News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Oknum Jaksa di Kejati DKI Dilaporkan ke Jamwas, Ini Alasannya

Oknum-oknum di Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta dilaporkan ke Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan Kejaksaan Agung. Laporan ini dilayangkan R Surjadi, warga Jakarta Timur. Alasannya, jaksa di Kejati DKI diduga membantu tersangka kasus penyerobotan lahan di kawasan Jakarta Timur.
Jumat, 28 Juli 2023 - 22:13 WIB
Ilustrasi
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Oknum-oknum di Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta dilaporkan ke Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan Kejaksaan Agung. Laporan ini dilayangkan R Surjadi, warga Jakarta Timur. Alasannya, jaksa di Kejati DKI diduga membantu tersangka kasus penyerobotan lahan di kawasan Jakarta Timur.

Kuasa Hukum Surjadi, Edi Wilson mengatakan, laporan ini berkaitan dengan penanganan perkara terkait penyerobotan lahan seluas 8.850 meter persegi yang dilakukan oleh Ismail Mandri selaku Direktur Pulogadung Steel. Selama beberapa tahun, Ismail Mandri menguasai tanah milik R Surjadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perbuatan itu pun telah dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Pada tahun 2019, polisi pun telah menetapkan Ismail Mandri sebagai tersangka. Dia disangkakan pasal 167 dan 263 KUHP tentang memasuki perkarangan orang lain tanpa izin   sesuai Laporan Polisi Nomor : LP/703/II/2019/PMJ/Dit. Reskrimum,tanggal 4 Februari 2019. 

Namun, proses penanganan kasus ini mulai janggal saat pelimpahan berkas perkara ke Kejati DKI. Saat itu, Surjadi dan kuasa hukumnya mendapatkan informasi terkait proses pemeriksaan berkas perkara itu dinyatakan belum lengkap.

Sebelumnya, Penyidik polda Metro Jaya pun pernah menyampaikan kepada kuasa hukum R. Suryadi, tak ada gunanya untuk melengkapi berkas perkara. Jaksa pasti menghentikan  percuma perkara ini.

Faktanya, jaksa pun mengembalikan berkas perkara nomor : BP/90/11/2023 Direskrimum kepada penyidik Kepolisian dengan petujuk untuk menambah alat bukti dan meminta pendapat ahli pidana dan pertanahan terkait kasus ini.

“Kami sudah lakukan semua menambah alat bukti dan minta pendapat pakar sudah. Pakar saja sudah menyatakan bahwa kasus ini sudah masuk unsur dan alat buktinya sudah cukup,” kata Wilson, di Jakarta, Jumat (28/7/2023).

Karena pakar menyatakan unsur pidana dalam berkas perkara itu sudah lengkap maka pihak Kepolisian kembali mengirimkan berkas perkara tersebut kepada jaksa. Anehnya, jaksa malah meminta pihak Kepolisian untuk menghentikan proses perkara ini atau menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan atau SP3 sesuai berita acara kordinasi antara penyidik dengan jaksa peneliti.  Padahal penyidik tidak pernah mengetahui adanya hal tersebut.

“Ini aneh, kenapa jaksa malah meminta polisi untuk SP3. Awalnya sudah diminta untuk lengkapi berkas. Setelah dilengkapi kenapa disuruh SP3. Jadi apakah jaksa berupaya melindungi tersangka ini,” tegas Wilson.  

Atas dasar itulah, Wilson melaporkan proses kejanggalan penanganan perkara ini kepada Kejaksaan Agung. Dia berharap, Kejaksaan Agung mau mengusut dugaan perlindungan hukum yang diberikan jaksa kepada para mafia tanah.

Terlebih, berdasarkan informasi yang diperoleh Wilson, Ismail Mandri beberapa kali telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyerobotan lahan. Namun, proses hukum Ismail Mandri kerap dihentikan.

“Pemerintah kan mau tegas berantas mafia tanah. Jaksa Agung juga pernah bilang begitu. Kami berharap laporan kami ini bisa diproses dengan baik,” kata Wison.

Sementara itu, R Surjadi selaku korban pun menaruh harapan yang sama kepada Kejaksaan Agung. Dia berharap kasus ini segera diproses dan jaksa yang diduga berbuat curang diberikan sanksi. Sebab, Surjadi  menegaskan, peristiwa ini sudah terjadi selama bertahun-tahun.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya sih sangat berharap tanah saya itu bisa dikembalikan. Kepada Jaksa Agung saya memohon agar laporan saya bisa diproses,” tandas R Surjadi. 

Hingga kini belum ada tanggapan dari Kejati DKI. (ebs)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mulai Sendiri Perang dengan Iran, Trump Rencana Akhiri Ketegangan karena Takut Kalah di Kongres

Mulai Sendiri Perang dengan Iran, Trump Rencana Akhiri Ketegangan karena Takut Kalah di Kongres

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan sedang berupaya mencari jalan untuk mengakhiri perang dengan Iran, karena ia khawatir kalah di Kongres.
Pengusaha Rokok M Suryo Mangkir dari Panggilan KPK, Kasus Dugaan Korupsi Cukai Kian Disorot Publik

Pengusaha Rokok M Suryo Mangkir dari Panggilan KPK, Kasus Dugaan Korupsi Cukai Kian Disorot Publik

Pengusaha rokok M Suryo mangkir dari panggilan KPK terkait dugaan korupsi cukai. Publik desak KPK bertindak tegas dan transparan.
Mobil Pikap Pengangkut Sayur Terjun ke Sungai Sedalam 10 Meter di Jembatan Getasan Kabupaten Semarang

Mobil Pikap Pengangkut Sayur Terjun ke Sungai Sedalam 10 Meter di Jembatan Getasan Kabupaten Semarang

Kecelakaan lalu lintas terjadi di kawasan Jembatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (3/4/2026).
Hasil Super League: Hansamu Yama Bawa Arema FC Unggul, Penalti David da Silva Paksa Laga Berakhir 1-1 Lawan Malut United

Hasil Super League: Hansamu Yama Bawa Arema FC Unggul, Penalti David da Silva Paksa Laga Berakhir 1-1 Lawan Malut United

Arema FC akhiri tren buruk tiga kekalahan beruntun dengan menahan Malut United 1-1 di Kanjuruhan, Jumat (3/4/2026). Gol Hansamu dibalas penalti David da Silva.
Klasemen Final Four Proliga 2026, Putra: Sukses Amankan Tiga Poin, LavAni Langsung Kudeta Juara Bertahan dari Puncak

Klasemen Final Four Proliga 2026, Putra: Sukses Amankan Tiga Poin, LavAni Langsung Kudeta Juara Bertahan dari Puncak

Klasemen Final Four Proliga 2026 setelah pertandingan kedua di sektor putra antara LavAni menghadapi Jakarta Garuda Jaya.
Soft Spoken Banget, Pengendara Mobil di Cikupa Tangerang Akui Salah Sudah Lawan Arah hingga Minta Maaf Viral

Soft Spoken Banget, Pengendara Mobil di Cikupa Tangerang Akui Salah Sudah Lawan Arah hingga Minta Maaf Viral

Pengendara mobil dengan nada soft spoken mengaku sudah lawan arah dan minta maaf berkali-kali di kolong jembatan di Cikupa, Tangerang viral di media sosial.

Trending

Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Ini Jadwal Lengkap Garuda Usai Kalah di Final FIFA Series 2026

Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Ini Jadwal Lengkap Garuda Usai Kalah di Final FIFA Series 2026

Kapan Timnas Indonesia main lagi? Simak jadwal lengkap Garuda tahun 2026 usai final FIFA Series, mulai FIFA Matchday hingga ASEAN Cup.
Padahal Calvin Verdonk Main Penuh, Media Prancis Nilai Timnas Indonesia Solid tapi Kurang Inisiatif di Final FIFA Series

Padahal Calvin Verdonk Main Penuh, Media Prancis Nilai Timnas Indonesia Solid tapi Kurang Inisiatif di Final FIFA Series

Kekalahan tipis Timnas Indonesia di final FIFA Series 2026 ternyata ikut menjadi perhatian media Eropa. Media Prancis menyoroti performa penuh Calvin Verdonk.
Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Salah satu pengamat sepak bola asal Belanda, Tijmen van Wissing, tak segan melabeli keputusan para pemain diaspora Timnas Indonesia sebagai tindakan "bodoh". 
Dedi Mulyadi Beri Kabar Baik untuk Warga Bekasi dan Jawa Barat, Apartemen Meikarta Bisa Dicicil hingga Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah

Dedi Mulyadi Beri Kabar Baik untuk Warga Bekasi dan Jawa Barat, Apartemen Meikarta Bisa Dicicil hingga Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah

Ada dua kabar baik dari KDM, mulai dari pengumuman mengenai cicilan apartemen di wilayah Meikarta hingga menyebut soal bantuan renovasi puluhan ribu rumah.
Disindir Ramadhan Sananta, Mantan Penerjemah Shin Tae-yong Balas Ucapan Sang Striker Timnas Indonesia

Disindir Ramadhan Sananta, Mantan Penerjemah Shin Tae-yong Balas Ucapan Sang Striker Timnas Indonesia

Mantan penerjemah Shin Tae-yong di Timnas Indonesia, Jeong Seok-seo atau Jeje merespons sindiran dari Ramadhan Sananta yang belakangan viral di media sosial.
Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Berniat tulus untuk membantu korban kecelakaan maut yang tertabrak truk, Dedi Mulyadi (KDM) justru dihujani makian hingga disebut penipu oleh warga Kuningan.
Kalah Tipis dari Tim Eropa, Media Vietnam Yakin Timnas Indonesia Jadi Kandidat Kuat Juara Piala AFF 2026

Kalah Tipis dari Tim Eropa, Media Vietnam Yakin Timnas Indonesia Jadi Kandidat Kuat Juara Piala AFF 2026

Kekalahan tipis Timnas Indonesia di final FIFA Series ternyata tidak membuat pamornya meredup. Media Vietnam yakin Garuda jadi kandidat juara Piala AFF 2026.
Selengkapnya

Viral