen Nasional (Monas) di Jakarta Pusat.

Trending

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Ada Jepang dan Juara Bertahan Qatar, John Herdman Pede Sebut Timnas Indonesia Tim Tangguh di Grup F Piala Asia 2027

Ada Jepang dan Juara Bertahan Qatar, John Herdman Pede Sebut Timnas Indonesia Tim Tangguh di Grup F Piala Asia 2027

John Herdman cukup percaya diri menyebut Timnas Indonesia sebagai tim yang akan ditakuti oleh Jepang dan Qatar, sesama kontestan di grup F Piala Asia 2027.
Strategi Perempuan Indonesia Kelola Usaha Mikro agar Bertahan di Tengah Krisis

Strategi Perempuan Indonesia Kelola Usaha Mikro agar Bertahan di Tengah Krisis

Salah satu tantangan utama perempuan prasejahtera dalam menjalankan usaha adalah kemampuan mengelola keuangan. Tidak sedikit usaha kecil yang sebenarnya memiliki
Libur Panjang Pekan Ini, Penumpang Bus AKAP di Terminal Pulogebang MenurunLibur Panjang Pekan Ini, Penumpang Bus AKAP di Terminal Pulogebang Menurun

Libur Panjang Pekan Ini, Penumpang Bus AKAP di Terminal Pulogebang MenurunLibur Panjang Pekan Ini, Penumpang Bus AKAP di Terminal Pulogebang Menurun

Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, mencatat terjadi penurunan jumlah penumpang keberangkatan dan kedatangan pada periode libur panjang dalam rangka Kenaikan Yesus Kristus pada pekan ini.
Putar Ekonomi Lokal, Program KDMP sesuai Kebutuhan Masyarakat Desa

Putar Ekonomi Lokal, Program KDMP sesuai Kebutuhan Masyarakat Desa

Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih membawa harapan besar bagi masyarakat desa. Sebab, program ini digadang-gadang dapat menggerakkan kemandirian ekonomi desa.
Kemendiktisaintek Ubah Nama Jurusan Teknik Jadi Rekayasa, DPR RI Bilang Begini

Kemendiktisaintek Ubah Nama Jurusan Teknik Jadi Rekayasa, DPR RI Bilang Begini

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi mengubah nama program studi atau jurusan 'Teknik' menjadi 'Rekayasa'.
Selengkapnya

Viral