News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Suara Warga: Sampai Kiamat 5 Kali pun Rempang Ga Akan Jalan Kalau Tidak Ada Investasi

"Mereka tidak menolak investasi. Mereka sampai mengatakan kiamat lima kali pun, Rempang ini nggak jalan kalau tidak ada investasi," kata Bahlil Lahadalia di DPR
Selasa, 3 Oktober 2023 - 09:04 WIB
Menteri Investasi/Kepala BKPM rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Senin (2/10/2023)
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvonenews.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyampaikan suara warga Pulau Rempang kepada Komisi VI DPR RI. Bahlil mengatakan warga Pulau Rempang butuh investasi dan terlibat dalam pelaksanaan investasi tersebut serta direlokasi tak jauh dari tempat asalnya.

"Apa permintaan mereka? Yang pertama, mereka tidak menolak investasi. Mereka sampai mengatakan kiamat lima kali pun, Rempang ini nggak jalan kalau tidak ada investasi. Tapi juga hargai kami masyarakat Melayu, kampung ini karena kami sudah turun temurun (di sini)," kata Bahlil dalam raker dengan Komisi VI DPR, Senin (2/10/2023).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahlil mengatakan datang langsung ke Rempang dan melakukan audiensi langsung. Ia juga berdialog dengan warga kampung adat, termasuk mengimami mereka shalat maghrib bersama.

Dalam dialog tersebut, ia mengklarifikasi soal apa yang sebenarnya terjadi serta mengumpulkan aspirasi masyarakat terkait lahan Rempang. Diskusi bahkan berlanjut dari pukul 19.00 hingga 22.30 malam.

Masyarakat, lanjut Bahlil, juga tidak ingin direlokasi ke Pulau Galang. Mereka menginginkan tetap berada di Rempang. Mereka pun menuntut hak mereka terkait relokasi, termasuk mata pencaharian sebagai nelayan.

Pemerintah, kata Bahlil, memenuhi aspirasi masyarakat agar tidak direlokasi ke Pulau Galang, melainkan ke Kampung Tanjung Banon, yang terletak di laut yang sama dan berjarak tidak sampai 1 km. "Jadi masih di pantai yang sama, kalau lewat darat sekitar 3 km," kata Bahlil.

Di sisi lain, masyarakat setempat juga menyampaikan kepada Bahlil ingin terlibat langsung di dalam investasi, termasuk misalnya menjadi kontraktor atau pemasoknya.
 
"Mereka juga ingin kuburan-kuburan, kampung-kampung tua itu jangan diapa-apain. Itulah aspirasi mereka," kata Bahlil.

Menteri Bodoh

Lebih lanjut, Bahlil mengungkapkan kekecewaannya lantaran banyak informasi liar yang beredar di media sosial soal rencana investasi di Rempang.

"Jadi tidak semua 17 ribu (lahan digunakan). Saya kadang bingung, kita katakan informasi liar itu lebih shahih dari informasi yang benar," katanya.

Ia bahkan mengaku dikomentari sebagai menteri yang berbohong dan bodoh karena ramainya kabar liar yang berseliweran.

"Ini penting saya luruskan, karena ada yang bilang ini Menteri Investasi bodoh atau bohong. Saya mau kasih tahu, sejak saya jadi Menteri Investasi, mana pernah saya bohongi publik atau bohong terhadap investasi yang saya sampaikan kemudian tidak terealisasi. Saya sekolah di kampung tapi nggak bodoh-bodoh bangetlah," ujarnya.

Bahlil juga menambahkan, awal mula konflik di Rempang, Kepulauan Riau, berawal dari kesalahpahaman mengenai informasi liar yang beredar bahwa akan ada relokasi.

Itu terjadi saat perwakilan kementerian teknis akan melakukan pengukuran lahan yang akan dieksekusi. Namun, saat tim akan masuk ke areal, ada informasi liar yang beredar bahwa akan ada relokasi.
 
"Kemudian, saudara-saudara saya di sana tidak salah juga. Karena informasinya mungkin merisaukan mereka, kemudian mereka memalang jalan dengan pohon yang ditumbangkan," kata Bahlil.

Padahal, lanjut Bahlil, jalur yang dipalang itu merupakan jalan utama yang tidak hanya menghubungkan kampung adat Rempang tetapi juga jalan lainnya. Lantas, setelah beberapa hari jalan ditutup, aparat kemudian membuka palang yang berujung gesekan dengan masyarakat.
 
"Jadi ini mis-nya sebenarnya di situ. Awal mulanya di situ. Ditambah lagi dengan informasi-informasi yang keluar, yang belum tentu benar. Lahirlah itu gas air mata," katanya.

10 Proyek Besar di Pulau Rempang

Lebih lanjut Bahlil menjelaskan, total investasi di Rempang, Kepulauan Riau, senilai 11,6 miliar dolar AS atau setara Rp174 triliun. Bahlil menyebut investasi ini merupakan proyek pembangunan ekosistem industri yang besar.

Bahlil menuturkan nantinya di kawasan tersebut bukan hanya ada perusahaan kaca asal China yakni Xinyi Group, namun juga beberapa perusahaan lainnya.

"Jadi 11,6 miliar dolar AS ini bukan hanya bikin pabrik kaca, tapi ini bagian yang akan kita bangun. Ini satu ekosistem besar. Dan perusahaan ini (yang investasi), bukan hanya Xinyi tapi memang dia adalah yang di depan. Ada beberapa perusahaan yang lain," kata Bahlil.

Bahlil merinci setidaknya ada 10 proyek yang akan digarap sebagaimana disepakati dalam penandatangan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Investasi/BKPM dengan Xinyi International Investments Limited pada 28 Juli 2023 lalu.

Ke 10 proyek tersebut yaitu pembangunan kawasan industri terintegrasi; pabrik pemrosesan pasir silika; industri soda abu; industri kaca panel surya; industri kaca float; industri silikon industrial grade; industri polisilikon; industri pemrosesan kristal; industri sel dan modul surya serta industri pendukung.

Proyek-proyek tersebut ditargetkan bisa mulai masuk tahapan konstruksi pada November 2023. Adapun dari total 17.600 ribu hektare Pulau Rempang, hanya sekitar 8.142 hektare saja yang bisa dikembangkan karena sisanya merupakan kawasan hutan lindung. 

Luasan itu terdiri dari 570 hektare areal dengan status APL (Areal Penggunaan Lain) dan seluas 7.572 hektare berstatus HPK (Hutan Produksi Konvensi).

"Dari total 7 ribu hektare lebih, yang kita pakai tahap pertama itu 2.300 hektare. Jadi kita tidak pakai yang 8 ribu hektare ini. Tidak," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahlil juga menekankan bahwa areal berstatus HPK tengah dalam proses final penurunan status menjadi APL dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) agar bisa digunakan untuk jadi area industri.

Setelah rampung, barulah kemudian Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) bisa mengeluarkan sertifikat lahannya. (ant/ito)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Muktamar NU Harus Lahirkan Ketum yang Berintegritas

Muktamar NU Harus Lahirkan Ketum yang Berintegritas

PBNU membutuhkan pemimpin yang independen, tidak menjadi bagian dari partai politik, dan bukan pejabat politik. 
Juara Taipei Open 2026, Leo/Daniel Pasang Target Lebih Tinggi

Juara Taipei Open 2026, Leo/Daniel Pasang Target Lebih Tinggi

Pasangan ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin memasang tarket lebih tinggi usai akhirnya kembali merasakan manisnya berdiri di podium tertinggi usai menjuarai Taipei Open 2026.
Dibuat Ketar-ketir Timnas Indonesia, Kim Sang-sik Bongkar Hasil Analisisnya pada Thom Haye dan Mitchell Baker Jelang Duel Piala AFF 2026 Timnas Indonesia Vs Vietnam

Dibuat Ketar-ketir Timnas Indonesia, Kim Sang-sik Bongkar Hasil Analisisnya pada Thom Haye dan Mitchell Baker Jelang Duel Piala AFF 2026 Timnas Indonesia Vs Vietnam

Juru taktik asal Korea Selatan itu bahkan secara khusus mengungkap sejumlah kekuatan skuad Garuda yang dinilai wajib diwaspadai dalam duel yang akan berlangsung di Stadion Pakansari, Senin (3/8/2026) besok.
Wisatawan Jatuh saat Selfie di Pantai Lombok Tengah, dari Empat Korban Satu Meninggal Dunia

Wisatawan Jatuh saat Selfie di Pantai Lombok Tengah, dari Empat Korban Satu Meninggal Dunia

Empat wisatawan terjatuh saat melakukan swafoto atau selfie di Pantai Semeti, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, NTB.
Lawan Persija, Persib Siap Turunkan Peralta di Babak Semifinal Piala Presiden?

Lawan Persija, Persib Siap Turunkan Peralta di Babak Semifinal Piala Presiden?

Demi mengulang gelar juara yang diraih edisi pertama, akankah Persib Bandung menurunkan Mariano Peralta untuk menghadapi Persija? Ini penjelasannya. 
Piala AFF 2026: Pelatih Timnas Vietnam Kim Sang Sik Janji Habis-habisan Hadapi Timnas Indonesia di Stadion Pakansari

Piala AFF 2026: Pelatih Timnas Vietnam Kim Sang Sik Janji Habis-habisan Hadapi Timnas Indonesia di Stadion Pakansari

Pelatih Vietnam Kim Sang Sik bertekad tampil habis-habisan menghadapi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Duel ini menjadi penentu peluang lolos semifinal

Trending

Detik-detik KM Mutiara Sentosa 2 Dilalap Api di Perairan Sumenep, Basarnas Berjibaku Evakuasi Ratusan Penumpang

Detik-detik KM Mutiara Sentosa 2 Dilalap Api di Perairan Sumenep, Basarnas Berjibaku Evakuasi Ratusan Penumpang

Kapal penumpang yang melayani rute Surabaya–Makassar itu dilaporkan membawa ratusan orang saat insiden kebakaran terjadi.
Kim Sang-sik Tebar Ancaman ke John Herdman: Vietnam Bakal Tampil dengan Wajah Berbeda  ​​​​​​

Kim Sang-sik Tebar Ancaman ke John Herdman: Vietnam Bakal Tampil dengan Wajah Berbeda ​​​​​​

Pelatih kepala Timnas Vietnam, Kim Sang-sik, melontarkan gertakan tajam kepada Timnas Indonesia jelang duel panas penentu nasib di Grup A Piala AFF 2026. Juru -
Satgas Pangan Bongkar Modus Mafia Jual Beras Fortifikasi hingga Rp42 Ribu per Kg

Satgas Pangan Bongkar Modus Mafia Jual Beras Fortifikasi hingga Rp42 Ribu per Kg

Mentan Amran Sulaiman mengungkap potensi kerugian yang ditanggung konsumen akibat praktik mafia beras fortifikasi diperkirakan mencapai sekitar Rp71 triliun.
Belum Sekali pun Main, 3 Pemain Timnas Indonesia Masih 'Disimpan' John Herdman di Piala AFF 2026

Belum Sekali pun Main, 3 Pemain Timnas Indonesia Masih 'Disimpan' John Herdman di Piala AFF 2026

John Herdman sudah merotasi hampir seluruh skuad Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Namun 3 pemain ini belum juga dapat kesempatan bermain, siapa saja?
Muak Ditanya soal Timnas Indonesia, Pelatih Vietnam Akui Sudah Analisis Skuad John Herdman

Muak Ditanya soal Timnas Indonesia, Pelatih Vietnam Akui Sudah Analisis Skuad John Herdman

Pelatih Vietnam Kim Sang-sik akhirnya buka suara setelah terus ditanya soal Timnas Indonesia. Begini katanya.
Video “Yang Wes Yang” Viral, Pelajar SMK Banyuwangi Minta Maaf Usai Rekaman Pribadi Tersebar

Video “Yang Wes Yang” Viral, Pelajar SMK Banyuwangi Minta Maaf Usai Rekaman Pribadi Tersebar

Video “Yang Wes Yang” viral di media sosial. Seorang pelajar SMK di Banyuwangi berinisial MD menyampaikan permintaan maaf dan mengaku menyesal
Kemenimipas Ubah Eks Napiter Jadi Pelaku Usaha Produktif

Kemenimipas Ubah Eks Napiter Jadi Pelaku Usaha Produktif

Berkolaborasi dengan BNPT, Densus 88 Anti Teror Polri, dan PT Sang Hyang Seri (SHS), Kemenimipas hadirkan model pembinaan yang mengintegrasikan deradikalisasi, pemberdayaan ekonomi, dan dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.
Selengkapnya

Viral