Fredy Pratama 'Pablo Escobar' Indonesia, Mantu Bandar Narkoba Thailand Ini Lihai Cuci Uang dan Licin Dari Kejaran
- istimewa
"Narkoba dibeli di segitiga emas dipacking di Thailand dalam teh cina dan dikirim ke Malaysia dan kirim ke Indonesia," katanya.
Sementara itu, Dittipidnarkoba Bareskrim Polri menduga pabrik narkoba jenis sabu yang kerap diselundupkan Ferdy Pratama ke tanah air juga berada di kawasan segitiga emas tersebut.
"Iya, (pabrik diduga ada) di Golden Triangle," pungkasnya.
RED NOTICE Sejak Juni 2023
Fredy, si Pablo Escobar Indonesia, pengendali sindikat peredaran narkotika jaringan internasional resmi menjadi buronan Interpol. Langkah itu dilakukan usai pihak Bareskrim Polri mengeluarkan status red notice terhadap gembong narkoba Fredy Pratama itu.
Brigjen Mukti Juharsa mengatakan pihaknya telah mengeluarkan red notice terhadap Fredy Pratama sejak Juni 2023 lalu.
"(Red notice terbit) sejak bulan Juni 2023," kata Mukti saat dikonfirmasi.
Sedangkan di Indonesia, Mukti menuturkan Fredy Pratama telah masuk sebagai daftar pencarian orang (DPO) sejak 2014 silam.
Menurutnya red notice baru dikeluarkan pihaknya usai terungkapnya sindikat peredaran narkotika internasional jaringan Fredy Pratama itu.
"Kan sekarang baru kebongkar sindikatnya semua. Sindikatnya terbongkar dari mulai Mei kemarin terbongkar semua, makanya terbit lah red notice oleh Hubinter udah keluar," ungkap Mukti.
Di sisi lain, pihaknya masih mencari lokasi persembunyian gembong narkoba itu yang didapati terakhir berada di Thailand.
"Gimana pun dia sudah dibuat red notice, dia sudah nggak bisa kemana juga sebenernya kecuali dia pakai pemalsuan identitas. Tapi kita lacak juga dia kemana," katanya.
Lihai Menghindari Petugas
Buronan Fredy Pratama selaku pengendali sindikat peredaran narkotika jaringan internasional didapati kerap menghindari petugas yang akan menangkapnya.
Bahkan, guna menghindari penangkapan tersebut sang buronan tersebut kerap menjalani operasi plastik untuk mengubah wajahnya.
"Ya ada kemungkinan dia mengubah wajah muka ya. Ya mau operasi plastik kita gak tau, dia mengubah identitas diri," kata dia.
Diketahui, perburuan terhadap jaringan Fredy Pratama telah dilakukan Bareskrim Polri dan polda jajaran sejak 2020 sampai 2023. Total ada 408 laporan polisi yang diungkap dengan jumlah tersangka sebanyak 884 orang.
Bahkan, Bareskrim Polri membentuk satuan tugas khusus untuk memburu jaringan Fredy Pratama dengan sandi operasi "Escobar Indonesia". Satgassus ini bergerak sejak Mei 2023.
Load more