Terungkap! Anies Baswedan Beberkan Alasan Presiden Jokowi Copot Dirinya Sebagai Mendikbud
- Muhammad Bagas/tvOnenews.com
tvOnenews.com - Masih jadi pertanyaan publik terkait penyebab Anies Baswedan dicopot dari Jabatan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 27 Juli 2016, yang turut menjadi bahan perbincangan publik saat itu.
Sebelumnya, Presiden Jokowi resmi menunjuk Muhadjir Effendy menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, menggantikan Anies Baswedan.
Anies Baswedan resmi dilantik pada 27 Oktober 2014 sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Kabinet Kerja Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

Anies Baswedan berbicara soal dicopotnya menjadi Menteri Pendidikan oleh Presiden Jokowi. (Tangkapan layar Youtube Anies Baswedan)
Anies Baswedan dicopot jadi Mendikbud dalam perombakan Kabinet jilid dua, hal itu langsung menjadi perhatian publik saat itu, hingga memberikan spekulasi karena mantan Rektor Universitas Paramadina ini termasuk Menteri yang tidak terdengar bermasalah.
Akademisi Rhenald Kasali mewawancarai Anies Baswedan dalam podcast Intrigue, pada 2 Agustus 2023.
Pada awalnya Rhenald Kasali membahas soal Anies Baswedan sebagai juru bicara tim pemenangan pada tahun 2014 saat menjadi calon Presiden.
"Terus kemudian mengantar pak Jokowi dari Taman Menteng itu menuju ke Gedung KPU, masih ingat itu, suasana itu?" tutur Rhenald Kasali yang dilansir dari Youtube Anies Baswedan.
Kemudian Rhenald Kasali mengatakan bahwa dengan prestasi Anies Baswedan yang mendirikan Indonesia Mengajar, menjadi idolanya anak muda.
Dan setelah itu Anies Baswedan resmi dilantik menjadi Menteri Pendidikan.
"Tapi kok kesannya sekarang setelah itu, kesannya kok jadi jauh dengan Pak Jokowi, sementara kita melihat yang dekat itu adalah Erick Thohir," tutur Praktisi Bisnis tersebut.
Menjawab hal itu, Anies Baswedan mengungkapkan bahwa dari sisi hubungannya dengan Presiden Jokowi baik-baik saja.
"Tidak ada masalah dengan pak Jokowi," tutur Anies.
Salah satu contohnya, ketika acara pak Jokowi mantu juga Anies Baswedan turut hadir, begitu pun sebaliknya ketika Anies Baswedan mantu, mantan walikota Solo itu juga hadir.
"Secara waktu memang Presiden, waktunya terbatas, urusannya banyak, jadi yang relevan, yang ketemu yang berbicara, ketika saya menjabat sebagai Gubernur, maka intensitas pertemuan tinggi," ungkap Bakal Calon Presiden tersebut.
"Kenapa? Ya, karena Gubernur dengan Presiden dan apalagi di Jakarta, jadi ya sering ketemu, sering interaksi dan membicarakan urusan-urusan Jakarta," terangnya.
Load more